Semua orang pasti sudah mengenali bahwa lorong-lorong kecil Melbourne menyimpan pesona besar nan magis akan harta kulinernya, yakni kopi. Dengan cantiknya gugusan kafe berdiri untuk menyajikan kepada para Melbournian kopi paling segar dan paling nikmat yang pernah ada. Memang bukanlah suatu mitos bahwa Melbourne ibukota kopi dunia. Mulai dari Espresso, Macchiato, Cappuccino, hingga Americano memiliki tempat istimewa di hati para penduduk Melbourne. Kebanyakan dari kedai-kedai kopi ini mengambil biji-biji kopi yang berasal dari negara-negara di luar Indonesia seperti Guatemala, Brazil atau Colombia. Tetapi semua itu telah berubah karena kini hadir Jabarano Coffee yang sigap menaklukkan hati para Melbournian penggila kopi!

Ridwan Kamil bersama Sally Capp

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang adalah pendiri dari kafe Jabarano Coffee ini memberitakan gemilang kesuksesan Indonesia dalam bidang ekonomi pada tahun 2045 untuk diposisikan sebagai negara peringkat keempat di dunia. Semua ini ia kalkulasi dengan pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia yang kian menaik dan diharapkan akan terus secara stabil berkembang sebesar lima persen. Sebagai sebuah kontribusi dalam mewujudkan mimpi yang diidamkannya itulah akhirnya Ridwan Kamil membuka Jabarano Coffee, kafe Indonesia di Melbourne.

Selama bertahun-tahun lamanya petani Indonesia mengalami krisis dalam proses distribusi hasil pertanian mereka. Baik petani padi hingga petani kopi pun kian mengandalkan tengkulak sebagai orang ketiga dalam mengedarkan hasil panen mereka kepada para konsumer. Memang betul bahwa para tengkulak akan menerima segala hasil panen yang para petani hasilkan dalam kualitas apa pun sehingga para petani hanya mendapatkan pekerjaan memetik ceri kopi tanpa memilah-milah mana yang berkualitas baik dan yang jelek. Tetapi para tengkulak memposisikan diri mereka lebih berkuasa sehingga mereka mampu merampas sebagian besar laba dari penghasilan petani-petani tersebut.

Bisnis pertanian ini membawa kepahitan lara pada kehidupan para petani yang sebagian besar dari mereka haknya dalam menentukan harga jual biji kopi hasil keringat mereka sendiri telah dirampas oleh para tengkulak. Para tengkulak kian menjerat para petani dengan saling bekerja dengan sesama komunitas tengkulak sehingga pemeran utama perekonomian agraris Indonesia ini tidak memiliki pilihan lain selain bergantung pada para tengkulak.

Jabarano resmi dibuka!

Ridwan Kamil menyaksikan musibah ini dengan penuh iba dan berhasil menyimpulkan bahwa sistem perdagangan yang adil atau yang lebih dikenal dengan sistem fair trade-lah yang dapat menyelamatkan para petani dari kepurukkan ini. Dari situlah ia membentuk bisnis Jabarano Coffee yang dijalankan dengan sistem fair trade.

“Jadi, Jabarano menggantikan peran para tengkulak dalam sistem distribusi hasil panen para petani kopi, yaitu sebagai pihak tengah antara petani dan konsumer di Melbourne. Para petani kopi mengirimkan biji-biji kopi mereka dan kami akan memilahnya terlebih dahulu sebelum lalu biji-biji yang berkualitas terbaik itu kita jual dengan harga 10 kali lepat lebih tinggi daripada harga yang biasanya diberikan oleh para tengkulak. Semua profit dari pembelian biji-biji kopi ini diberikan secara utuh kepada para petani. Bukan hanya para petani yang diuntungkan dari sistem fair trade ini tetapi para konsumer yang membeli biji kopi dari petani-petani Indonesia akan kualitas kopi terbaik dari Jawa Barat,” jelas Natanael Charis, salah satu figur di balik lahirnya Jabarano

Sentoso yang berperan dalam mengurus pengiriman biji-biji kopi ini menambahkan bahwa slogan the finest of West Java yang dimiliki oleh Jabarano bukan hanya menjelaskan kualitas dari kopi-kopi Jawa Barat yang dipakai tetapi dikarenakan kebahagiaan yang disalurkan baik kepada para pembeli yang mengonsumsinya maupun para petani yang bekerja.

Kopi Jabarano memang berbeda dibandingkan kopi-kopi Indonesia lainnya. Kopi Jabarano termasuk yang disebut dengan kopi giling, merupakan kopi dalam bentuk aslinya tidak seperti kopi-kopi Indonesia lainnya yang diproduksi dalam bentuk bubuk mix seperti Kapal Api. Karena keunikan khusus itulah yang membuat nilai kopi Jabarano jauh lebih tinggi daripada yang biasanya diproduksi di Indonesia.

Tapi tentunya sahabat BUSET kian bertanya asal usul di balik nama Jabarno bukan? Ridwan Kamil nan kreatif terinspirasi oleh nama oleh kopi barat nan terkenal yakni americano. Lalu, beliau mengambil singkatan provinsi Jawa Barat yakni Jabar dan menyatukannya dengan sebutan americano, sehingga terbentuklah nama Jabarano!

Para pengunjung tak sanggup berhenti memamerkan kopi Jabarano mereka

Jabarano resmi melayani Melbourne pada tanggal 26 Februari yang disambut dengan begitu hangat oleh komunitas Indonesia setempat. Acara pembukaan pun dimeriahkan oleh kehadiran Konsul Jendral Spica Tutuhatunewa beserta Ibu Walikota Melbourne Sally Capp.

“Sungguh produk kopi yang berkualitas luar biasa di Jabarano. Terlebih lagi saya yakin bahwa Jabarano akan menjadi sebuah hit besar di Melbourne,” ujar Sally sembari mencicipi kopi khas Jawa Barat tersebut.

Bintang