Dukungan KJRI Victoria dan Tasmania Terhadap Lockdown Gelombang Kedua

0
294

Tepat tanggal 8 Juli pukul 11.59 malam, wilayah Melbourne Metropolitan dan Mitchell Shire kembali memasuki masa pembatasan tingkat 3 yang disebabkan oleh meningkatnya angka korban terjangkit virus Covid-19. Hal ini tentunya bukan merupakan hal yang bisa dianggap sebelah mata oleh pemerintah Australia. Seperti yang sudah disebutkan, masih banyak wilayah Victoria lain yang tidak kena aturan pembatasan tingkat 3 tersebut seperti Geelong, Bendigo, Balarat dan sekitarnya. Maka dari itu, Pemerintah dengan sigap memerintahkan Victoria Police dan ADF (Australian Defence Force) untuk bersiap siaga di setiap border antara wilayah lockdown dan sekitarnya untuk mencegah penyebaran yang lebih luas lagi. Tentunya hal ini sedikit banyak memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap komunitas Indonesia di wilayah Victoria.

Menanggapi situasi terkini di wilayah Victoria, KJRI Melbourne dan Tasmania diwakili Konsul Jendral RI Spica Tutuhatunewa melakukan pertemuan virtual dengan komunitas Indonesia akan update situasi saat ini. Pasalnya, dalam 24 jam terakhir, angka korban terjangkit virus Covid-19 naik menjadi 288 kasus dan ini merupakan angka tertinggi di Australia dibandingkan wilayah New South Wales yaitu 212 kasus beberapa saat lalu.

Bukan hanya itu, jika dilihat beberapa hari belakangan, angka kasus setiap harinya mencapai lebih dari 100 kasus sehingga dirasa pembatasan stage 3 rasanya diperlukan untuk mencegah penyebaran yang lebih cepat. Pemerintah Australia juga sekarang merekomendasikan penggunaan masker saat keluar dari rumah.

Hanya ada empat alasan untuk keluar dari rumah, yaitu untuk berbelanja, sekolah, caregiving dan olahraga (direkomendasikan hanya di sekitar rumah/apartemen). Kunjungan rumah ke rumah pun sangat tidak direkomendasikan sekarang mengingat rentannya wilayah Melbourne hingga Mitchell Shire sekarang. Tentunya bagi wilayah Victoria yang tidak terkena pembatasan tingkat 3, sangat disarankan untuk memperhatikan ketentuan daerah council masing-masing, menjaga kesehatan, penggunaan hand sanitizer dan tetap menjaga jarak.

Update Layanan KJRI

Dalam pertemuan virtual, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh komunitas warga Indonesia. Pertama, bahwa layanan KJRI tetap buka walaupun harus disesuaikan dengan tingkat urgensi masyarakat seperti perpanjang paspor, legalisasi dan surat keperluan perjalanan pulang ke Indonesia.

Jika masyarakat harus pulang ke Indonesia dalam waktu dekat dan masa berlaku paspor yang sudah mau habis, maka KJRI siap melayani warga Indonesia. Namun jika masa berlaku paspor sudah mau habis tetapi tidak ada jadwal terdekat untuk pulang ke Indonesia, maka bisa dikatakan bahwa hal tersebut bukan hal urgensi.

Kedua, dengan adanya enam minggu pembatasan tingkat 3, maka sudah dipastikan tidak akan diadakan upacara untuk memperingati hari kemerdekaan seperti tahun-tahun sebelumnya di Federation Square. Seandainya situasi berubah dan tetap diijinkan untuk melakukan upacara maka itu akan dilakukan secara terbatas dan disiarkan secara streaming untuk semua warga yang ingin menonton.

Ketiga, bukan hal baru bahwa situasi lockdown akan berpengaruh terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang. Oleh karena itu, selain bantuan yang diberikan oleh pemerintah Australia, KJRI Victoria dan Tasmania menawarkan bantuan melalui hotline. Banyak dari tim KJRI yang sudah memberikan nomor telpon pribadi jika memang membutuhkan bantuan seperti teman mengobrol atau apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya selama masa lockdown. Termasuk juga International Student yang kesulitan baik dalam belajar atau mungkin proses belajar mengajar di universitas yang membutuhkan surat dukungan dari KJRI, bisa menghubungi KJRI

Keempat, border untuk penerbangan telah ditutup bagi pendatang asing. Bahkan Citizen dan Permanent Resident dibatasi kepulangannya ke Australia. Namun bagi orang Indonesia yang ingin kembali ke tanah air, masih diperbolehkan pulang ke tanah air karena penerbangan menggunakan Garuda masih dilakukan setiap hari minggu. Bulan ini adalah bulan yang tepat untuk kembali ke tanah air, pasalnya frekuensi penerbangan ke Indonesia akan mulai dikurangi pada bulan Agustus.

Seputar Bisnis dan Kuliner

Selama masa lockdown beberapa bulan lalu, ada isu yang muncul terkait pre-order makanan dan minuman yang tersebar di sosial media. Tentunya ini membawa masalah yang cukup serius jika tertangkap oleh pihak berwenang. Sehingga ICAV yang diwakili oleh pak Heri Febriyanto mengatakan bahwa jika memang ada individu yang ingin serius menekuni bidang kuliner secara permanen disini, ICAV siap membantu mengurus masalah perijininan dan tentunya kursus dan sertifikasi (seperti food handling dan food supervisor) yang harus dilalui hingga kunjungan council ke rumah untuk pengecekan dapur dan persyaratan lainnya yang dapat membantu masyarakat dalam memperoleh ijin untuk bisnis kulinernya walaupun atas nama individu bukan organisasi atau company. Pembukaan pre-order kuliner sebaiknya dipertimbangkan lagi karena akan banyak pemantauan terutama dari sosial media yang mungkin akan merugikan teman-teman komunitas nantinya.

Bagi teman-teman yang memiliki bisnis dan ingin menerima bantuan pemerintah seperti jobkeeper dan jobseeker harap tetap update terhadap persyaratan yang harus dilalui untuk mendapatkan benefit tersebut. Jika memang butuh info lebih lanjut dan masih belum tahu kemana harus bertanya, boleh menghubungi KJRI Melbourne yang akan siap membantu menyalurkan kepada orang yang tepat yang mengetahui mengenai hal ini.

Jika ada pertanyaan lanjutan harap menghubungi:

Email KJRI: konsuler.melbourne@kemlu.go.id

Hotline: 0477007075

Update dan bantuan seputar masalah Covid-19: https://www.dhhs.vic.gov.au/coronavirus/indonesian

Kuliner: 0438196822 Heri Febriyanto

Devina