Ibnurrais Yani | Presiden PPI Australia Pusat 2021-2022

Selagi masih bisa bawa dampak positif untuk sekitar, kenapa tidak?

Ibnurrais Yani, Presiden PPI Australia 2021/2022

Empat tahun bergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA), Ibnurrais Yani akhirnya tiba di posisi Presiden PPIA Pusat Periode 2021/2022.

Mencalonkan diri persis satu hari sebelum pendaftaran ditutup, Ibnu mengaku tidak menyangka akan terpilih, pasalnya, ketiga kandidat lainnya merupakan yang terbaik dari cabang masing-masing.

“Alhamdulillah pas dapat hasilnya senang dan bangga sama diri sendiri, ternyata bisa sampai kesini, bisa diberi kepercayaan ini,” kata Ibnu ketika diwawancarai BUSET via Zoom, Selasa, 3 Agustus yang lalu.

Pengalaman berorganisasi sudah lama dimiliki Ibnu, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden PPIA Monash 2018/2019, Presiden PPIA Victoria 2019/2020, dan Sekretaris Jenderal PPIA Pusat 2020/2021. Menurut pria kelahiran tahun 1997 ini, selagi masih bisa melayani, selagi masih punya visi dan misi, kenapa tidak?

Visi Misi untuk PPIA Pusat

“Aku ingin supaya PPIA Pusat bisa menjadi induk yang mengayomi PPIA cabang dan ranting,” kata Ibnu, yang saat ini sedang menempuh pendidikan Master of Biotechnology di Monash University.

“Sebagai induk, tahun ini, aku ingin mengajak PPIA Pusat untuk lebih fokus membangun sense of belonging antar PPIA.”

Mempertahankan sistem yang sudah dijalankan oleh pengurus-pengurus PPIA Pusat sebelumnya, Ibnu ingin memastikan agar seluruh cabang dan ranting PPIA bergerak dalam satu tujuan, walaupun memiliki visi misi yang berbeda-beda.

“PPIA Pusat bukan ranting baru, tetapi pusatnya PPIA. Kita PPIA satu. Jadi yuk, kita samakan tujuan dan sambungkan visi misi kita semua,” ajaknya.

Selain itu, Ibnu juga berharap dapat meningkatkan komunikasi sesama PPIA. Menurutnya, koordinasi PPIA memang sudah sering dievaluasi dan ditingkatkan, tetapi komunikasinya masih perlu dibenahi dan ditambah.

Dari segi program, di periode ini, Ibnu ingin menciptakan wadah untuk menampung ide dan aspirasi pelajar Indonesia dalam menghadapi isu-isu strategis di Australia dan tanah air. Baginya, ilmu-ilmu yang sudah pelajar Indonesia dapatkan semasa belajar disini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di rumah.

Terinspirasi dari kegiatannya di laboratorium sepanjang kuliah Biochemistry dan Biotechnology, Ibnu yakin perencanaan dan persiapan maksimal adalah kunci kesuksesan sebuah kegiatan.

“Pelajaranku seringnya research-based, jadi biasanya sebelum kita ke lab, sudah ada gambaran apa yang akan kita lakukan. Kita biasanya sudah persiapkan mau experiment apa, bahan yang dibutuhkan apa, step-stepnya apa saja,

“Inilah yang bisa kita aplikasikan di PPIA, yaitu planning dan preparation yang kuat sebelum eksekusi program. Untuk mengurangi kesalahan atau trial dan error, lebih baik kita sudah ada list resikonya, sudah cari backup plan-nya.”

Ambil Andil dalam visi Indonesia Emas 2045

Membahas aspirasinya untuk Indonesia, Ibnu ternyata punya cita-cita jangka pendek dan jangka panjang.

“Aku ingin menciptakan pergerakan dibidang kesehatan dan pendidikan, karena menurutku, itu sektor-sektor yang paling penting untuk dibenahi saat ini. Itu juga adalah sektor yang sejalan dengan kegiatan dan pendidikanku,” cerita Ibnu, yang sepanjang lockdown tahun lalu ternyata belajar baking.

Untuk jangka pendek, pria pencinta Thai Green Curryini berharap dapat membentuk sebuah Non-Governmental Organisation (NGO) yang fokus dalam mempersiapkan anak-anak Indonesia untuk masa depan, dari segi kesehatan dan pendidikan.

“Aku ingin NGO ini bantu menyongsong cita-cita Bappenas [Badan Perencanaan Pembangunan Nasional] untuk Indonesia Emas 2045. Karena menurut aku, untuk mencapai itu, semua sektor perlu berkontribusi, bukan hanya dari segi ekonomi.”

Sementara itu, untuk cita-cita jangka panjang, Ibnu ternyata punya harapan dan mimpi suatu saat bisa terjun ke dunia Politik, yakni menjadi Menteri Kesehatan.

“Ini harapan dulu ya, mudah-mudahan aja, karena kan sektor kesehatan sejalan sama pendidikan aku dan kebetulan sedang butuh pembenahan. Moga-moga aku bisa mengabdi ke masyarakatdan bisa bantu improve negara kita dari segi kesehatan,” kata Ibnu sambil tertawa.

UP CLOSE & PERSONAL

Hobi Ibnurrais Yani

  1. exploring new thing, karena lockdown jadi belajar baking
  2. Makan makanan favorit: Thai Green curry
  3. Hang out di kafe

Rekomendasi restoran untuk hangout dan meeting dari Ibnu

  1. Seven Seeds Coffee Roasters, Carlton
  2. Makan in Melbourne, Little Collins St

Velahttp://www.buset-online.com
A writer, a media and communication student, a passionate food-taster and a culture-admirer.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ramadhan di Melbourne

Info lebih lanjut, silakan hubungi:Baitul Ma'mur: Ridwan | 0432 748 520Sulit Air Sepakat: Mizi | 0404 839 943Surau Kita: Muhammad Reza | 0424 334...

AKRAB BERSAMA DUBES BARU

Suasana di dalam ruang KJRI Melbourne riuh dan dipenuhi nyaris 200 warga Indonesia yang tinggal di Victoria khususnya para ketua komunitas Indonesia. Tercatat ada...

Upayakan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan bertambahnya kekhawatiran akan kesediaan pangan dalam pandemi covid-19, para pakar pertanian dan pengusaha hadir untuk memberi solusi ketahanan pangan di Tanah Air. Demikianlah...

Wawancara dengan Konsul Jendral Spica Tutuhatunewa Kamis, 21 Mei 2020

Sejak munculnya COVID-19 di Victoria, KJRI Melbourne terus beroperasi setiap harinya dengan menetapkan penyesuaian sejalan dengan protokol kesehatan setempat yang berlaku. Pelayanan dan bantuan...

Malam Pisah Sambut di KJRI Melbourne

Baru-baru ini aula Bhinneka Graha KJRI Melbourne terlihat penuh dengan masyarakat Indonesia berpakaian batik yang menghadiri acara Malam Pisah Sambut pejabat KJRI Melbourne. Acara...