I Stutter. So What?

Tumbuh menjadi seorang yang gagap itu rasanya campur aduk. Public speaking menjadi ajang yang paling ditakuti. Bukan hanya karena perasaan nervous yang biasa dirasakan public speaker handal sekalipun, namun kemungkinan bahwa aku bisa saja merusak ajang ini dengan kegagapanku. Terkadang pula, sulit sekali rasanya menyelesaikan satu kalimat dalam percakapan santai sampai-sampai membuatku malu pada pacarku yang saat itu menjadi lawan bicaraku. Namun, ada kalanya juga aku menjadi terbiasa dengan semua ini, menerima fakta bahwa aku memang gagap dan memang beginilah caraku berkomunikasi.

Sebenarnya, apa sih gagap itu?

Gagap, atau dalam bahasa inggris disebut stuttering adalah gangguan bicara yang ditandai dengan pengulangan suara, suku kata atau kata, perpanjangan suara, dan interupsi dalam berbicara. Seseorang yang gagap sebetulnya tahu persis apa yang ingin ia katakan tapi mengalami kesulitan menghasilkan aliran bicara yang normal.

Walaupun sebagian besar kasus gagap hilang seiring anak beranjak dewasa, sebagian kecil dari mereka masih membawa kondisi itu sampai dewasa. Kondisi ini bahkan bisa bertahan seumur hidup.

Apakah orang yang gagap akan selalu gagap sepanjang waktu?

Berdasarkan pengalaman dan observasiku selama ini, manifestasi gagap berbeda-beda bagi setiap orang. Orang yang tidak memiliki gangguan bicara ini sebetulnya bisa saja gagap ketika ia merasa nervous saat sedang melakukan public speaking atau terlalu cepat berbicara. Namun, karena pemicunya hanya didominasi oleh faktor situasi, kondisinya akan cepat normal kembali ketika orang itu berhasil mengendalikannya.

Namun, bagi mereka yang mempunyai gangguan bicara gagap, pemicunya bukan hanya faktor situasi saja. Faktor genetik dan psikologis juga mempengaruhi, sehingga tentu akan lebih sulit untuk mengendalikannya.

Untukku sendiri, kegagapanku memang tidak separah itu. Ada kalanya aku berbicara lancar tanpa sendatan, namu kadang kegagapan itu datang tiba-tiba tanpa bisa kuprediksi sebelumnya. Memang, kondisi-kondisi tertentu seperti berbicara didepan publik, berbicara dibawah tekanan, berbicara terlalu cepat, ataupun berbicara dengan seseorang yang kuanggap lebih superior dariku akan memicu dan memperparah kegagapanku. Faktor-faktor eksternal ini diperparah dengan pola pikirku yang kurang baik, seperti kepercayaan bahwa aku akan gagap di situasi seperti ini, atau aku akan merusak situasi ini, sehingga pada akhirnya gagap itu tidak bisa dikendalikan dan terus mengiringi setiap kalimat yang ingin kuselesaikan.

Karakteristik gagap beragam bagi setiap orang

Pada umumnya, gangguan bicara ini identik dengan apa yang dinamakan struggle behaviours, seperti kedipan mata yang cepat, tremor pada bibir, atau kegaguan saat hendak menyelesaikan suatu kalimat. Tiga hal ini berlaku untukku, namun, sebetulnya banyak karakteristik lain yang menggambarkan seseorang yang gagap. Untukku, kata-kata seperti ‘mmmm….’ dan ‘eeee….’ yang panjang sebelum memulai suku kata baru biasa kulakukan agar kegagapanku tidak terlalu terlihat jelas. Tidak jarang juga aku mencari sinonim dari kata yang tidak bisa kusebutkan dengan lancar karena kegagapanku. Jika ditanya apa melakukan berbagai strategi ini melelahkan? Jawabannya tentu iya, terkadang.

Suka duka menjadi seseorang yang gagap

Tampil berbeda dengan orang lain, apalagi jika perbedaan itu menyulitkan keseharian kita, bukanlah hal yang menguntungkan ataupun menyenangkan.

Menjadi seorang yang gagap telah menyulitkanku dalam berbagai hal. Keraguan saat hendak berbicara didepan umum atau mengutarakan pendapat di kelas yang besar selalu menyertai diriku, bukan karena aku tidak ingin atau tidak tahu harus berkata apa, namun takut akan dihakimi jika aku gagap dalam menyampaikan kalimat-kalimatku. Membawakan suatu presentasi merupakan hal yang sangat amat menakutkan bagiku, bukan hanya karena nervous, tapi karena ketakutan akan membawakan presentasi itu dengan gagap. Dan walaupun telah berlatih beribu-ribu kali, tetap saja aku akan gagap saat membawakannya.

Tentunya, menjadi orang yang berbeda tidak luput dari tawaan dan ejekan teman-teman sekitar.

