LOMBOK SIAP DIKUNJUNGI AUSTRALIA

Keindahan alam dan budaya Indonesia sudahlah terkenal di mata dunia, namun sayangnya arus wisatawan mancanegara masih terpusat ke kota-kota besar seperti Bali dan Jakarta. Hal serupa juga terjadi pada wisatawan asal Asutralia yang kebanyakan hanya pernah mengunjungi Bali saat berada di Indonesia.

Dengan harapan membawa lebih banyak wisatawan Australia ke daerah indah lainnya, salah satunya Lombok, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne telah bekerjasama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Nusa Tenggara Barat dalam melakukan promosi langsung di Melbourne Central akhir November lalu.

Menurut Enny Indraswati selaku Serketaris Dinas Pariwisata provinsi NTB, terdapat tiga alasan utama yang melatarbelakangi ide promosi yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Pertama adalah karena penerbangan maskapai Jet Star tujuan Mataram-Perth ditutup pada 16 Oktober 2014. Hal ini tentunya mengecewakan karena telah menyebabkan kunjungan wisatawan dari Australia menurun drastis.

Selanjutnya, promosi di Melbourne diharapkan dapat mendatangkan tamu-tamu asal Asutralia ke acara berskala dunia di tahun 2015 bertajuk “Tambora Menyapa Dunia”. Acara tersebut berpuncak tanggal 12 April tahun depan.

Terakhir, promosi ini merupakan salah satu upaya untuk menyukseskan program pemerintah daerah, salah satunya program unggulan bernama “Visit Lombok Sumbawa”.

Igasti Lanang Patra, Ketua PHRI NTB, juga menyampaikan alasan partisipasi yang serupa, yaitu untuk memantau dan menguatkan pasar Australia. Igasti menekankan adanya potensial yang besar dari pasar Australia, sesuai dengan fakta angka kunjungan ke Bali yang begitu tinggi. Sayangnya hal ini tidak terjadi di Lombok yang sebenarnya hanya berjarak 20 menit dari Bali. “Hal ini dikarenakan kurangnya promosi. Lombok belum banyak dikenal oleh masyarakat Australia,” jelas Igusti.

Beliau juga menjelaskan hal yang paling membuat masyarakat tertarik datang ke Indonesia adalah keindahan pantainya. “Kalau berbicara pantai, kita tidak kalah indahnya dengan Bali, bahkan lebih indah dan bagus… Dan masih banyak lagi hal-hal yang menarik untuk wisatawan Australia (di Lombok).

Beberapa terobosan lainnya untuk mempromosikan Lombok pun sudah dilakukan, salah satunya bekerjasama dengan agen travel dan airline, misalnya saja dengan Garuda Indonesia.

 

Tanggapan Konsul Ekonomi Wita Purnamasari

KJRI Melbourne mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemda Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dari Lombok untuk melaksanakan direct promotion terkait pariwisata tujuan Lombok. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan arus wisatawan mancanegara. Untuk tahun 2014, sejumlah 9,5 juta wisatawan, kita yakin 1,2 juta diantaranya datang dari Australia. Selain itu di tahun 2013 tercatat 182.430 wisatawan dari Victoria ke Indonesia. Kami berharap kegiatan ini akan lebih mendorong peningkatan arus wisatawan dari Australia, terutama dari Victoria ke Indonesia, khususnya ke Lombok.

 

 

gaby

Discover

Sponsor

Latest

Bincang-bincang dengan Komikus Indonesia

Happy International Comic Day! Selamat Hari Komik Bergambar Internasional bagi semua sahabat BUSET yang gemar membaca komik! Indonesia terkenal...

Imigrasi 2020-2021 Diperkirakan Berkurang 85%

Rencana Pemerintah Australia untuk menutup international border hingga 2021 mengakibatkan imigrasi menurun drastis, pasalnya tidak ada lagi orang asing yang dapat...

IFF AKAN BAWA KISAH PERJALANAN SINEMA INDONESIA KE AUSTRALIA

Tahun ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Melbourne University, Victoria, kembali mengadakan pagelaran Indonesian Film Festival (IFF). Acara ini merupakan perayaan sinema Indonesia...

Wira Setianagara: Berkomedi untuk Menikmati Patah Hati

Komedi dapat dibilang senjata yang paling ampuh untuk meringankan beban kehidupan kita sehari-hari. Hal-hal yang mungkin terasa buruk di masa lalu justru sekarang dapat...

KJRI Melepas Kepergian Sang Pujangga

Suasana bitter sweet memenuhi KJRI pada malam perpisahan pejabat dan staff akhir tahun lalu. Pasalnya, KJRI melepas kepergian dua staffnya yang berdarah seni kental kembali...