“Kena nya Nanggung!” – From The Land of Wurundjeri People of The Kulin Nation

“A severe weather warning for damaging winds remains in place for the state’s south-east, but conditions across the rest of Victoria have now eased. The Victorian State Emergency Service (SES) has responded to thousands of calls for help after storms battered the state last night (28 October 2021).

 The weather bureau said the highest wind gusts were recorded at Mount William in the Grampians, at 143 kilometres per hour. Melbourne Airport recorded gusts of 119 kph, while St Kilda recorded 115 kph.” – Source: ABC News.

Tumbangan pohon di jalan / rute yang kita lewati tentu akan mengganggu kelancaran dan kenyamanan serta keselamatan perjalanan kita. Sama seperti faktor Bumi (feng shui) yang terkendala tentu akan memberikan hambatan dalam kehidupan kita!

Demikianlah cuplikan dari salah satu kejadian yang terjadi beberapa minggu lalu (Kamis, 28.10.21). Pada akhir pekan setelah kejadian angin kencang tadi, saat berolah raga jalan siang di taman terlihat tumbangan pohon di lintasan. Silahkan lihat foto-foto terlampir di bawah ini! Situasi tersebut membuat semua yang melintas harus lebih susah  payah, apakah harus melompati batang pohonnya atau mencari jalan  lain. Bagi yang masih kuat tentu tidak terlalu merepotkan; tapi pasti akan menyulitkan bagi yang sebaliknya.

Dengan kita mengetahui faktor Langit (ba zi) maka ibaratnya kita bisa lebih waspada akan aneka kemungkinan yang kurang kondusif dalam hidup. Termasuk info mengenai kemungkinan akan berpapasan dengan sosok yang negatif dalam kehidupan kita!

Melihat itu, membuat benak saya jadi teringat kepada salah satu “signature lines” yang sering saya sampaikan saat menjelaskan kepada orang lain (klien-klien, peserta feng shui class / seminar / talk). Kehidupan itu bisa kita analogikan sebagai sebuah perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lain. Faktor Langit (天); 四柱 (Four Pillars) alias 八字 (Eight Characters) adalah salah satu bagian dari faktor Langit. Nah, Eight Characters ini ibarat sebuah peta, GPS yang bisa menginformasikan dan “menuntun” agar meminimalkan kita tersesat, supaya kita lebih mengetahui rute yang perlu diambil.

Berbekal informasi tadi tentu baik dan lebih menguntungkan. Karena ibaratnya sedari awal sebelum melakukan perjalanan kita sudah ada bekal informasi. Penting diingat bahwa informasi mengandung kekuatan! Maka dari itu, guna mendapatkan sebuah perjalanan yang lancar, nyaman, aman, dan lebih cepat maka kita masih butuh faktor dan hal lain. Tidak bisa sebatas pegang GPS, tidak cukup hanya punya / berbekal map (peta) saja.

Kita masih butuh juga bisa membawa kendaraan. Kita bisa bagaimana  cara mengayuh sepeda, naik motor atau setir mobil. Atau, jangan-jangan belum keluar pekarangan rumah, kita sudah jatuh, menabrak dinding, pot tanaman, dan objek lain-lainnya. Nah keterampilan kita untuk menguasai kendaraan ini pun perlu diimbangi dengan “sopan santun” saat di jalan. Jika tidak patuh, kita lebih mungkin untuk mengalami tabrakan, bisa ribut dengan pengguna jalan yang lainnya, bisa terlibat dalam insiden lalu lintas.  

Kemampuan dan keterampilan serta pemahaman kita ini ibaratnya sebagai faktor Manusia (人); yang tentu juga dibutuhkan guna memaksimalkan peluang mendapatkan perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman tanpa harus ditimpa resiko kehilangan atau mundur. Kita sudah punya arahan via GPS, kita juga sudah punya keterampilan dan sopan santun berkendaraan. Apakah sudah menjamin perjalanan kita akan honky-dory alias smooth sailing? Belum tentu. Lho mengapa? Karena kita masih tergantung pula bagaimana sikon jalanan yang kita lalui. Kita juga masih bergantung dari bagaimana kondisi kendaraan yang kita bawa / pakai!

