Hal Dasar Dalam Pengajuan Pinjaman

Kita pasti sudah sering mendengar betapa panasnya pasar properti di Australia saat ini. Banyak orang berlomba-lomba untuk membeli properti yang mereka sukai. Terlebih saat ini didukung oleh rendahnya tingkat suku bunga yang ditawarkan oleh pihak perbankan. Hal ini membuat lebih banyak orang bisa mendapatkan jumlah pinjaman yang lebih besar.

Apabila kita juga ingin turut menyemarakkan pasar properti pada saat ini sebagai salah satu instrumen investasi kita, namun belum memiliki uang muka yang cukup untuk membeli properti, ada alternatif lain yang dapat ditempuh yaitu dengan mengambil ekuitas dari properti yang saat ini kita miliki.

Meskipun pihak perbankan menawarkan tingkat suku bunga yang rendah, sebelum kita memutuskan membeli properti untuk investasi, ada baiknya untuk mengetahui seberapa besar ekuitas yang dapat digunakan serta seberapa besar nilai pinjaman yang dapat kita peroleh. Hal ini menjadi penting agar jangan sampai kita melakukan wanprestasi atas pembelian yang kita lakukan. Atau, kita tidak bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang kita harapkan.

Sebelum kita memutuskan mengajukan pinjaman baru ke bank, kita perlu untuk bersikap terbuka dan mengetahui kebiasaan pengeluaran kita. Biaya-biaya rutin apa sajakah yang selalu kita keluarkan tiap bulannya. Lalu, apakah selama ini kita selalu membayarkan tagihan kartu kredit kita tepat waktu, apakah ada tunggakan pembayaran cicilan atau tagihan yang belum kita selesaikan sehingga menjadi default untuk kita. Hal ini menjadi sangat penting karena pada umumnya bank akan melakukan pengecekan atas laporan kredit kita. Akan menjadi sulit bagi kita untuk mendapatkan pinjaman baru apabila kita selama ini tidak menampilkan track record yang baik.

Meskipun demikian, perlu juga kita telusuri hal apa yang menjadi penyebab apabila kita gagal melakukan pembayaran cicilan. Apakah karena gaya hidup yang kita jalani, hardship atau sekedar lupa untuk melakukan pembayaran. Tidak ada salahnya bagi kita untuk melakukan pengecekan berkala atas laporan kredit untuk diri kita. Kita dapat membeli laporan ini melalui beberapa lembaga pelaporan kredit. Namun, tentu saja akan ada biaya yang perlu kita keluarkan.

Perlu kita ingat juga bahwa setiap lembaga perbankan memiliki kebijakan penyaluran kredit yang berbeda-beda. Kami memiliki akses ke berbagai lembaga peminjaman yang dapat disesuaikan dengan kondisi anda. Hal inilah yang menjadi keunggulan apabila kita menggunakan broker. Bukan berarti kita tidak bisa langsung mengajukan pinjaman ke pihak perbankan sendiri. Kita tetap dapat melakukanya selama kita sudah yakin kondisi yang kita miliki dapat diterima oleh pihak perbankan.

Apabila kita menerima gaji setiap bulanannya, apakah kita menjadi karyawan tetap, kasual atau kontrak juga akan mempengaruhi cara bank dalam melakukan perhitungan atas pendapatan kita. Selain itu, seberapa lama kita sudah mulai bekerja di industri yang kita jalani juga akan mempengaruhi pilihan perbankan yang dapat memberikan pinjaman. Hal ini dikarenakan yang akan dilihat oleh bank selain pengeluaran kita, adalah besaran pendapatan kita. Apakah pendapatan yang kita terima akan mampu untuk menutupi biaya-biaya yang harus kita keluarkan rutin setiap bulannya.

Selanjutnya, limit kartu kredit yang kita miliki juga akan turut mempengaruhi besarnya pinjaman yang dapat kita peroleh. Apakah dengan demikian kita tidak boleh memiliki kartu kredit? Tentunya hal ini tergantung dari kondisi kita masing-masing. Pihak broker akan memberikan saran apakah kita perlu melakukan pengurangan limit kartu kredit atau tidak. Namun, keputusan akhirnya ada di tangan kita, apakah kita mau mengurangi limit kartunya untuk mendapatkan jumlah pinjaman yang kita inginkan atau kita tetap mempertahankan limit yang kita miliki dan mengurangi jumlah pinjaman yang diajukan. Hal ini dikarenakan pihak perbankan akan memperhitungkan seoah-olah kita menggunakan limit yang kita dapatkan secara penuh, walaupun munkin saja kita tidak menggunakannya. Apabila demikian, mungkin ada yang terpikir untuk tidak memasukkan kartu kredit yang kita miliki. Hal ini bisa saja dilakukan, namun ada konsekuensi yang mungkin saja muncul seperti penolakan aplikasi pinjaman. Hal ini karena pihak perbankan akan mencocokan apa yang kita laporkan dengan laporan kredit yang mereka miliki. Apabila kita tidak melaporkan kepemilikan kartu kita, pihak perbankan akan mengkategorikan sebagai “hutang yang tidak di laporkan”. Hal ini akan turut berpengaruh terhadap assessment aplikasi yang kita ajukan. 

Home - Top One Finance

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ibnurrais Nisfusyah | Presiden PPIA Victoria 2019-2020

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) cabang Victoria memiliki “wajah baru” setelah satu tahun dipimpin oleh Billa Aura Jelitha, mahasiswi S2 di RMIT University.Ibnu, begitulah ia disapa,...

Kepemimpinan Baru DWP Membawa Harapan Baru

Pada penghujung bulan Juli kemarin, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Victoria dan Tasmania kembali berkumpul untuk menyampaikan salam perpisahan kepada periode kepemimpinan Yohana...

SUHARDJONO-KOMALA, JAGOAN TAEKWONDO DI ARNOLD CLASSIC

Masih ingat kisah mengenai keluarga Indonesia yang berprestasi di dunia Taekwondo Australia? Bagi yang ingin membaca ulang, artikel tersebut dapat ditemukan di BUSET VOL....

BELAJAR TOLONG MENOLONG DARI KOMUNITAS IBU CERDAS MELBOURNE

Warna-warni pakaian dan pernak-pernik kebaya meramaikan sebuah ruangan di Crest on Barkly Hotel, St. Kilda, Melbourne pada awal Agustus silam. Pakaian ini dikenakan oleh perempuan-perempuan Indonesia yang menghadiri...

Cek Toko Sebelah di Mata Dion Wiyoko

Ernest Perkasa kembali lagi menuai decak kagum. Setelah meluncurkan filmnya yang diberi nama Ngenest, kali ini filmnya yang berjudul Cek Toko Sebelah (CTS) berhasil...