Home BUSET NGELIPUT Idul Fitri 2017: Rindu Tak Terbendung Sebagian

Idul Fitri 2017: Rindu Tak Terbendung Sebagian

0
Idul Fitri 2017: Rindu Tak Terbendung Sebagian
Shalat Ied di Melbourne University Sport Hall Centre

Taqaballahu minna wa minkum, shimayamana wa shiyamaku wa ahalahullah alaik

Shalat Ied di Melbourne University Sport Hall Centre

Idul fitri atau Lebaran sudah merupakan ajang untuk menjalin tali silaturahmi dan berkunjung ke sanak saudara bagi rakyat Indonesia. Seusainya melaksanakan Shalat Ied berjamaah, pada umumnya, orang Indonesia berbondong-bondong datang kerumah saudara untuk mencicipi aneka hidangan yang telah disiapkan pada malam sebelumnya.

Tradisi yang sudah menjalar ini pun diwujudkan oleh komunitas-komunitas Muslim Indonesia di Melbourne. Seperti, Surau Kita, salah satu mesjid IMCV ini menggelar perhelatan Shalat Ied bersama di Melbourne University Sport Hall Centre pada hari Minggu, 25 Juni 2017 silam. Rangkaian acara yang dimulai dengan Shalat Ied dua rakaat ini

Panitia Shalat Ied Surau Kita

berlangsung dari pukul 7. Khotbah digelar oleh Ustadz Yahya yang menyampaikan bagaimana pentingnya memaknai Bulan Ramadhan dan untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak ketinggalan, panitia setempat telah menyiapkan berbagai macam makanan yang siap untuk disantap termasuk opor ayam yang sudah menjadi tradisi, mie goreng, dan aneka gorengan serta makanan manis lainnya.

Konjen Dewi dan keluarga menyambut masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi

Pada hari dan jam yang sama, ruang serbaguna Bhinneka di KJRI Melbourne juga menggelar Shalat Ied yang dipimpin Ustadz Ahmad Sukri bersama dengan Ustadz Nuim Khaiyath selaku khotib. Tentunya tidak ketinggalan acara open house oleh pihak KJRI

Suasana hangat hari suci di KJRI Melbourne

Melbourne mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama merayakan Lebaran. Konsul Jenderal Dewi Savitri Wahab bersama keluarga menyambut langsung ratusan masyarakat yang dating silih berganti hingga siang hari. Makanan khas Lebaran lontong sayur langsung disajikan kepada khalayak yang datang, tidak lupa juga es cendol turut memanjakan lidah di hari pertama Lebaran tersebut.

Alifia, rr

APA KATA MEREKA

Dini Noer Heidiati – Bachelor of Chemical Engineering RMIT University
Merayakan Lebaran jauh dari keluarga pastinya sedih dan kangen. Apalagi masakan mama dan kue-kuenya tentu itu juga sangat saya rindukan. Namun, ini bukan kali pertama saya merayakan Lebaran di Melbourne, bisa dibilang ini sudah tahun keenam saya jauh dari orangtua ketika Idul Fitri. Meskipun setiap tahunnya memberikan kesan yang berbeda-beda, tapi Lebaran kali ini meninggalkan kesan yang sangat baik bagi saya karena bisa merayakan bersama teman-teman perantau dan sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri.

 

Arfenia Nita – Master of Management (Finance) Melbourne University
Ini merupakan kali pertama saya melaksanakan dan merayakan Shalat Idul Fitri jauh dari keluarga. Dan ternyata tidak se-sepi dan menyedihkan yang saya kira!
Saya bertemu dengan banyak teman-teman yang juga memiliki situasi yang sama, yakni harus merayakan Lebaran tanpa keluarga. Selain itu, saya dan teman-teman yang lain juga menghadiri beberapa undangan open house yang digelar beberapa keluarga yang sudah menetap di sini. Semua ini memberikan warna dan pengalaman baru bagi saya. Dan yang jelas, telah membuat saya menjadi bagian dari sebuah keluarga. Kedepannya saya berharap, komunitas Indonesia, khususnya, dan Muslim Melbourne, umumnya, bisa lebih kuat sehingga bisa menjaga dan terus kolaborasi dalam menyelenggarakan ibadah dan acara Idul Fitri lebih sesukses saat ini atau lebih baik lagi.

 

Gadys Astrie – Diploma of Hospitality Commercial Cookery William Angliss Institute
Persiapan Idul Fitri tahun ini bisa dibilang berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini saya dan housemate saya memutuskan untuk mengadakan open house di rumah kami. Halal bihalal yang kami persiapkan juga sederhana saja. Kami memasak berbagai menu umum seperti opor dan bihun, juga ada makanan kecil seperti bakwan, putri salju, dan meringue. Buat saya ini merupakan kali ketiga saya merayakan Lebaran di Australia. Tentu ada rindu akan kehebohan keluarga yang mempersiapkan makanan menjelang Idul Fitri. Apalagi bagian ketika berkumpul bersama sanak saudara dan berkunjung ke tetangga-tetangga untuk melakukan silaturahmi. Di kemudian hari saya sangat berharap bisa membawa keluarga saya nantinya untuk mencoba merayakan Idul Fitri di sini. Agar mereka dapat melihat perbedaannya ketika merayakan Lebaran di luar Indonesia.