Lima Belas Tahun dan Terus Berkarya

0
289

Selembaran halaman baru terbuka pada umur BUSET yang baru ini. Telah lima belas tahun lamanya sejak BUSET merilis edisi pertamanya, tanpa letih berkarya sebagai mata dan telinga komunitas Indonesia di Melbourne akan berita-berita fenomenal. Oleh ratusan jemari, ribuan tulisan mewarnai sejarah BUSET hingga membentuk sepotong lukisan besar.

Melalui artikel ini, BUSET ingin memerikan kembali cinta kepada setiap anggota kru BUSET yang telah bekerja dengan tulus dan tanpa lelah di belakang layar. Maka dari itulah, dengan ini BUSET Magazine mempersembahkan kepada para pembaca kisah personel-personel BUSET.

ALVIN LEONARD

Alvin tersenyum lebar di samping idolanya, Luna Maya di pertemuan liputan acara di Melbourne

Alvin adalah pria yang berjasa sebagai desainer grafis BUSET di tahun 2007 selama setahun. Alvin yang gemar mengkoleksi robot-robotan ini kini bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan.


Bagaimana awal cerita bergabung dengan BUSET?

Masa saya beranjak ke Melbourne adalah kali pertama saya tinggal di negeri asing. Sembari merantau demi pendidikan tingkat Master di RMIT, saya berpikir untuk menghasilkan uang tambahan. Saya terus-menerus mengais informasi lowongan pekerjaan hingga akhirnya secara kebetulan mendapatkan pasangan Rotty tengah mencari desainer grafis untuk majalahnya melalui salah satu teman saya yang pada saat itu juga bekerja di BUSET. Saya berpikir bahwa kesempatan ini bisa menjadi sebuah pengalaman menyenangkan yang adalah alasan mengapa akhirnya aku pun mendaftarkan diri. Memang terbukti, saya pun tidak menyesali setiap detik yang saya curahkan demi majalah BUSET.

Bagaimana pengalaman berkarya di BUSET? Bisa ceritakan momen tak terlupakan selama menjadi anggota BUSET?

Saya sangat menghargai pengalaman saya bekerja dengan Majalah BUSET. Setiap momen dalam hidup saya bersama BUSET selalu seru. Saya merasa beruntung karena dapat bekerja untuk bos-bos yang asyik dan mendapat banyak teman baru. Walaupun kerjaan saya hanyalah mendesain majalah sebulan sekali, tetapi setiap tugas membuahkan skill yang baru dengan bonus akses pada acara-acara yang BUSET liput.

Namun, saya rasa momen yang tidak pernah bisa saya lupakan selama bekerja di BUSET adalah ketika saya diajak oleh Bos Rotty mengikuti acara yang Luna Maya hadiri di Melbourne. Pada saat itu Luna Maya sedang mempromosikan film yang ia bintangi berjudul “Jakarta Underground”. Dengan menghadiri acara itu, saya berkesempatan untuk berfoto bersama Luna Maya. Hari itu diakhir dengan keseruan clubbing! Hahaha!

Adakah yang ingin diucapkan kepada BUSET pada usianya yang ke-15 ini?

Selamat ulang tahun BUSET! Semoga terus berjaya dan setia memberikan informasi untuk khalayak masyarakat Indonesia di Australia. Tidak sangka sudah berumur 15 tahun ya! Gokil! Semoga anggota tim BUSET tetap kompak dan solid! BUSET, memang Bukan Sembarang Tabloid!

GABRIELLA ANITA ARIFFIN

Gabriella merupakan anggota BUSET sejak 2013 hingga 2015 dan kini bekerja sebagai seorang copy writer. Ia memang memiliki hobi membaca sehingga akhirnya ia pun bergabung dengan BUSET sebagai jurnalis!


Bagaimana awal cerita bergabung dengan BUSET?

Pada waktu itu, saya tengah menjalani pendidikan tinggi saya dalam bidang fotografi. Lalu saya mendapatkan keinginan untuk bekerja part-time sambil saya kuliah. Tetapi saya tidak ingin secara sembarang mengambil pekerjaan yang sama sekali tidak berkaitan dengan materi yang saya pelajari di universitas.

