Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai apa yang dimaksud dengan titik impas (Break Even Point) dan mengapa penting diketahui oleh pemilik bisnis.

Tanpa mengetahui titik impas bisnis yang dijalankan, Anda tidak dapat membuat keputusan bisnis yang tepat.

Untuk menutupi biaya bisnis, Anda perlu menjual barang atau jasa dalam jumlah tertentu untuk mencapai titik impas Anda. Mengetahui dimana titik itu, dan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mencapainya, dapat menjadi dasar bagi kesuksesan Anda. Ini terutama kenyataan yang akan Anda hadapi saat memulai atau membeli unit bisnis.

Langkah pertama adalah menetapkan biaya tetap dan variabel Anda.

Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan kumpulan tagihan yang harus dibayar secara rutin oleh bisnis Anda, terlepas dari keuntungan yang bisnis Anda hasilkan. Juga dikenal sebagai biaya operasional, mereka dapat mencakup:

• Gaji untuk staf tetap

• Sewa tempat

• Asuransi

• Bunga hutang

Biaya Variabel

Merupakan kumpulan biaya yang meningkat seiring dengan tingkat penjualan Anda – bahan dan biaya produksi adalah dua contoh. Lainnya termasuk bonus penjualan, upah tenaga paruh waktu dan pengiriman.

Sekarang perhitungkan:

• Total tagihan biaya tetap untuk tahun ini.

• Biaya variabel keseluruhan rata-rata untuk setiap produk atau layanan yang dijual (Biaya Variabel per Unit).

Beberapa tagihan mungkin merupakan kombinasi dari biaya tetap dan variabel, seperti perpecahan tagihan telepon antara biaya langganan rutin dan biaya panggilan interlokal misalnya. Pisahkan tagihan ini menjadi bagian-bagian yang tetap dan variabel untuk akurasi yang lebih baik.

Jika memecahnya terlalu memakan waktu, pilih elemen mana yang lebih besar dalam tagihan dan lakukan klasifikasi dari situ. Misalnya, jika Anda tidak melakukan banyak panggilan ke ponsel atau di luar area lokal Anda, Anda akan mengklasifikasikan tagihan telepon sebagai yang biaya tetap.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai titik impas, mari kita asumsikan bisnis Anda memproduksi sepatu dengan detail sebagai berikut:

• Biaya tetap yang dianggarkan sebesar $ 60,000.

• Biaya rata-rata untuk membuat sepasang sepatu adalah $ 110.

• Harga jual rata-rata per pasang sepatu adalah $ 250.

Menghitung titik impas Anda memerlukan penggunaan beberapa rumus:

1. Harga Penjualan per Unit ($ 250) dikurangi Biaya Variabel per Unit ($ 110) = Margin Kontribusi per Unit ($ 140).

2. Kontribusi Margin per Unit ($ 140) dibagi dengan Harga Penjualan per Unit ($ 250) = Rasio Margin Kontribusi (0.56).

3. Biaya Tetap ($ 60,000) dibagi dengan Rasio Marjin Kontribusi (0.56) = Volume Penjualan Impas ($ 107,142).

Berdasarkan perhitungan ini, jika penjualan sepatu yang ada melebihi dari total $ 107,142 maka Anda akan mendapat untung. Itu setara dengan 429 pasang sepatu.

Setelah Anda menentukan titik impas Anda, langkah selanjutnya adalah menentukan berapa volume penjualan yang Anda butuhkan untuk mencapai titik impas yang realistis dan dapat dicapai.

Anda juga dapat menggunakan perhitungan titik impas untuk melihat dampak perubahan biaya pada bisnis Anda. Jika Anda bisa mendapatkan bahan yang lebih murah dan mengurangi biaya variabel per pasang sepatu, Anda harus menjual lebih sedikit untuk mencapai titik impas.

Jika penjualan Anda tetap sama, Anda akan mendapat lebih banyak keuntungan.

Agar bernilai nyata bagi Anda, perhitungan biaya tetap dan variabel Anda harus akurat. Memasukkan angka yang tidak akurat ke dalam perhitungan titik impas Anda akan memberi Anda hasil yang tidak akurat. Sebaiknya investasikan waktu untuk menghitung angka-angka Anda secara akurat.

Virda Ersan
SEA Accountants
m: 0434 378 718

The Materials are provided for general information purposes only and are not intended as professional advice and should not be substituted for, or replace, such professional advice.