‘Hati suka berbohong. Ia akan tetap diam walaupun sebenarnya terluka.’

0
98
SEBUAH REVIEW FILM “IT’S OKAY TO NOT BE OKAY” DAN ISU KESEHATAN MENTAL

It’s Okay to Not Be Okay

Di tahun yang penuh kejutan ini, perfilman Korea kembali menyuguhkan sebuah film dengan genre ‘unusual romance’ karena plot cerita yang dikemas begitu sangat rapi dan tidak biasa.

Film “It’s Okay to Not Be Okay” saat ini masih menjadi film yang diremehkan karena masyarakat dinilai belum terbiasa menerima film yang menyajikan sejumlah masalah kesehatan mental dalam satu serial drama seperti ini. Walaupun demikian,  serial drama ini mendapatkan rating 9.2 (16.412 users) pada www.mydramalist.com dan diakui merupakan drama yang dekat dengan kehidupan sosial kita sehari-hari.

Kehadiran aktor Korea termahal saat ini, Kim Soo-Hyun (sebagai Moon Gang Tae) dan kecantikan Seo Ye Ji (Ko Moon-Young) merupakan bagian terpenting dalam serial ini. Namun karakter Oh Jung Se (sebagai Moon Sang Tae) dan Park Gyu Young (sebagai Nam Joo Ri) tidak kalah penting dalam menyajikan komplikasi dari serial drama ini. Tanpa bermaksud menjadi spoiler bagi yang belum menonton, cerita “It’s Okay to Not Be Okay” merupakan salah satu drama yang melibatkan childhood traumatic, PTSD dan autism sebagai plot utamanya.

Moon Gang Tae dan Moon Sang Tae adalah kakak beradik yang hidup hanya berdua saja setelah salah satu dari mereka harus menyaksikan bagaimana Ibu mereka dibunuh di depan. Karena memiliki autism, Sang Tae tumbuh dengan mengoleksi cerita anak-anak hasil tulisan Ko Moon Young yang pada akhirnya mempertemukan kakak beradik ini dengan Ko Moon Young.

Disinilah komplikasi serial drama “It’s Okay to Not Be Okay” dimulai. Cerita ini menjadi adiktif karena disertai dengan grafik-grafik yang sangat detail dan musik yang mendukung untuk membangun suasana serial drama tersebut.

Baca ini jika kamu pernah terluka

Kesehatan Mental merupakan sebuah isu yang dekat dengan kita. Sering tidak kita sadari bahwa sebuah janji yang keluar dari mulut kita adalah ekspektasi orang lain.

Kita juga sering ber-asumsi menurut pandangan kita kepada orang lain hingga membentuk opini tanpa tahu kebenaran dari orang tersebut. Manusia sering lebih memilih diam dan membiarkan hati mereka terluka daripada mengatasi dan menghadapi masalah mereka.

Tak hanya itu, banyak pula yang menilai tinggi kepada dirinya sendiri, sehingga ketika mengalami proses terjatuh, kita tidak bisa menerima hal tersebut. Sering kita mengabaikan kekuatan sebuah ‘pelukan’ dari orang lain karena beranggapan bahwa itu tidak bisa memecahkan sebuah masalah pribadi secara instan.

Proses penyembuhan karena terluka atau kekecewaan tentu bukan proses sehari semalam dan tidak diberikan dari orang lain. Melainkan dari pikiran diri sendiri dan bagaimana cara kita beradaptasi dari tekanan yang kita hadapi. Cara beradaptasi dibangun dari perspektif kita terhadap kehidupan kita sejak kecil. Oleh karena itu serial drama “It’s Okay to Not Be Okay” merupakan film yang direkomendasi untuk ditonton.

Selain alur cerita, film ini juga menyajikan Exposure Therapy yang dilakukan oleh Oh Ji Wang (Direktor Psikiater) kepada pasien guna untuk membantu menghadapi trauma yang mereka hindari selama hidup hingga mereka bisa melanjutkan hidupnya kembali.

Apa kata mereka setelah menonton film “It’s Okay to Not be Okay”
  • Adhitya Wiguna- Hospitality Staff

Tiap episode pasti ada hikmah untuk diambil. Menjadi seseorang yang punya mental illness tentunya kembali pada lingkungan sejak kecil. Keluarga punya peran sangat penting bagi kesehatan mental anak-anak yang mungkin bisa berpengaruh kepada kehidupan dia nanti ketika dewasa.

Film ini berhasil mengcover seluruh tipe isu mental juga selain childhood trauma. Ada yang karena dipukulin suami atau pun karena perang. Ini film yang bagus untuk ditonton dan dijadikan pembelajaran. Karakter favorit saya itu Ko Moon Young yang bisa keluar dari negativity influence ibunya.

Adhitya
  • Albert Indrawan Ho- Karyawan Swasta

Film ini ngena banget buat siapa saja. Semua orang yang menonton sedikit banyak merasa related karena hampir semua unsur isu kesehatan mental disentuh di film ini. Kata-kata dan ungkapan yang ada di film itu menyentuh banget. Plot twistnya yang gue pikir A ternyata B itu benar-benar menarik banget untuk ditonton. Perjuangan kakak beradik Moon Gang Tae dan Moon Sang tae buat gue itu mengharukan sih. So recommended untuk ditonton.

Albert

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here