Andaikan jalan yang kita lewati itu berlubang-lubang, mengalami longsor, tertutup banjir, ada tumbangan pohon (seperti di salah satu foto), ada gundukan longsoran dari bukit atau tebing, dan sebagainya; maka tentu perjalanan kita akan jadi terhambat. Kalau kendaraan yang kita pakai tidak pernah kita rawat, akan mempertinggi resiko terjadinya kerusakan saat dipakai. Misalnya, rantai sepedanya lepas atau putus; remnya blong; tali kopling nya putus; air radiatornya kering; oli mesin nya habis; dan aneka kemungkinan negatif lainnya akibat kita kurang atau tidak pernah rawat kendaraan.

Sikon perjalanan yang tidak lancar karena ada / tertutup oleh pohon roboh itu bisa diibaratkan dengan lokasi (dan atau bangunan) yang tidak ramah feng shui (foto diambil dari ABC News)

Jalan yang kita lewati dan kendaraan yang kita pakai ini adalah ibaratnya faktor Bumi (地) alias 风水 (feng shui)! Bagaimana kalau kita tidak membawa kendaraan? Kita jalan kaki. Nah tetap saja, kedua kaki kita adalah ibarat “kendaraan.” Kedua kaki ibarat adalah juga feng shui; itulah kenapa feng shui selalu dikatakan / diibaratkan sebagai “foundation (基础)” dari kehidupan seorang manusia!

Inilah mengapa guna mendapatkan sebuah perjalanan yang lebih positif; semua faktor tadi adalah perlu kita pastikan terlebih dahulu agar semuanya positif. Ini sebab mengapa guna memperoleh kehidupan yang lebih positif, maka semua faktor (Langit – Manusia – Bumi) perlu kita kenali, perbaiki, maksimalkan dan sinergikan. Dengan begitu barulah kita lebih bisa memperbesar menjalani hidup dengan lebih positif!

Yang sering kita jumpai ialah kita (ibarat) kerja tanggung-tanggung dan atau sepotong-sepotong. Tidak memperhatikan, tak memberdayakan, tidak memaksimalkan semua faktor (Langit – Manusia – Bumi); maka usaha untuk memerbaiki (membuat positif) kehidupan pun jadi lebih sulit tercapai! Sampailah kita pada istilah: “kentang (kenanya nanggung/ tanggung)!”

suhanalimfengshui.com

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

David Tanuwijaya : The Unusual Story of my University Journey!

Nama saya David Tanuwijaya, salah satu mahasiswa Monash University angkatan 2021 yang sedang menempuh program studi S1 jurusan Accounting and Analytics. Banyak sekali cerita...

Merayakan Indigenous Language Year Melalui Pemutaran Film Bran Nue Dae

Tahun 2019 telah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sebagai International Year of Indigeneous Language. Untuk memperkenalkan dan merayakan Australia’s Indigenous Language, Kedutaan Besar Australia mengadakan acara nonton...

TODUNG MULYA LUBIS INGIN HUKUM INDONESIA DIMANTAPKAN

 Association of Indonesian Journalists in Australia (AIJA) mengundang para jurnalis Indonesia - khususnya di wilayah Victoria - berkumpul di Wisma Indonesia, Brighton dalam rangka...

Dr Donny Mandrawa, DOKTER GIGI KITA!

Apakah di antara kalian ada yang sudah familiar dengan Dr. Donny Mandrawa, B.D.Sc.? Mungkin beberapa pernah melihat dari halaman iklan di BUSET atau merupakan...

AUSTRALIA PROPERTY BUBBLE

Tahun finansial 2015-16 baru saja dimulai dan ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui informasi penting dan terbaru tentang pasar properti Australia. Berdasarkan informasi dari...