Saat menjadi valediktorian di Trinity College Foundation Studies

Namun, terlepas itu semua, aku bersyukur masih dikelilingi oleh orang-orang yang bisa melihat kualitas lain dari diriku, dan bukan hanya dari kekurangan yang kumiliki. Aku bersyukur pernah diberi kesempatan untuk menjadi seorang valediktorian di sekolahku, atau kesempatan-kesempatan lain saat dipercayakan menjadi tutor di kampus maupun wakil presiden di salah satu organisasi yang kualani semasa kuliah.

So, what can you do if you stutter?

“It’s okay if you stutter. … Stuttering is not failing.”

Speech therapy is one, but it’s not the only one

Biasanya, terapi bicara berfokus pada pengendalian pola bicara dan mendorong kamu untuk memantau kecepatan bicara, dukungan napas, dan ketegangan laring saat kamu berbicara. Terapi ini dapat mengurangi gangguan dalam berbicara dan meningkatkan harga diri kamu.

Stuttering does not explain your worth, accept it and move on

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, bukan? Mungkin kegagapan adalah salah satu kekuranganmu jika memang kamu melihatnya dari lensa itu. Tentunya, akan lebih baik jika kamu melihat hal itu sebagai keunikanmu. Namun, terlepas itu semua, jika kamu gagap, mulailah dengan menerima hal itu. Jangan berlama-lama hanyut dalam kekesalan, kekecewaan, maupun amarah karena kondisi yang kamu miliki. Dengan menerima kekuranganmu, kamu akan mulai menghargai setiap pencapaian kecil yang kamu lakukan, dan itu akan membuatmu lebih menghargai dirimu sendiri. Oke, memang aku gagap, lantas, mengapa?

Only accepting your condition without working towards it will not change anything. But by accepting, it will make your journey less daunting.

If talking is not your forte, channel it to something else. You must be good at other things.

Karena aku tau berbicara bukan merupakan keahlian utamaku, aku lebih menghabiskan banyak waktu untuk melatih kemampuanku yang lain, seperti dengan menulis, menyanyi, atau terjun dalam dunia penelitian.

Namun, hal ini tidak menurunkan semangat untuk melatih kemampuan public speakingku. Walaupun mungkin aku tidak bisa menjadi seorang public speaker handal karena keterbatasan ini, paling tidak aku akan terus mencoba dan berlatih untuk dapat menyampaikan pandanganku dengan lebih baik lagi setiap harinya.

Some talking strategies will do!

  • Jangan bicara terburu-buru. It’s okay to take pauses. Berbicara terlalu cepat malah akan memperburuk kegagapan. Tarik nafas panjang dan berbicara dengan lebih lambat.
  • Jujur kepada lawan bicaramu bahwa kamu gagap dapat membantu mencairkan ketegangan. Mungkin kamu jadi tidak terlalu gagap saat berbicara dan lawan bicaramu akan lebih mengerti dan berempati terhadap kondisimu.

Tips untuk kamu saat sedang menghadapi lawan bicara yang gagap

  • Biarkan ia berbicara dengan caranya dan temponya sendiri. Mencoba untuk mempercepat laju bicara mereka hanya akan mempersulit mereka.
  • Usahakan untuk tidak menyelesaikan kalimat mereka untuk mereka. Bersabarlah dan biarkan mereka menyelesaikannya sendiri – Dengan membiarkan mereka menyelesaikan kalimatnya, ini akan berdampak positif pada well-being mereka secara keseluruhan dan membantu mereka mengatasi kegagapan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Perjalanan Seorang Arsitek Dibalik Nama WiLLiV Architecture | Darwin Wirawan

Dibalik kesuksesan sebuah bisnis, pastinya ada perjalanan yang mengharuskan kerja keras, dedikasi serta pembagian waktu yang tepat demi membawa impian menjadi kenyataan. Hal yang sama harus dilalui oleh...

Apa Arti Kemerdekaan Buatmu?

Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita~  Memasuki bulan kemerdekaan Tanah Air kita tercinta ini, yuk kita refleksikan kembali apa sih arti...

Lucky Element dan Jenis Olah Raga

Tanya:Ko, apakah fixed element kita menurut ba zi ada hubungannya dengan olahraga yang kita lakukan? Maksudnya anakku menurut ba zi fixed element-nya water dan lucky...

BARLI ASMARA – SEMUA HARUS DIPERJUANGKAN DENGAN TEKAD DAN KARYA

Tak terasa sudah 15 tahun seorang Barli Asmara meniti karir menjadi perancang busana. Tumbuh dan besar di lingkungan dimana semua keluarga sangat menjunjung tinggi...

BIAYA YANG SEBAIKNYA JANGAN DIKLAIM

Artikel kali ini akan membahas mengenai beberapa contoh biaya yang tidak dapat diklaim pada saat pelaporan pajak (tax return).Sebagai wajib pajak yang baik, kita...