Karina Salim: “I want to make my mother happy”

Semua orang pasti punya passion. Ada beberapa dari kita suka masak, jalan-jalan, menulis atau ketemu teman baru. Sudah tidak asing lagi kalau orang-orang ini akhirnya menjadikan passion mereka sebagai karir. Kalau seseorang bertanya kepadamu, passion kamu apa, kira-kira jawabannya apa sobat BUSET?

Nah, BUSET sempat ngobrol-ngobrol dengan Karina Ekaputri Salim tentang passion-nya di dunia akting dan menari balet. Gadis rupawan berumur 23 tahun yang sedang menyelesaikan studi perguruan tinggi jurusan Manajemen di Jakarta ini memang sudah menekuni dunia balet dari kecil. Lewat rujukan sang Ibu, ia menganggap bahwa dengan menari balet seseorang bisa belajar menjadi disiplin.

“Kebetulan dari kecil Ibuku sudah masukin aku ke sekolah balet. Karena suka menari, jadi dimasukin ke sekolah balet. Kenapa balet? Tarian ini membutuhkan disiplin. Karena sudah dilakukan dari kecil dan masih berjalan sampai sekarang, sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Dari pengalamannya menari balet, Karina sudah tidak asing lagi dengan panggung atau dunia pertunjukan. Dengan inilah, ia menyongsong dunia teater hingga akhirnya masuk ke lingkungan perfilman.

Selain menari balet, Karina juga sangat menyukai akting. Karina memang sudah jatuh cinta dengan dunia acting. “When you like something, kamu pengen terus melakukannya. Aku jadi inget kalau kata Ibuku aku ngak bisa diem. Jadi dari kecil aku itu…drama banget,” sambil tertawa saat diwawancara BUSET.

Rupanya juga, Karina mempunyai sisi entrepreneurship. Cucu dari H. Agus Salim yang notabene ialah salah seorang pendiri bangsa dan mantan Menteri Luar Negeri RI tersebut memiliki bisnis salon yang ia tekuni sejak awal dibukanya. Bagi Karina, setiap kesempatan merupakan berkah yang harus dijalani dengan penuh rasa tanggungjawab dan syukur.

Kedepannya bahkan pemeran Diana dalam film layar lebar garapan Mira Lesmana, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, ini sudah berencana untuk menggabungkan pengalaman serta pengetahuannya dalam ilmu manajemen yang ia pelajari di perguruan tinggi untuk membuka sekolah tari balet.

In the long term aku mau tetap eksis di dunia seni. I want to make something dengan itu, aku pengen jadi pengusaha. Sekarang aku sudah punya salon di Jakarta. setelah aku jalanin, aku lihat aku enjoy juga di bisnis. Aku bisa jalani bareng. Aku pengen juga bisa buka sekolah balet. Itu cita-cita ibuku dari kecil, ibuku selalu bilang SMA mau jurusan IPA atau IPS terserah dan kuliah juga jurusannya apa aja terserah, tapi dia selalu pesan ke aku untuk bikin sekolah balet. So, one day I want to make my mother happy,” tutup wanita yang sempat dianugerahi gelar The Most Talented Female dalam ajang Fun Fearless Female 2012 oleh majalah Cosmopolitan Indonesia.

ham

Previous articleChokolait
Next articlePelatihan Penulisan Buku MIIS

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

MENGEJAR DOLAR DI BENUA KANGGURU

Berkerja di Negeri Kangguru masih merupakan impian yang menjanjikan bagi masyarakat internasional, tidak terkecuali Indonesia. Hingga saat ini Australia masih memiliki daya tarik tersendiri khususnya untuk orang...

Night Market 2018: Neon Night

Acara terbesar University of Melbourne yang dikelola oleh kalangan mahasiswa hadir kembali tahun ini dengan mengusung tema Neon Night.Festival ini hanya akan diselenggarakan satu...

Gebyar Gebyar: Michael J in OZ Concert

Memasuki tahun keduanya, Michael J in OZ Concert kembali hadir di Australia tahun 2017. Konser musik yang merupakan inisiatif Balai Bahasa Indonesia di Perth...

PAMERAN ROTAN DAN MAHOGANI DI FURNITEX

Selama empat hari di pertengahan Juli kemarin penduduk lokal beramai-ramai mendatangi Furnitex yang diadakan di Melbourne Convention Centre. Furnitex adalah pameran furniture dan aneka...

JANGAN LEWATKAN PANEL DISKUSI DAN SOCIAL DINNER KONGRES PPIA

Untuk mengingatkan kembali, Kongres PPIA adalah salah satu program inti PPIA Pusat, dimana para member PPIA dari seluruh Australia membahas kegiatan-kegiatan nasional dan internasional...