Komunitas Minang Saiyo Melbourne Perkenalkan Makanan dan Tarian Tradisional dalam Acara Halal Bi-Halal

Ramai tepuk tangan membanjiri acara Halal Bi-Halal Minang Saiyo Melbourne di Clayton Hall, pada hari Minggu, 23 Mei. Di panggung, anak-anak tersenyum sambil melambaikan tangan kepada para orang tua yang sibuk mengambil foto dengan bangga.

“Ini baru latihan, belum aslinya,” kata Muhammad Abduh, Ketua Ikatan Keluarga Minang Saiyo Melbourne (IKMS) yang hari itu mengenakan Pakaian Penghulu berwarna kuning. “Nanti anak-anak ini akan menampilkan Tari Pasambahan, Tari Indang dan Tari Cewang di puncak acara.”

Ternyata latihan tari kali ini merupakan yang ketiga bagi anak-anak. Dikarenakan kendala COVID dan persiapan yang hanya dua minggu, anak-anak akhirnya berlatih dari rumah masing-masing melalui Zoom call. Pelatih mereka kali ini adalah Indah Sari, mahasiswa PhD dari Deakin University yang juga merupakan seorang penari profesional di Padang.

Makanan yang tersedia adalah hasil kontribusi anggota Minang Saiyo Melbourne. (Foto: Muhammad Nur Montesqiu)

Jauh di sebelah kanan Clayton Hall, sudah tersedia makanan tradisional Minangkabau yang terlihat sangat menggugah selera. Menurut Ratna Wijaya, Bendahara sekaligus Ketua Konsumsi Acara Halal Bi-Halal, makanan ini semuanya adalah hasil kontribusi kekeluargaan dari para anggota komunitas, yang jumlahnya sekitar 200 keluarga.

“Hidangan yang tersaji hari ini adalah kontribusi sukarela dari ibu-ibu Minang Saiyo. Hari ini ada rendang, dendeng balado, gulai kapau, ayam lado hijau, dan masih banyak lagi makanan khas Minang lainnya,” kata Ratna.

Acara yang dirancang khusus oleh Lilya dan teman-teman panitia ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya dan makanan Minangkabau, terutama untuk anak-anak yang mayoritas dibesarkan di Australia. Ikatan Keluarga Minang Saiyo Melbourne sendiri sudah berdiri sejak tahun 2006.

“Memang acara ini adalah acara Halal Bi-Halal pertama yang kami adakan semenjak dua tahun yang lalu. Terakhir di tahun 2018, di KJRI,” kata Bundo Kanduang IKMS, Lilya Hasan.

“Saya senang kali, karena tujuan kami berkumpul dan bersilahturahmi akhirnya terpenuhi. Saya juga senang lihat anak-anak happy tampil menari, bahkan ada yang sampai tidak mau ganti baju sampai pulang,” ujar Lilya ketika diwawancarai BUSET seusai acara.

Anak-anak mengenakan baju daerah dan menampilkan Tari Pasambahan. Foto oleh Muhammad Nur Montesqiu.

Baju-baju yang dikenakan oleh para pengisi acara rupanya adalah milik Komunitas Minang Saiyo Melbourne sendiri. IKMS memang mengelola sebuah sanggar tari adat Minang yang sepanjang tahun kemarin diberhentikan aktivitasnya. Sanggar Seni Minang Saiyo ini, menurut Muhammad Abduh, akan diaktifkan kembali per tahun ini.

Selain penampilan Tari Pasambahan dari anak-anak, acara Halal Bi-Halal Minang Saiyo Melbourne juga diramaikan dengan adanya penampilan Berbalas Pantun oleh Satriwafi Azhari, Faizul Nurlawis, Muhammed Edwards, dan Alam Nasroh. Pantun bertajuk ajakan untuk menikmati sajian khas Sumatera Barat ini disiapkan oleh Prof. Ismet Fanani, yang merupakan seorang guru besar dalam salah satu perguruan tinggi di Australia.

“Bukan orang Minang namanya jika tidak berpantun,” kata Lilya. Ia pun menjelaskan bahwa orang Minang dahulunya menggunakan pantun dalam bersanda gurau, memberikan nasihat kepada anak dan kemenakan, dan juga menyindir dalam bahasa yang lebih halus.

“Jika disini (di Australia) orang menyebutnya ‘reading between the lines’, maka kami di Minang menyebutnya ‘alun takilek alah takalam, tau ereang jo gendeang’, yang berarti Orang Minang harus peka terhadap situasi yang terjadi.”

Acara pun turut diramaikan dengan adanya penampilan musik oleh Orkes Jawi Waton Muni (OJWM) yang membawakan lagu khas Minangkabau seperti Ayam Den Lapeh dan Kampuang nan Jauh di Mato.

Para pembaca pantun (dari kiri ke kanan): Alam Nasrah, Satriwafi Azhari, Muhammed Edwards, dan Faizul Nurwalis. (Foto oleh Muhammad Nur Montesqiu)
Orkes Jawi Waton Muni (OJWM) menampilkan lagu daerah Minangkabau. (Foto oleh Muhammad Nur Montesqiu)

Velahttp://www.buset-online.com
A writer, a media and communication student, a passionate food-taster and a culture-admirer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

The Forum: Sosialisasi AEC Bersama Mari Elka Pangestu

Untuk yang pertama kalinya PPIA ranting Melbourne University mengadakan acara The Forum: “Meet The Experts” yang bertujuan untuk memberikan platform interaktif mengenai kondisi Indonesia...

PERTEMUAN PERDANA DWP KJRI MELBOURNE USUNG TEMA KARTINI

Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Melbourne menggelar pertemuan pertama mereka untuk tahun 2015 Mei kemarin sekaligus merayakan Hari Kartini serta memperkenalkan anggota baru. Acara...

Natal BKS 2020: Unspeakable Joy in the Storm

Perayaan Hari Natal Badan Kerjasama Umat Kristiani di Victoria (BKS) tahun ini berlangsung secara online. Meski belum memungkinkan untuk berkumpul dan beribadah bersama-sama, namun...

GABRIELLA AUDREY ALIWARGA: JUARA KOMPETISI DESAIN NASIONAL

Wanita kelahiran Jakarta 22 tahun yang lalu ini lebih suka dipanggil Audrey. Dirinya baru saja dinobatkan sebagai pemenang VIVID Competition 2015 untuk kategori Excellence...

SUATU PEKAN DI PERTH

Petualangan saya di Perth dimulai pada bulan Oktober 2008 pada waktu saya datang dengan tujuan mengecap edukasi perguruan tinggi di Australia. Orangtua saya tidak...