iCARE, AJANG CARI BAKAT

iCare (Indonesian Career Expo) yang perdana baru saja dilangsungkan di Wilson Hall, Melbourne University. Objektif utama dari acara garapan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Victoria (PPIA) ranting Melbourne University tersebut ialah untuk menjembatani mahasiswa Indonesia yang akan menyelesaikan studinya di Melbourne dan perusahaan asal Indonesia yang ingin mencari benih murni untuk bisa dipekerjakan di perusahaan mereka.

Berbagai perusahaan kelas kakap diundang datang ke iCare, diantaranya Bank Indonesia, Kompas Gramedia, Unilever Indonesia, Lippo Group, Bank BCA, Bank Mandiri, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Astra Internasional. Melalui ekspo ini para mahasiswa dapat memberikan resume dan berkonsultasi langsung dengan perwakilan dari masing-masing perusahaan.

“Ini bagus banget karena bisa langsung ketemu dengan perwakilan dari perusahaan dari Indonesia. Biasanya, kita yang harus cold calling untuk cari kesempatan. Sekarang, mereka langsung datang ke kita,” ujar Astari Andini, mahasiswi jurusan Marketing dan Kehumasan di Deakin University.

Sebaliknya, pihak penyedia lapangan kerja pula menyambut baik antusiasme para pengunjungnya. “Kita ingin punya pegawai yang berkualitas untuk menjadi perusahaan bank nomor satu di ASEAN pada tahun 2020. Oleh karena itu, kita perlu orang muda yang berkualitas. Sampai saat ini kita baru cari potensi-potensi ini di dalam negeri. Nah, lewat acara ini kita ingin menghimbau mereka yang punya potensi di luar negeri untuk bisa pulang dan bekerja dan membangun Indonesia,” ungkap Ferry Prima Adhyaksa sebagai Vice President Human Capital Service Bank Mandiri.

Ferry menambahkan, “international qualifications itu penting karena membantu kita untuk bisa compete dengan perusahaan-perushaan asing.”

BUSET juga sempat berbincang dengan Menur Karen Kamarullah yang berharap bisa mendapatkan kandidat yang cocok untuk Kompas Gramedia. “Yang penting itu passion. When you work with passion, you will do it perfectly. Bagi teman-teman yang punya kesempatan untuk bersekolah di overseas, mereka bisa berinteraksi dengan budaya yang berbeda dan pastinya teknologi. Kalian lebih update. Kenapa ngak pulang dan share semua itu,” tegas Karen.

 ** APA KATA MEREKA **

Di sini dapat kesempatan untuk ketemu dengan perusahaan dari Indonesia dan kirim CV plus mencoba peruntungan. Semoga pulang ke Indonesia bisa dapat kerja.

Aku kepingin mengumpulkan informasi mengenai perushaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Di Indonesia nanti, aku ingin bawa new ideas dengan konsep-konsep baru yang aku pelajari di sini.

***

Kalau ekonominya tidak bisa keep up dengan standar global kita tidak bisa compete! Maka itulah kelebihan teman-teman yang mendapatkan pendidikan di luar negeri dapat digunakan. Best practices adalah melalui kehidupan sehari-hari. Menyadari tentang maturity of society, bagaimana orang bisa mempunyai visi tentang masa depan. Itu yang kita butuhkan di Bank Indonesia agar bisa mempunyai standar yang sama dengan dunia.

 

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

SIAPAKAH Dream Tours ?

Dream Tours adalah perusahaan Wholesale Inbound Tour Operator berlisensi yang berdiri sejak tahun 2013 dan memiliki kantor cabang di Melbourne dan di Jakarta. Staff...

International Friendship Day

Semua orang pasti setuju bahwa pertemanan merupakan hal yang penting. Bersama teman kita dapat saling berbagi suka dan duka kehidupan. Bahkan PBB telah secara...

BIOSKOP, our gift to Australia and Indonesia

Indonesian movie industry has developed significantly in the last decade and it is starting to make its mark internationally with awards and inclusion of...

HUT KE-12 SAMAN MELBOURNE AKAN GELAR “ARTIUMNATION”

Melbourne tak henti-hentinya menjadi “showcase” kekayaan budaya Indonesia dan saksi atas kreatifitas dari berbagai komunitas. Tepat berulang tahun yang ke – 12 di tahun...

HARMONY DAY EVENT REGISTRATIONS NOW OPEN!

THE HON ALAN TUDGE MP MINISTER FOR CITIZENSHIP AND MULTICULTURAL AFFAIRS  MEDIA RELEASE   6 February 2018   Community groups are being encouraged to support a Harmony Day event, as...