Gowes bersama Melbourne Indonesian Cycling Club

Hobi bersepeda? Jangan ngaku pecinta olahraga bersepeda jika belum bergabung dengan komunitas Melbourne Indonesian Cycling Club (MICC)! Komunitas yang baru berusia sekitar 4 tahunan ini telah menjadi tempat bagi 100 orang Indonesia dari Timur hingga Barat kota Melbourne untuk berkumpul, bersosialisasi dan tentunya bersepeda bersama setiap minggunya.

Cikal bakal MICC

Grup yang bermula dari 5 orang yang rajin bersepeda untuk pulang pergi dari rumah ke kantor di city ini bertumbuh karena saling bertemu dengan sesama orang Indonesia yang bersepeda di Melbourne. Pecinta olahraga sepeda dari east maupun west kini turut bergabung untuk gowes sepeda bersama. Rute bersepeda mereka pun beragam, mulai dari Luna Park ke Frankston, Port Melbourne ke Sorrento, hingga ke Mount Pleasant dan Williamstown. Rute dan jarak bersepeda pun disesuaikan dengan level fitness dan skill bersepeda masing-masing anggota yang berpartisipasi untuk setiap group ride yang diadakan.

Banner official MICC


“Kita itu ingin menghimpun semua orang-orang Indonesia di Melbourne yang bersepeda untuk ride bersama kita,” ujar Christian Purnomo selaku salah satu founding members MICC.

Adapun bike ride bersama ini sering diakhiri dengan sesi makan-makan bersama di Garam Merica, markas besar MICC. Maka, selain dapat berolahraga untuk kesehatan jasmani, para anggota pun dapat melepas kerinduan akan makanan Indonesia seusai bersepeda.

Bukan sekadar olahraga

Tak heran bagi sebagaian banyak anggota, MICC sudah bukan lagi sekadar komunitas olahraga bersepeda biasa. Grup ini telah menjadi bagian krusial dari kehidupan sosial mereka dimana sesama penggila sepeda dapat bertemu dan berkumpul bersama untuk berbagi tips bersepeda, berdiskusi hal-hal seputar sepeda dan aksesorinya, hingga bertukar kontak bisnis. MICC juga rutin melakukan gathering bersama setiap bulannya di ‘mabes’ Garam Merica seperti yang dilakukan kamis 21 Januari lalu.

Ramah tamah dengan KJRI Melbourne
Acara kumpul-kumpul bulanan anggota MICC di Garam Merica (Januari 2021)



“Yang paling saya suka ya socialnya ya, jadi ketemu orang, kenal orang baru, terus sembari gowes, sembari olah raga. Tapi utamanya socialnya,” aku Rocky Kristianto, salah satu founding members MICC. Meski demikian, dirinya juga mengatakan masih banyak anggota-anggota yang bergabung untuk meningkatkan kebugaran dan skill bersepeda. Contohnya orang-orang yang ingin mempersiapkan diri untuk Peaks Challenge, yakni event bersepeda dimana peserta harus bisa menaklukkan rute 235 km / 4300 vertical meters (menanjak 4300m).

Tak hanya klub para pria

Memang sekilas MICC hanyalah grup para pria yang hobi bersepeda. Namun MICC pada dasarnya terbuka bagi seluruh kalangan, baik pria maupun wanita.

Suryani Tan, anggota MICC wanita pertama dan satu-satunya yang akrab dipanggil Suri ini sudah membuktikan. Selama pengalaman dirinya bergabung dengan MICC, gender tak pernah menjadi halangan baginya untuk ikut menikmati aktifitas group ride dengan anggota yang lain. Meski tak dapat dipungkiri oleh Suri bahwa kecepatan bersepeda dan stamina para pria relatif lebih tinggi daripada wanita. Wanita Asia juga menurutnya tidak terlalu terbiasa dengan olahraga bersepeda outdoor dan lebih menganggap bersepeda sebagai aktifitas rekreasi yang dilakukan secara santai.

