MELEPAS RINDU DI INDONESIAN SATAY FESTIVAL 2014

Acara tahunan Indonesian Satay Festival kembali diadakan Perwira (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) awal Mei silam di Box Hill Town Hall. Alasan utama bagi kebanyakan pengunjungnya datang ke festival ini adalah untuk menikmati berbagai makanan tradisional serta pertunjukan budaya Indonesia. Akan tetapi, dari pantauan BUSET pada hari tersebut terlihat adanya penurunan jumlah penjual makanan.

“Bedanya tahun ini food stall-nya berkurang karena dibarengin dengan acara lain. Tahun lalu lebih banyak daripada ini. Untuk performance kita lebih dari yang kemarin. Time dari setiap performance lebih panjang,” ujar Nunung Bonser selaku Ketua Umum Perwira saat dimintai pendapatnya.

Kunjungan BUSET ke Indonesian Satay Festival tidak hanya fokus untuk wisata kuliner namun BUSET pula mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Chairperson Victorian Multicultural Commissionen Chin Tan. Menurut beliau, pihaknya dengan bangga telah banyak memberikan dukungan serta bantuan finansial untuk membantu komunitas Indonesia agar bisa lebih dikenal di wilayah Victoria. Chin Tan menambahkan, kendala terbesar ialah banyaknya jumlah komunitas serta tenaga yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan sebuah acara. “Angka dari komunitas Indonesia di Melbourne cukup besar sehingga membutuhkan sarana yang lebih interaktif untuk bisa mempromosikan budayanya kepada masyarakat luas. Kami dari Komisi Victorian Multicultural akan dengan senang hati memberikan gagasan ide serta koneksi, sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan masyarakat Australia.”

Pertunjukan pencak silat, angklung dari Mojang Angklung Dharma Wanita Persatuan KJRI Melbourne dan Tari Saman oleh Grup Saman Melbourne adalah beberapa yang meramaikan panggung yang dipandu MC Nika dan Dwi hari itu.

Acting Consul General Republik Indonesia Ita Puspitasari mengatakan “setiap tahun kami pasti mendukung acara Indonesian Satay Festival. Pokoknya, asalkan ormas tersebut ingin mempromosikan Indonesia maka kami pun akan ikut serta.”

 

Discover

Sponsor

Latest

PERATURAN BARU FREKUENSI AUDIO WIRELESS

Telah diputuskan sejak tahun 2013 lalu, peraturan baru dalam penggunaan peralatan audio wireless di Australia yang mulai dijalankan sejak 1 Januari lalu. Kini peralatan...

Orchida dan Faisal Pamit Diri Kepada Masyarakat Melbourne

Setelah tiga tahun menunaikan tugas sebagai Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler dan Konsul Fungsi Ekonomi, Faisal M. Perdanaputra dan Orchida Danudjaja, kembali...

AFL INDONESIA

  Tak bisa dipungkiri, Australian Football League yang disingkat AFL sudah merupakan sebuah bagian yang tidak bisa dipisahkan bagi penduduk Australia. Siapa yang sangka, permainan...

N.O.W (Night of Worship) with Vita Adam

Praise & Worship Seminar and Praise & Worship Night            Di bulan Agustus 2014, kembali gereja Indonesia berbasis di Melbourne city, Replique Ministry, merayakan anniversary...

RAIH CITA-CITA

Info lebih lanjut klik disini