Hidup Seperti Air Mengalir

Terkadang saya berat hati untuk berbagi Feng Shui kepada pihak-pihak yang sepertinya tidak sreg atau ‘alergi’ (karena alasan apapun). Meski demikian, supaya adil (agar semua orang mendapatkan kesempatan yang sama), saya semampunya memberikan penjelasan singkat yang objektif. Setelah itu jika reaksinya tetap sama, maka sayapun tidak mau pusing lagi. Niat baik belum tentu ditanggapi positif. Bahkan yang lebih parah, saya malah dianggap begitu karena adalah seorang praktisi sehingga “merayu” agar mereka berkonsultasi. Padahal bukan itu maksudnya, kadang saya begitu agar yang bersangkutan bisa lebih hati-hati.

Awal tahun ini saya sempat secara tidak langsung dan tidak memungut biaya, mengungkapkan soal Feng Shui dan ba zi. Tetapi Ann (nama samaran) berkomentar “ga mau terlalu pusingin dan mikirin hal begituan. Hidup seperti air mengalir saja. Diikuti saja.” Ya sudah, saya pun tahu diri dan tidak meneruskan omongan lebih banyak.

Singkat cerita, beberapa bulan berlalu, dua minggu lalu secara tak sengaja saya jumpa lagi dengan Ann di sebuah pasar Minggu. Saya tanya gimana kabar? Mimik Ann lantas berubah jadi sedih dan murung. Ia cerita bila dirinya mengalami periode penuh badai topan. Dimulai dari tempat bisnisnya kemalingan, beberapa bulan kemudian sang suami kehilangan pekerjaan dan terakhir ayahnya berpulang.

Tentu saja saya sedih dan ikut simpati dengan semua yang dialaminya. Tapi pada waktu yang bersamaan tidak terlalu kaget juga mendengar semua ketidak-enakkan yang dialami Ann. Pasalnya, waktu awal tahun itu saya membagikan soal ba zi dan Feng Shui agar bisa meminta Ann lebih hati-hati menghadapi bulan-bulan yang akan datang. Sayangnya, belum tuntas yang saya sampaikan, sudah terpotong.

Memang kadang saya harus berhadapan dengan situasi dan skenario seperti di atas. Tapi susahnya masih banyak yang terlalu percaya diri atau naïf, beranggapan bahwa hidup bisa “dibiarkan” seperti air mengalir saja. Padahal kita semua sadar bahwa seringkali aliran air mandek karena kena banyak hambatan.

Prinsip “ikuti saja seperti air mengalir” belum tentu positif. Bukan tidak mungkin malah dapat memberikan kita sakit kepala dan masalah yang lebih besar.

 

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / suhanalim@gmail.com

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

TULUS: Belajar Dari “Gajah”

 Kehadiran Tulus di panggung Soundsekerta ‘Sound of The Nation’ beberapa pekan silam membuat sebagian besar masyarakat Indonesia di Melbourne bersemangat. Selain memiliki suara khas...

Festifal Muslimah Menuai Hasil Positif

Dalam rangka memperingati kemampuan dan talenta para muslimah Indonesia yang tinggal di Melbourne, beberapa pusat pengajian IMCV (Indonesian Muslim Community in Victoria) bekerjasama mengadakan...

MERAYAKAN PERBEDAAN BUDAYA YANG MEMBENTUK AUSTRALIA

Australia Day 26 JanuariMerupakan salah satu perayaan penting di Negeri Kangguru ini, Australia Day disambut dengan meriah tiap tahunnya. Masyarakat dapat melakukan berbagai kegiatan,...

ASEAN Games Australia 2014

The games will be held from the 12th of September to the 14th of September 2014, opening and closing ceremony will be on the...

Kutukan 3 Generasi

富不过三代 merupakan salah satu ungkapan Tiongkok yang mungkin bisa juga dianggap sebagai “kutukan.” Ungkapan serupa kita jumpai pula di Amerika Serikat yang bunyinya “shirtsleeves...