“Just do everything”: Prinsip yang Membawa Keberhasilan Benita Mitzi Selian

Benita Mitzi Selian, nama lengkap seorang gadis muda yang juga seorang wirausahawati di bidang penyedia minuman sehat kekinian, Smoothie Theory.

Lahir di Makassar, menyelesaikan pendidikan 12 tahunnya di Makassar, hingga belajar bahasa Inggris disana sebelum melanjutkan pendidikannya ke Monash University, Australia.

Bersama Buset dalam wawancara singkat melalui online Zoom, gadis yang akrab disapa Ben ini membagikan sebagian pengalamannya dari semenjak kuliah di Australia hingga bisa memiliki bisnis yang sukses saat ini.

Perjalanan Pendidikan

Langsung mengambil Diploma of Business selama 8 (dalapan) bulan di Monash College setelah lulus sekolah menengah atas, Ben bercerita bahwa awalnya ia cukup kesulitan di awal semester. Selama setengah semester, ia sempat sulit menyesuaikan diri dengan bahasa Inggris.

Dari di Makassar yang sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia, ia dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris sepenuhnya di Australia. Namun karena bantuan banyak orang seperti temannya, ia melewati semester 1 (satu) dengan sukses.

Setelah selesai Diploma, ia belum berniat untuk mengambil Bachelor, dan memutuskan untuk istirahat dan pulang ke Indonesia hingga 3  bulan. Selama satu kuartal tersebut perempuan kelahiran tahun 1994 itu belum tahu apa yang akan ia kerjakan, sehingga memutuskan untuk mengambil Bachelor of Tourism and Hospitality di William Angliss Institute.

Mendapatkan workplacement di sebuah hotel, ia sepenuhnya bekerja disana dari tahun 2016 hingga 2018 sebagai karyawan operasional, sebelum memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Kenapa Memutuskan Pulang ke Indonesia?

Bekerja di bagian operasional hotel dalam program graduate management trainee, Ben merasa tidak cocok dan berpikir bahwa “I can contribute more” jika dia pulang ke Indonesia.

Ia merasa bahwa pekerjaannya saat itu sangat replaceable, jika ia keluar hari ini maka besok sudah ada penggantinya. Sedangkan jika ia kembali ke Indonesia, ia merasa “I can create something bigger”.

Walau diketahui bahwa jika ia menyelesaikan program graduate management trainee tersebut, ia akan mendapatkan kenaikan jabatan. Justru malah membuatnya enggan, karena dengan jabatan yang lebih tinggi maka akan diberi tanggung jawab yang semakin tinggi juga.

Memulai dan Sukses di Bisnis Minuman Sehat

“Sebenarnya usaha itu udah ada di kepala sejak masih di Melbourne”

Funny story bagaimana Ben memulai usahanya adalah dari kalimat canda temannya yang berkata, “kamu kalau pulang ke Indo pasti bakal gendutan, orang Indo kan makannya gorengan terus, jarang jalan kaki, kemana-mana pakai mobil.”

Maka dari itu, ia berkomitmen kepada diri sendiri, bahwa jika ia pulang ke Indonesia ia harus mejalani kehidupan yang sehat.

Dengan modal nol, putri sulung dari tiga bersaudara ini memulai bisnis minuman sehat kekinian, Smoothie Theory. Awalnya untuk konsumsi sendiri, ia iseng membagikan potret smoothie buatannya pada postingan Instagramnya, yang ternyata sangat banyak orang tertarik.

Akhirnya ia memulai bisnisnya tersebut, dari pembelian via Instagram. Sempat mengikuti bazar, membuka outlet hingga sempat buka di mall, namun harus tutup karena pendemi.

Ia memutuskan untuk fokus penjualan dari rumah dan online, ternyata selama pandemi bisnisnya ini semakin membaik karena banyak orang yang mulai sadar untuk hidup sehat.

Saat ini, sudah ada 3 cabang outlet yang berada di Makassar. Selain menjual produk, tentu Ben memiliki tujuan untuk mengedukasi banyak orang terkait dengan kesehatan dan bisnis.

Rencana Kedepan Bisnisnya

Untuk saat ini, Benita masih fokus untuk mendominasi Makassar dan Indonesia bagian Timur, karena memang di sana belum banyak bisnis sejenisnya. Paling utama menurutnya tentu adalah membangun brand hingga siap untuk semakin dikembangkan.

Setahun kedepan, ia memiliki rencana untuk menjadi produsen.

Prinsip Ben dalam berbisnis yaitu, berusaha terus bangun brand, selalu memperbesar exposure.

“Dari Covid-19 kita belajar, bahwa gak ada yang pasti,” karena memulai bisnisnya dari nol, Benita merasakan bagaimana ‘setiap rupiah itu berharga’.

Pesan Ben Untuk Pembaca Buset

“Aku dulu waktu masih sekolah pokoknya I just do everything saja and get to know as many people as possible. Kenalan harus banyak, coba aja sebanyak-banyaknya. Waktu sekolah aku ngerasa weak banget, mentally weak, yang gampang nangis pokoknya lemah.

Nah karena banyaknya pengalaman, sekarang apapun yang terjadi rasanya santai saja. Apapun yang kita lalui, itu yang membentuk kita hingga saperti ini.”

“Selalu coba banyak hal, kerjaan beda-beda, apapun yang kita pelajari pasti bakal berguna di kemudian hari. Just do your best. You have nothing to lose. Just do everything. Walau gagal, ya udah gak apa-apa. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya, apalagi kalau masih muda, jangan takut.

If you can afford the biggest risk, just do it.”

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Mengapa Tingkat Kebahagian Penjual Properti Meningkat Drastis

Sebuah survei dari ratemyagent yang terdiri dari 40,000 responden melaporkan bahwa tingkat kebahagiaan penjual properti telah meningkat dari 20 persen di Desember 2018, menjadi 41 persen...

MASAK KUY: Perkedel Kentang Isi Keju

Mau ngemil tapi yang lebih mengenyangkan? Coba lihat resep ini!Bahan-bahan yang dibutuhkan :Kentang 3 buah (berukuran besar)Bawang Putih 3 siungBiji Pala / Nutmeg ¼Lada Putih...

Dinamika Hubungan Australia-Indonesia di Era Kristiarto Legowo

Diratifikasikannya perjanjian dagang komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership Agreement (IA-CEPA), kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Canberra, dan diluncurkannya Blueprint for Trade and...

Mengapa Harga Sewa Tempat Tinggal di Kota Melbourne Sangatlah Murah Dan Mengapa Saat Ini Adalah Saat yang Tepat Untuk Menjadi Penyewa

Selama 12 tahun saya bekerja sebagai Managing Director di Xynergy Realty, belum pernah saya menyaksikan banyaknya apartemen yang kosong di Melbourne seperti saat ini. Penurunan ini...

VISA UNTUK LULUSAN AKUNTANSI

Belakangan ini, banyak mahasiswa-siswi lulusan Accounting degree yang kebingungan dengan aplikasi visa di Australia. Informasi yang tidak lengkap dan rumor antar siswa membuat aplikasi visa...