Mengenal Sosok Konjen Kuncoro Waseso: Konjen RI untuk Victoria dan Tasmania 2021

Murah senyum, ramah, dan membumi, demikianlah kesan pertama yang ditunjukkan oleh seorang Kuncoro Waseso. Pria yang kini memegang jabatan tertinggi di kantor KJRI Melbourne sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Victoria dan Tasmania itu datang memenuhi undangan wawancara dari tim BUSET dengan didampingi oleh sang istri, Mantarina Herlianti dan dua staf KJRI.

“Nama saya Kuncoro Giri Waseso, suka dipanggilnya Kuncoro atau Pak Kun, atau terkadang yang lucu kalau orang Jawa panggilnya Kuncung (tokoh majalah anak-anak asal Jogjakarta yang sempat nge-hits di era 80-an),” candanya sembari menyapa para penonton yang juga menyaksikan wawancara ini melalui channel YouTube.

Dengan ditemani beberapa gelas beras kencur, wawancara Jumat sore itu pun dimulai di lantai dua restoran Ayam Penyet Ria di South Melbourne.

Sempat bercita-cita menjadi guru Bahasa Inggris SMP

Menjadi pejabat diplomatik bukanlah pilihan karir pertama Kuncoro saat dirinya masih duduk di bangku kuliah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang.

“Awal cita-cita saya itu sangat simple, saya ingin jadi guru Bahasa Inggris SMP di kampung dan meningkatkan kehidupan disana melalui Bahasa Inggris,” aku pria asal daerah Boyolali itu ketika ditanya bagaimana dirinya memulai karir di Kementrian Luar Negeri (Kemlu). Namun setelah beberapa saat meniti karir di dunia pendidikan dan perbankan, Kuncoro menyadari bahwa dirinya tidak berjodoh dengan karir sebagai pengajar maupun pegawai bank.

“Saya juga pernah ingin bekerja di bank karena pingin pake dasi, kalau orang kerja di bank kan biasanya pakai dasi tuh, tapi setelah tiga bulan ya ga cocok,” kenangnya.

Pak Kuncoro bersama istri Ibu Mantarina (Iin) anak bungsu dan dua staff wisma

Lantaran tidak menyukai pekerjaan yang bersifat stagnant, mantan pegawai bank Panin itu lantas bergabung dengan Kemlu yang menawarkan kesempatan untuk penugasan di tempat-tempat yang berbeda.  

“Waktu itu ada kesempatan karir di Kemlu dimana kita dapat berinovasi dan meningkatkan hubungan antar negara, dan juga kesempatan untuk ditugaskan di tempat-tempat yang berbeda, jadi ga stagnant di satu tempat,” ujar Kuncoro yang kini telah merasakan hidup di negara maju seperti Denmark dan Selandia Baru maupun negara berkembang seperti Bangladesh.

Proaktif tangani isu IA-CEPA dan Dwi Kewarganegaraan

Meski awal penugasannya dipenuhi dengan lockdown dan restriksi pandemi, Kuncoro tetap proaktif dalam menanggapi isu-isu penting terkait hubungan bilateral Indonesia-Australia. Terutama perjanjian dagang IA-CEPA yang menjadi salah satu fokus Kuncoro dalam masa penugasannya kali ini.

“Tekat atau kebijakan untuk memfasilitasi perdagangan Indonesia dan Australia itu selalu ada, meskipun kita terkendala situasi pandemi sehingga pertemuan sering terhambat. Tapi kita tidak memutus itu. Beberapa kali kita mengadakan business matching melalui virtual. Sekarang ini bahkan kita sudah mengadakan web series business coaching untuk young generation untuk orang Indonesia dan Australia terkait perdagangan Indonesia-Australia,” jawab Kuncoro.

Dirinya menambahkan bahwa KJRI kini tengah mempersiapkan investment book atau buku investasi/penanaman modal yang akan diterbitkan dalam beberapa bulan kedepan. KJRI juga akan berpartisipasi dalam konferensi IMARC (International Mining and Resources Conference) 2021 untuk mempromosikan produk-produk pertambangan Indonesia sekaligus melakukan business matching.

Selain isu ekonomi dan perdagangan antara kedua negara, Kuncoro juga gencar menanggapi isu dwi kewarganegaraan yang kerap menjadi topik populer di kalangan diaspora Indonesia di Victoria dan Tasmania. Dirinya berencana untuk membawa Warung Konsuler, layanan kekonsuleran KJRI untuk lebih aktif lagi menjangkau dan mengunjungi para warga Indonesia, terutama anak-anak hasil perkawinan campuran antara WNI dan WNA yang memegang dwi kewarganegaraan.

“Jadi kita tidak nongkrong saja di kantor ya, itu udah zaman dulu lah. Kita harus proaktif datang ke tempat-tempat yang banyak orang Indonesianya seperti Bendigo dan Tasmania. Dan nanti saat undang-undang ini diresmikan, kita juga sudah siap untuk memberikan informasi yang sufficient mengenai hal itu,” tegasnya.

Pandai kelola suasana  

Penugasan Kuncoro di Victoria memang sempat tertunda beberapa bulan dikarenakan pandemi COVID-19. Bahkan minggu-minggu pertamanya di Melbourne harus diawali dengan 14 hari karantina mandiri.

Meski demikian, ditugaskan di era pandemi bukanlah halangan bagi Kuncoro. Bekerja sebagai pejabat diplomatik selama lebih dari dua dekade telah mengajarkan pria lulusan S2 Victoria University of Wellington itu akan pentingnya ‘mengelola suasana’.  

“Cara saya menyikapinya ya dianggap biasa aja, selama saya 14 hari karantina di wisma (kediaman Konjen) juga saya tetap bekerja dan telpon-telponan dengan staf kantor untuk pekerjaan,” kata pria yang hobi driving ke desa-desa itu.

“Saya berterima kasih dengan para staf di KJRI yang sudah menyiapkan semuanya sehingga karantina saya dalam 14 hari itu tidak berasa,” sambungnya. “Kemarin waktu keadaan sempat kembali normal, ya kita bekerja lagi dari kantor tapi digilir siapa saja yang hari itu masuk atau bekerja dari rumah. Kita harus tetap utamakan kesehatan.”


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

378 about 369

Bagi sebagian orang, 3, 6, 9 sering menjadi “momok”, dalam arti di usia dengan angka-angka tadi sebagai angka terakhir dimitoskan mengalami cobaan dan kesialan....

“SELAMANYA CINTA” CINDY CAROLINA

Penyanyi cantik kelahiran Jakarta, Cindy Carolina disibukkan dengan promo album sekuler pertamanya yang berjudul “Selamanya Cinta” di awal tahun ini. Ia membawakan 10 lagu...

Ana Muslim karya Angga Wedhaswara

Penghujung 2019 kemarin kembali diadakan rentetan pameran kesenian bernama Mapping Melbourne oleh Multicultural Arts Victoria. Kegiatan tersebut berjalan dari tanggal 30 November hingga 8 Desember.Bekerjasama bersama Project...

Changes to Citizenship Test

From the office of The Minister for International Development and The Pacific Senator The Hon Concetta Fierravanti–Wells:I welcome the Turnbull Government’s release today of reforms to...

THE NUMBER PLAYERS