Suatu saat, saya berkunjung ke kantor Konsulat Jenderal RI dan mendapatkan begitu banyak majalah Indonesia yang salah satunya adalah Majalah BUSET. Setelah melihat BUSET, saya menjadi terdorong untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu jurnalis. Saya berpikir sebagai seorang partisipan dalam dunia media, merupakan hal yang baik bagiku untuk dapat menulis konten bukan hanya memotretnya. Akhirnya saya pun diterima!

Bagaimana pengalaman berkarya di BUSET? Bisa ceritakan momen tak terlupakan selama menjadi anggota BUSET?

Pengalaman saya bekerja di BUSET adalah salah satu pengalaman terseru bagi saya selama di Melbourne. Saya mendapat kesempatan untuk berpetualang ke tempat-tempat baru, mewawancarai orang-orang hebat, dan mendatangi acara-acara eksklusif yang ada pada saat itu. Tetapi momen yang tidak pernah saya lupakan dari pengalaman kerja saya di BUSET adalah ketika saya bersama seluruh kru BUSET bernyanyi bersama-sama di suatu acara KJRI Melbourne.

Adakah yang ingin diucapkan kepada BUSET pada usianya yang ke-15 ini?

Selamat ulang tahun BUSET! Saya berdoa agar Majalah BUSET selalu bisa membawakan cerita manis bagi komunitas Indonesia yang bertempat di Melbourne.

ADESTE ADIPRIYANTI

Adeste yang dahulu merupakan jurnalis majalah BUSET sejak tahun 2017 hingga 2018 kini menjadi Executive Produser Narasi, media digital yang didirikan oleh Najwa Shihab. Wanita muda ini memiliki cinta pada buku-buku yang ia baca, film-film yang ia tonton, dan lagu-lagu yang ia dengar.

Bagaimana awal cerita bergabung dengan BUSET?

Pada saat itu saya sedang mengambil break dari pekerjaan saya di Jakarta dan mengambil Working Holiday Visa ke Melbourne. Saya berharap dengan perjalanan ini untuk merasakan yang begitu banyak orang sebut sebagai sabbatical journey.

Ketika saya pindah ke Melbourne untuk satu tahun lamanya, saya berencana untuk menciptakan kisah pengalaman yang sangatlah berbeda dari segala apa pun yang saya lakukan sebelumnya. Tetapi, sembari menjalani petualangan ini saya sadar bahwa menulis sejarah yang baru dari titik nol di negara asing sangatlah tidak mudah. Saya merasa ada kehampaan yang hanya bisa diisi dengan aktivitas-aktivitas familiar, yakni berkecimbung dalam komunitas Indonesia di Melbourne. Maka dari itu, melalui saranan sepupu saya yang pada saat itu tinggal di Melbourne saya pun mendaftarkan diri untuk berkontribusi melalui BUSET.

Bagaimana pengalaman berkarya di BUSET? Bisa ceritakan momen tak terlupakan selama menjadi anggota BUSET?

Wah, menurut saya setiap momen bersama BUSET selama saya di Melbourne terlalu berharga untuk dilupakan. Melalui majalah BUSET saya dapat melihat multikulturalisme yang hidup dalam kehidupan sehari-hari Melbourne. Contoh yang saya ingat adalah ketika saya ditugaskan untuk meliput festival budaya, Pako Festa Festival di Geelong.

Tetapi salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah momen-momen yang saya nikmati melalui setiap liputan acara diskusi di kampus-kampus ternama Melbourne seperti Melbourne University dan Monash University. Hal ini terutama karena saya yang pada saat bekerja sembari berlibur di Melbourne dapat ikut dalam bermacam-macam diskusi dari narasumber yang keren-keren seperti Ariel Heryanto, Gus Nadir, Greg Barton, dan lain-lain.

Adakah yang ingin diucapkan kepada BUSET pada usianya yang ke-15 ini?

Selamat ulang tahun BUSET Magazine! Ada banyak hal yang sekarang telah berubah dari BUSET dan saya merasa senang melihat segala perubahan itu mendorong BUSET untuk menjadi lebih sukses. Semoga Majalah BUSET dapat tetap semangat dalam menyebarkan berita-berita relevan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia di Melbourne. Saya juga berharap BUSET dapat tetap merangkul komunitas Indonesia di Melbourne sebagai sahabat media paling setia!

