Purple Bricks merupakan perusahaan properti asal Inggris yang memutuskan untuk berpartisipasi di pasar properti Australia. Mereka berusaha untuk berbeda dari kompetisi dengan tidak menagih komisi dari klien mereka. Namun, baru-baru ini, berita besar di Australia mencakup keluarnya Purple Bricks dari pasar properti Australia.

Dengan adanya berita ini ditambah kondisi pasar properti yang terus menurun yang sudah bukan hal baru, bagaimana para agen properti bisa bertahan di pasar properti Australia yang berfluktuasi?

Sampai saat ini, belum ada perubahan signifikan dengan cara bekerja seorang agen properti. Tugas inti dari agen properti akan tetap sama, yaitu membantu klien dalam proses mengambil salah satu keputusan finansial tersulit di kehidupan mereka, yaitu pembelian dan penjualan properti. Namun, dengan perkembangan teknologi yang pesat dan peraturan yang terus berganti, tentunya cara beroperasi di pasar properti juga akan berbeda.

Dalam 10 tahun terakhir, banyak perubahan yang terjadi terhadap pasar properti. Di tengah pasar properti yang makin sepi, kepandaian dan keahlian seorang agen properti akan diuji dan kompetisi untuk mendapat pembeli atau yang ingin menjual properti akan lebih ketat.

Saat pasar properti sedang berkembang pesat, seorang agen properti yang tidak memberikan pelayanan kelas atas juga dapat menjual akibat banyaknya pembeli yang sangat aktif. Tidak ada gunanya untuk berharap kita bisa kembali ke 10 tahun yang lalu. Dengan kondisi seperti ini, Xynergy Realty ingin memberikan beberapa kunci untuk bertahan di pasar properti saat ini.

Mengetahui tren, informasi atau perubahan terbaru di pasar properti

Banyak orang suka berkata bahwa “information is power”. Nasihat untuk mengikuti tren terbaru di pasar manapun kedengarannya mudah untuk dilakukan, namun sulit untuk diaplikasikan. Sebagai agen properti, Anda perlu terus memantau informasi atau tren terbaru supaya bisa membantu klien mencapai keputusan yang tepat.

Tidak memiliki pengetahuan tentang kondisi pasar properti dapat merusak kepercayaan klien, karena sebagai seorang ahli di bidang properti harusnya bisa menjawab semua pertanyaan dari klien mengenai pasar properti dan dapat membimbing mereka ke jalan yang benar.

Sebagai contoh, informasi yang patut diperhatikan seorang agen properti merupakan perubahan terhadap negative gearing dan pajak yang bisa memberi dampak pada keuntungan dalam menjual properti. Banyak pembeli yang sedang mengawasi dengan cermat pada perubahan yang akan terjadi sejak pemilihan baru-baru ini. Jika Anda menangani keprihatinan para pembeli dari awal, Anda dapat meyakinkan mereka bahwa mereka tidak membeli di saat yang tidak tepat.

Percakapan yang jujur dan terbuka

Apakah Anda baru saja, atau sudah lama berkecimpung di industri ini, jika Anda tidak dapat menjelaskan perubahan terhadap legislasi, mempertahankan hubungan dengan klien akan sangat sulit.

Semua klien menginginkan agen yang berpengetahuan luas, yang bisa menjelaskan ke mereka perubahan yang terjadi dalam pasar, bagaimana perubahan tersebut bisa mempengaruhi properti mereka, dan dampak yang akan terjadi akibat peristiwa seperti pemilihan umum, pemotongan suku bunga, pembatasan pinjaman dan kebijakan baru yang akan ditegakkan. Contohnya seperti pemerintah memutuskan untuk menjamin deposito 5 persen untuk pembeli rumah pertama.

Gunakan teknologi untuk keuntungan Anda

Agen properti harus terbuka untuk mempelajari cara-cara baru untuk memasarkan rumah, mendapat klien baru, dan juga menjaga hubungan dengan klien saat ini. Walaupun penggunaan teknologi bisa terkesan sulit atau tidak terjamin, teknologi dapat memberikan peluang menarik yang mungkin sebelumnya mustahil.

Salah satu contohnya adalah media sosial, alat pemasaran yang sangat penting untuk agen properti pada era ini. Di media sosial, Anda dapat menyaksikan hasil-hasil yang positif maupun negatif. Oleh karena itu, agen properti tidak dapat bersembunyi jika mereka memberi pelayanan buruk dan agen properti yang memberi pelayanan yang luar biasa akan semakin dihargai oleh calon klien dan juga klien saat ini.

Sistem ini akan memaksa agen properti untuk bekerja secara jujur, efektif dan memberi pelayanan yang tak tertandingi jika mereka ingin bertahan dalam pasar properti. Jika agen properti memiliki pengetahuan terhadap pasar properti, kejujuran dan menggunakan teknologi dengan cerdas, ia akan siap menghadapi kondisi pasar properti saat ini.

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B.Ec (Fin), FIML
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
LinkedIn

Jeffrey Koby, B.BUS (MKT), M.MKT, CAR
Co-property Writer
Acting Marketing Communications Manager
(e.) jeffrey.koby@xynergy.com.au