Manusia tidak bisa hidup tanpa emosi. Seperti manusia, emosi pun bernapas dan bernyawa di relung hati kita. Emosi dapat melukai, tertawa, mencintai bahkan menangis. Namun, seringkali manusia memilih untuk mengabaikan keberadaan emosi mereka dan dibiarkan merenung dalam pilu kesendirian. Karena ini, hati kita akan terganggu. Seraya kesejahteraan mental kita yang terus diabaikan, kita secara perlahan menanam benih-benih depresi di dalam diri kita. Baru-baru ini, bersama Mental Health Foundation Australia, Dharma Wanita Persatuan KJRI Melbourne mengadakan sebuah Seminar Kesehatan yang bertemakan ‘Women Mental Health’. Di dalam seminar ini, para pembicara dari Mental Health Foundation Australia yang hadir menguraikan bahwa ada jalan keluar dari depresi.

Jim Goodin selaku Chairperson dari Mental Health Foundation Australia berbicara mengenai kesehatan mental wanita. Jim menjelaskan penyakit-penyakit mental yang dapat mempengaruhi wanita dan bagaimana mereka dapat diidentifikasi melaluli gejala-gejala yang dapat dirasakan dalam kehidupan nyata. Sementara itu, Santi Whiteside, wanita asal Indonesia yang merupakan duta besar Mental Health Foundation Australia berbagi langkah bantuan kepada audiens dalam mengatasi kondisi mental mereka.

Dalam sesi tanya jawab, Stephen Yin selaku moderator dan duta besar Mental Health Foundation Australia yang hadir dalam seminar itu menyiarkan keberadaan Multicultural Ambassadors dari Mental Health Foundation Australia yang tidak hanya memahami sebuah masalah dari sudut pandang pendidikan tetapi memperhitungkan pula ragamnya budaya masyarakat dimana individu tersebut tinggal. Stephen yang berasalkan Malaysia menjelaskan bagaimana perbedaan kebudayaan melahirkan dunia untuk memiliki beribu perspektif yang berbeda.

“Apa yang berlaku di Malaysia mungkin tidak berlaku di Australia atau bahkan di Indonesia. Di Malaysia, ketika seseorang mengalami masalah mental, kami memiliki mentalitas atau sebuah norma untuk ‘tidak memberitahu para tetangga’. Sedangkan di Australia dimana setiap orang memiliki freedom of liberty yang tinggi, mereka menempatkan orang tersebut di mata publik, memandangnya seolah-olah ada sesuatu yang salah dengannya sebagai bagian dari perawatan. Orang-orang Australia memiliki keyakinan bahwa si penderita memiliki kebebasan dan hak untuk juga menikmati hidup seperti orang-orang lain. Dengan demikian organisasi ini memliki identitas multibudaya untuk kemudian mengubah sistem yang dipakai untuk memahami keanekaragaman budaya sang penderita ketika memberikan bantuan,” ujar Stephen.

Beberapa dari anggota DWP yang ikut serta menghadiri juga mengutarakan sepatah dua kata observasi mereka dalam menangani kesejahteraan psikologis mereka sendiri. Beberapa darinya adalah untuk mencoba melihat masalah yang kita hadapi dari perspektif yang berbeda dan menenangkan batin dengan yoga atau meditasi yang dibahas lanjut oleh Chairperson dari Multicultural Ambassadors of Mental Health Foundation Australia, Varan Freestone.

“Begitu manusia belajar untuk membudayakan berjalan dengan sepatu, mereka lupa akan rasanya bertelanjang kaki dan membumi. Kita harus mengingatkan diri kita untuk selalu membumi dan terhubung dengan hati kita secara spiritual. Hal ini dapat dilakukan dengan berjalan ke pantai atau bahkan ke tempat yang paling Anda sukai di rumah tanpa alas kaki, berdiam diri beberapa menit dan menjernihkan pikiran Anda dari segala masalah yang Anda hadapi. Hal ini juga akan membantu Anda dalam menenangkan diri dan berpikir lebih jernih,” jelas Varran.


Apa Kata Mereka?

Varran Freestone, Direktur Women Informed Supported Enlightened dan Chairperson of Multicultural Ambassador of Mental Health Foundation Australia

Saya hanya ingin berpesan pada semua orang untuk selalu jujur pada diri sendiri, memelihara diri sendiri, menjaga diri sendiri dan mencintai diri sendiri karena itulah yang terpenting. Kemudian ketika Anda memiliki tantangan atau masalah, Anda harus mengatasinya sekarang sebelum hal itu menjadi sesuatu yang lebih besar di kedepannya. Jangan pernah takut untuk meminta bantuan dan jika Anda perlu membicarakan masalah itu kepada seseorang, lakukanlah kepada orang yang paling Anda percayai. Karena dunia ini bisa menjadi tempat yang lebih baik apabila kita saling membantu dalam menghadapi segala kesulitan yang kita hadapi dalam hidup kita.

Sherry Abdi, Ketua DWP KJRI Melbourne

Acara ini sangatlah bermanfaat untuk saya pribadi karena terkadang kita tidak tahu bila kita sudah ada bibit-bibit mental illness, terutama cara menanggulanginya. Dengan ada duta besar dari negara sendiri, membantu pendekatan kita dalam segi bahasa dan budaya. Saya berharap dengan adanya seminar ini mendorong para wanita, khususnya wanita Indonesia untuk lebih memahami kesehatan hati nurani pribadi masing-masing. Seperti kata Jim Goodin, kebahagiaan ibu atau istri dapat tersebar ke seluruh anggota keluarga, jadi yang diperlukan adalah untuk kesehatan baik secara fisik maupun psikologi kita terlebih dahulu.

Saya juga berharap DWP bisa lebih mencerdaskan wanita-wanita Indonesia. Bukan hanya secara akademik tapi dengan mengadakan seminar atau kelas-kelas dapat mengubah mindset ibu-ibu di Victoria untuk lebih kekinian.

Bintang