Food Review: Gaijin Japanese Fusion

Ketika restoran Gaijin Japanese Fusion pertama kali dibuka pada tahun 2009, fusion sushi rolls dan sashimi adalah fitur makanan yang menonjol di menu makan malamnya. Kini, setelah melalui banyak trials and errors restoran Gaijin akhirnya menawarkan pelanggan menu brunch berisikan masakan dari Filipina, Indonesia dan Asia sambil mempertahankan tema restoran jepang. 

Brunch, seperti yang kita ketahui adalah bagian besar dari budaya Melbourne. Menu Brunch seperti yang kita lihat lebih condong ke kumpulan makanan negara barat. Indira, pemilik restoran Gaijin mencoba menembus celah tersebut dengan memperkenalkan makanan perpaduan Jepang/Asia. “Satu hal dalam menjalankan restoran fusion bisnis adalah kita harus memiliki ide yang berbeda dan terus menjadi inovatif dan kreatif” sebut Indira. 

Satu pelayan datang membawakan Affogato yang disajikan dalam gelas berbentuk ‘V’ dengan segelas kecil espresso. Cara terbaik untuk menikmati affogato adalah menuangkan espresso ke dalam es krim lalu dimakan saat es krimnya mencair dan menyatu dengan kopi. Keunikan dari affogato Gaijin yaitu es krimnya yang rasa cendol dan klasik vanilla, dan ada juga rasa durian. 

Affogato dan Espresso
Ube Waffle

Sajian selanjutnya adalah Ube waffle, terbuat dari ubi ungu yang biasa digunakan dalam masakan Filipina. Dua koki restoran Gaijin yang berasal dari Filipina terinspirasi untuk memasukkan ubi ungu kedalam campuran waffle, menghasilkan roti yang empuk dan warna ungu cerah. Untuk menarik perhatian konsumen, ubi waffle diberi toping es krim wijen hitam, stroberi dan sirup ube. Cocok untuk lidah orang asia yang pada umumnya suka makanan yang tidak terlalu manis.

Menciptakan hidangan baru punya tantangannya sendiri, fusion bukan hanya memutuskan bahan apa yang cocok untuk digabung dengan bahan lain tetapi juga bagaimana respon konsumen terhadap makanannya. Mulai dari presentasi makanan, rasa dan porsinya akan berpengaruh ke pengalaman kuliner konsumen. Walaupun terbuka dengan masukan dari pelanggan, Indira tidak ingin mengubah hidangan yang sudah dipasarkan karena ada standar dan konsistensi tertentu yang perlu dipertahankan. “Kami akan menyesuaikan rasanya dengan membuatnya lebih manis atau kurang asin, tapi dari segi rasa secara keseluruhan tidak akan ada perubahan yang signifikan.” Jelas Indira. 

Nasi Goreng With A Twist

Saat Nasi goreng with a twist menghampiri meja, Indira mulai menceritakan proses yang dilalui sebelum makanan ini tertulis di menu restoran Gaijin. Indira yang kebetulan berasal dari Indonesia memiliki ekspektasi tertentu seperti apa rasa nasi goreng di Indonesia. Proses sebelum Nasi goreng with a twist dibuat, koki restoran Gaijin awalnya belum pernah mencoba nasi goreng khas Indonesia. Cara mereka membuatnya terasa sangat berbeda, dan tidak sama dengan yang ada di Indonesia. “setelah beberapa percobaan dan kesalahan, hasil nasi gorengnya enak dan pelanggan bilang ke saya kalau itu salah satu nasi goreng terenak yang mereka rasakan, rasanya pun cocok dengan ayam karage nya.” ujar Elizabeth (Operations Manager).

Nasi goreng with a twist merupakan gabungan antara nasi goreng tradisional Indonesia, dihidangkan bersamaan dengan ayam karage, makanan favorit orang jepang dan fried nori sebagai pengganti kerupuk. 

Veggie Soba Roll

Makanan terakhir yang dihidangkan oleh restoran Gaijin adalah Veggie soba roll. Terinspirasi dari makanan Vietnam yaitu rice paper rolls, makanan yang satu ini memiliki berbagai macam sayuran segar seperti seaweed salad, pickled radish, wortel, apel hijau, timun, mangga, dan green tea soba. Semua bahannya dibungkus dengan rice paper dan dipotong seperti layaknya sushi roll. Veggie soba roll lebih enak dinikmati dengan saus kacang dan saus wijen. jika ingin mengkonsumsi sesuatu yang ringan dan sehat, veggie soba roll adalah salah satu makanan mengandung banyak nutrisi. 

Sebagai pengelola bisnis pakaian olah raga dan restoran, Indira mengadvokasi pola hidup yang seimbang. Memang tidak semua makanan yang kita konsumsi harus ada nutrisinya, ia sendiri mengaku setelah olahraga ia hanya ingin mengkonsumsi makanan yang disukainya. Begitu juga perasaannya terhadap para konsumen restoran Gaijin Japanese Fusion. “Kami (Gaijin Japanese Fusion) tidak berfokus pada makanan yang sangat sehat, tetapi kami mencoba menyeimbangkannya. You have to know your limit. You’re the best person to know when to stop and when to start.” Ujar Indira. 

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Apa itu Pinjaman Kostruksi (Construction Loan)?

Pinjaman konstruksi adalah suatu skema yang secara khusus dikembangkan oleh pihak bank untuk nasabah yang ingin membangun rumahnya sendiri, daripada membeli rumah yang telah dibangun.Tidaklah...

MODAL DASAR KARIR / BISNIS YANG TEPAT

Kenali diri kita yang sebenarnya bisa dengan mudah didapatkan via analisa ba zi. Karena ba zi adalah analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats)...

Garam Merica: Indonesia Seleraku

Kapanpun dan dimanapun kita berada, sebagai orang Indonesia kita akan selalu mengidamkan makanan tradisional Indonesia. Lidah kita tidak akan pernah bisa lepas dari kelezatan bumbu-bumbu soul...

Tulus Buka Rahasia Menulis Lagu

Di penghujung tahun 2018, Tulus sukses menggelar konser tunggal ketujuh yang berjudul “Konser Monokrom Tulus” di Bandung, Indonesia. Beruntung meski jauh di Melbourne, para...

Food Review: Gaijin Japanese Fusion

Ketika restoran Gaijin Japanese Fusion pertama kali dibuka pada tahun 2009, fusion sushi rolls dan sashimi adalah fitur makanan yang menonjol di menu makan...