Para anggota pria MICC pun telah siap untuk mengaccomodate faktor-faktor ini. Contohnya dengan mendampingi member wanita seperti Suri bersepeda agar tidak terlalu jauh tertinggal dari anggota-anggota yang lain saat group ride. MICC juga mengadakan beberapa group ride santai mengelilingi Albert Park yang diperuntukkan bagi para pemula, termasuk wanita agar lebih mengenal olahraga bersepeda.

“Kita itu netral sekali, background apapun, naik sepeda berapa jauh, setting apapun, kita pingin rame-rame karena kita memang mau mengumpulkan semua orang Indonesia. Dan yang boleh join ke MICC ini cuma orang Indonesia,” tegas Christian lagi.

Info untuk connect dengan MICC:
Instagram: https://instagram.com/melbourneindonesian.cc
Strava: https://www.strava.com/clubs/MICC-Melb

***

Apa Kata Mereka

Alexander Cipto – Chef dan Member MICC

“If I can do it, You can do it!” That’s my motto for everyone who wants to get weight loss. I first joint MICC last year when I was into Mountain Bike (MTB). Then my friend asked me to move to Road Bike (RB). Nah, pas pake RB itu kok gue selalu dibelakang yah. Selalu ketinggalan dan speednya pelan banget. Sampe akhirnya pas 1 July 2020 gue punya tekad untuk weight loss and concentrate in road biking. Mana pas COVID pula. Jadi gue gowes tiap hari 30 K around my house for 1 hour. Jogging juga untuk latihan napas (endurance), watch my diet of course. And here I am now, I got the result and I can happily gowes bersama teman-teman MICC with friendly speed, have fun and be healthy together.

Suryani Tan – Member MICC

I just started maybe mid-December-ish, so I only joined for a few rides. I found out about MICC through Instagram, I think it just appeared in my page because of the hashtag. There are actually a lot of Indonesian who cycles, and I didn’t know any other Indonesian who cycles. But when I saw their Instagram, they are all males, so I was really skeptical. But, Rocky who was in charge of their Instagram messaged me and asked if I was interested in joining their rides and that was how I joined the ride.

Suryani Tan


Sony Tandi – Member MICC

Teman goweser di MICC pada ramah-ramah walaupun tidak kenal dekat satu dengan yang lain dan mereka mau berteman dengan goweser tipe mana aja dari goweser yang cepat sampai santai. MICC punya impian neh, kita-kita ingin MICC menjadi tempat berkumpul, beraktifitas, bersahabat dan belajar bersepeda. Maksud belajar bersepeda itu bagaimana bersepeda yang benar dan aman on bike path dan the shared road.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Berwisata Sambil Nonton Laga Asian Games 2018 di Indonesia

Agustus mendatang, tepatnya 18 Agustus hingga 2 September 2018, akan berlangsung pesta olahraga paling bergengsi se-Asia yang diselenggarakan di Indonesia. Tepatnya, gelaran empat tahunan...

DUBES DAN KONSUL UCAP SELAMAT TINGGAL

Sebelum kembali ke Indonesia, Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema beserta istri, menyempatkan diri untuk bertemu masyarakat Indonesia di Victoria akhir Januari...

‘Defect’ – Debut Melka Stansah di Ranah Theater Melbourne

Melka Stansah mengawali debutnya sebagai penulis novel trilogi Raven di tahun 2016 silam. Kini, penulis berdarah Indonesia-Chinese itu memasuki dunia theater dengan produksi perdananya...

Identifikasi Titik Impas

Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai apa yang dimaksud dengan titik impas (Break Even Point) dan mengapa penting diketahui oleh pemilik bisnis.Tanpa mengetahui titik impas...

Menebarkan Biji Cinta Kopi Jawa Barat di Melbourne | JABARANO COFFEE

Semua orang pasti sudah mengenali bahwa lorong-lorong kecil Melbourne menyimpan pesona besar nan magis akan harta kulinernya, yakni kopi. Dengan cantiknya gugusan kafe berdiri untuk menyajikan...