SASHA LUHULIMA

Sasha terus berkarya di Negeri Kangguru sebagai sales assistant di Uniqlo AU setelah menjadi seorang jurnalis di BUSET sejak tahun 2016 hingga tahun 2017. Bagaimana sih kisah wanita muda yang gemar menonton anime, membaca komik, dan bermain game ini berkarya di BUSET?

Bagaimana awal cerita bergabung dengan BUSET?

Jadi, pada sekitar tahun 2012 saya bersama suami dan anak saya merantau ke Melbourne. Saat itu anak saya masih berumur tiga bulan sehingga saya hanya menetap di rumah untuk mengurus anak saya penuh waktu.

Suatu hari ketika saya sedang berbelanja di Laguna, saya menemukan Majalah BUSET yang adalah majalah Indonesia. Setelah itu saya mulai mengambil setiap edisi Majalah BUSET setiap kali saya mampir ke Laguna. Hal ini terus berlanjut hingga akhirnya anak saya beranjak dua tahun. Dikarenakan kebosanan saya yang tidak memiliki banyak teman di Melbourne mendaftarkan diri untuk menjadi jurnalis BUSET. Untungnya, pekerjaan di BUSET tidak mengharuskanku untuk menaruh anakku di daycare.

Bagaimana pengalaman berkarya di BUSET? Bisa ceritakan momen tak terlupakan selama menjadi anggota BUSET?

Pengalaman-pengalaman saya di BUSET selalu menyenangkan. Selain bisa melihat tulisan saya dicetak dan diedarkan di Melbourne, dapat berkenalan dengan begitu banyak orang Indonesia setempat, juga terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang diadakan komunitas Indonesia di Melbourne. Ditambah lagi, saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai banyak artis Indonesia kegemaran saya hingga secara gratis menonton film Indonesia ketika ada acara IFF atau acara premier film Indonesia. Namun, pengalaman yang tidak pernah dapat saya lupakan adalah dengan mewakili BUSET, saya mendapat keberuntungan untuk menyaksikan konser BIG BANG dan pada acara lain mewawancara Arifin Putra di Jakarta!

Adakah yang ingin diucapkan kepada BUSET pada usianya yang ke-15 ini?

Happy Birthday BUSET!! Terima kasih atas segala jerih payah yang telah dicurahkan selama 15 tahun silam. Saya berharap BUSET Magazine untuk selalu sukses dan menjalani tahun yang penuh kebahagiaan di umur yang ke – 15 ini.

ABDUL QOWI BASTIAN

Abdul adalah seorang jurnalis yang juga bekerja sebagai seorang dosen ilmu komunikasi. Ia bergabung dengan BUSET sejak tahun 2007 hingga tahun 2010 karena didorong oleh hobinya yang adalah membaca dan menulis.

Bagaimana awal cerita bergabung dengan BUSET?

Saya memang sejak awal datang ke Melbourne ingin bekerja paruh waktu sambil menjalani kuliah. Setelah begitu lama saya mencari, akhirnya saya mendapat rekomendasi dari teman untuk bergabung dengan BUSET. Karena saya pikir saya memang memiliki hobi menulis saya pun mendaftarkan diri sebagai jurnalis majalah Indonesia ini. Lalu, setelah lepas dari BUSET pun saya melanjutkan karir saya sebagai seorang jurnalis.

Bagaimana pengalaman berkarya di BUSET? Bisa ceritakan momen tak terlupakan selama menjadi anggota BUSET?

Seru banget! Dari liputan acara-acara komunitas Indonesia hingga wawancara figur-figur publik dan pejabat Indonesia pun saya jabanin. Tetapi bagi saya, momen yang paling berkesan adalah ketika saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai almarhum Glenn Fredly dan Pak Arif Budiman. Karena BUSET pula saya bisa mendapatkan pacar! Hahaha!

Adakah yang ingin diucapkan kepada BUSET pada usianya yang ke-15 ini?

Selamat ulang tahun BUSET! Saya harap BUSET dapat terus mengejar kesuksesan yang dicita-citakan dan selalu menjadi majalah komunitas Indonesia nomor satu!

dikumpulkan oleh Bintang