Siapa yang tidak familiar dengan bahasa cinta, atau kalian belum mengetahuinya? Bahasa cinta, atau yang lebih umum dikenal dengan sebutan Love Language adalah cara kita mengekspresikan dan menerima cinta dari orang lain. Nah, ternyata bahasa cinta itu ada banyak jenisnya, loh!

5 Jenis Bahasa Cinta 

1. Words of Affirmation 

Individu dengan bahasa cinta words of affirmation lebih merasa dicintai dan bahagia jika pasangan melontarkan perkataan manis, seperti kata-kata penyemangat, pujian, atau dukungan. Lontaran “I love you” atau ucapan penyemangat seperti “Semangat ya, aku yakin kamu pasti bisa” akan membuat pasanganmu merasa dicintai dan diperhatikan. 

2. Gifts 

Hadiah bisa disebut bahasa cinta universal, karena hampir semua budaya menganggap pemberian hadiah sebagai suatu ungkapan cinta. Seseorang dengan bahasa cinta ini tidak mengharapkan hadiah yang mahal atau ekstravagan dari pasangannya, melainkan hadiah yang diberikan dengan maksud dan niatan tertentu, seperti ungkapan bahwa kamu memikirkannya.

3. Acts of Service 

Bahasa cinta ini menggambarkan mereka yang beranggapan bahwa “action speaks louder than words”. Menurut mereka, kata-kata manis atau puitis tidak terlalu melambangkan cinta. Yang mereka anggap cinta adalah ketika kamu mengantarkannya ke rumah sepulang kerja, atau membantunya ketika pindahan rumah. 

4. Quality Time 

Nah, bahasa cinta ini adalah untuk kamu yang senang sekali menghabiskan momen-momen dengan pasangan. Kamu merasa dihargai dan dicintai sepenuh hati ketika pasangamu mau meluangkan waktu ditengah kesibukannya untukmu. Jenis-jenis quality time bisa dalam bentuk quality conversation, quality listening, ataupun quality activities. Menurutmu, menghabiskan waktu dengan mengobrol atau melakukan aktivitas bersama pasanganmu adalah cara utama untuk menjaga keharmonisan hubungan kalian berdua. 

5. Physical Touch 

Mereka dengan bahasa cinta physical touch mengekspresikan cinta melalui sentuhan fisik. Mereka juga akan merasa dicintai jika pasangan memeluk, membelai, menggenggam tangan, maupun menciumnya.  

Bagaimana cara mengetahui bahasa cinta pasanganmu?

Menurut Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini, mengenali bahasa cinta pasangan harus dimulai dari pengenalan diri sendiri terlebih dahulu. Kenali dirimu, apa bahasa cintamu, baru kamu bisa mengenali bahasa cinta pasanganmu melalui perilaku-perilakunya. 

Sebaiknya, bahasa cinta masing-masing harus dikomunikasikan dengan satu sama lain agar pasangan bisa mengerti dan menghormati bagaimana kita ingin dicintai. Jangan kode-kode doang!

Pentingnya bahasa cinta untuk keharmonisan hubunganmu 

Tentunya, mengenali bahasa cinta pasangan akan meningkatkan keharmonisan dalam suatu hubungan. Pertanyaannya, kenapa? Psikolog Sani menjelaskan beberapa manfaat dari mengenali bahasa cinta: 

Konflik akan terminimalisir karena sekarang kalian lebih mengerti satu sama lain dan tahu bagaimana menunjukkan cinta kepada pasangan, terlebih ketika pasangan sedang merasa sensitif atau tidak dalam mood yang baik. 

Mengurangi kecewa karena harapan yang terlalu tinggi. Seringkali dalam suatu hubungan kita berharap agar pasangan memperlakukan kita dengan cara a, b, c, dan d. Padahal, pasangan belum tentu menangkap ekspektasi itu karena bahasa cinta kalian yang berbeda, misalnya. 

Hubungan menjadi lebih intim dan romantis. Ketika kita mengetahui bagaimana pasangan kita ingin dicintai, kita dapat lebih memuaskan kebutuhan pasangan dengan memperlakukan mereka sesuai dengan bahasa cinta yang mereka miliki. Pasangan akan lebih merasa dicintai, dimengerti, dan dihormati olehmu. 

Setelah membaca pembahasan dari Psikolog diatas, yuk kita tengok apa kata mereka tentang bahasa cinta! 

Pasangan belum menikah, Melbourne 

“Kita berdua punya love language yang sama, Quality Time and Act of Services. Dengan mengetahui love language pasangan kita bisa lebih memahami cara berinteraksi dan berkomunikasi antara satu sama lain, sih.”

Roy & Vini Rotty, pasangan suami istri 

“Kalau semua orang di dunia ini sama, tentu hidup jadi ga seru dong ya. Nah dengan mengetahui bahasa cinta pasangan, saya jadi belajar untuk bisa lebih memahami dia. Belajar jadi humble dan mengesampingkan keegoisan saya. Menurut saya, inilah cara manusia bertumbuh. Dan dengan perkembangan psikologis ini, saya merasa menjadi lebih tenang dan penuh syukur. Di sisi suami, dia juga jadi lebih happy kan. Nah dengan demikian rumah tangga kami jadi full of abundance.”