ICC MENGANGKAT TEMA NATAL “Hope, Faith and Love”

Kelahiran Tuhan Yesus kembali dirayakan bersama oleh umat Gereja Indonesian Congregation Camberwell (ICC) di St. john Anglican Church, Camberwell. Serupa seperti tahun sebelumnya, ICC mengundang masyarakat luas dari berbagai latar belakang dan keyakinan, bukan hanya masyarakat Indonesia yang beragama Kristen.

Tema yang diangkat di tahun 2014 ini adalah Hope, Faith and Love. Ketua Panitia Natal ICC Yolanda Ohello mengatakan tema tersebut ditemukannya dalam Alkitab 1 Petrus: 1. “I think it’s very beautiful,” ujarnya.

Tema tersebut pun diwujudkan dalam berbagai bentuk penampilan dari jemaat ICC; dimulai dari tarian cantik oleh anak-anak sekolah minggu yang berpakaian seperti malaikat, sampai koor yang menyanyikan lagu-lagu khas Natal.

Ibu dua anak ini berharap acara natal ICC dapat membawa kebaikan kepada semua orang yang telah terlibat dan telah datang.

“Saya cuma mau semua orang yang datang dan terlibat hari ini, baik jemaat, pelayan, hamba-hambanya; come out from here filled with hope and faith and love. Jadi dalam kehidupan sehari-hari (mereka) dapat dipenuhi pengharapan, iman dan kasih.”

Berbagai dekorasi nan indah dan berwarna-warni tidak luput menghiasi seisi ruang ibadah sehingga suasana Natal pun menjadi lebih terasa. Rupanya persiapan yang dilakukan oleh seksi acara dan dekorasi, Ganda Marpaung, berlangsung kurang dari satu bulan. “Untuk acara sebenarnya ide-idenya sudah lama. Tapi saya mulai bekerja sekitar tiga minggu terakhir,” jelasnya.

Bagi Ganda yang sudah tidak asing lagi berkiprah di berbagai acara promosi Indonesia semacam Festival Indonesia dan Pako Festa, pelayanan untuk gereja memberikan kepuasan batin tersendiri. Lagipula, pemilik Nauli Dancer ini mengaku, dirinya senang mengajar tari-tarian pada anak-anak.

Dalam kotbahnya, Pendeta Kuncoro Rusman berharap para umat dapat menyebarkan arti Natal yang sebenarnya, yaitu kelahiran Yesus Kristus yang penuh kasih dan harapan. Hal ini dijelaskan beliau sebab banyak orang, terutama yang tumbuh di lingkungan yang tidak mengenal Tuhan, menganggap Natal sebagai hari libur maupun dekorasi berupa pohon natal, lampu yang berkelap-kelip dan Santa Klaus semata.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Konsul Muda Protokol dan Kekonsuleran Oldrin Lawalata yang membawa pesan dari Konsul Jendral Dewi Wahab. Di kesempatan tersebut beliau mengungkapkan rasa terimakasih KJRI kepada gereja yang telah bersama-sama menyatukan dan melayani masyarakat Indonesia yang ada di Melbourne. Tentunya beliau juga tidak lupa untuk mengucapkan selamat hari Natal dan tahun baru kepada semua orang yang hadir.

Lucky Kalonta selaku Ketua Majelis ICC mengapresiasi semua komunitas yang telah hadir.  Dirinya pun berharap agar keceriaan Natal dapat membawa perdamaian dan pengharapan dunia.

Tidak lengkap perayaan tanpa hidangan makan malam dan santapan penutup yang lezat. Para pengunjung pun dapat saling mengucapkan selamat Natal dan berkumpul bersama dalam kegembiraan.

 

* GALERI FOTO *









 

gaby
foto: ga/rr/tjintjin

 

Discover

Sponsor

Latest

Dany Muhajir Sjafi’ie – Wajah Baru Generasi Muda Muslim Indonesia Melbourne

Setelah setahun kepengurusan YIMSA (Young Indonesian Muslim Student Association) periode 2016/2017 berakhir, kini saatnya YIMSA mengganti wajah baru. Sabtu, 11 Maret 2017 kemarin YIMSA...

Pengalaman Keluarga Positif Saat Stay At Home

Pertumbuhan penyebaran COVID-19 di Australia yang cepat sejak awal Maret 2020 menginisiasi pemerintah untuk melakukan pembatasan aktivitas yang melibatkan banyak orang. Banyak...

Akankah Saya Kebagian atau Kehilangan Keju di Tahun Tikus?

Catatan: Luangkan baca dengan teliti sampai tuntas agar tidak gagal paham. Merasa capek, buang waktu, dan tenaga membacanya? Pikirkan lah waktu dan tenaga yang...

Pesan Natal Konjen Spica: Damai Sejahtera dan Rukun Bermasyarakat

Kerukunan dan tolerasi antar umat beragama adalah bagian dari semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Setuju dalam perbedaan berarti menerima dan menghormati orang lain...

DIASPORA, ASET BERHARGA DI LUAR NEGERI

Adalah seorang Dino Patti Djalal, founder Indonesia Diaspora Network (IDN) dan Foreign Policy Community of Indonesia (FCPI). Kariernya diawali pada tahun 1987 dalam kepemerintahan Republik...