Kenangan Manis dibalik Kue-kue Cantik Florencia Sugar Art

Pink Sail Cake

“enjoy yourself, Just eat Cake and run tomorrow” – lorene flo (Florencia Sugar art)

Kreatifitas, keterampilan dan keinginan untuk memberi orang-orang kenangan indah, itulah bahan-bahan dasar dari kue-kue cantik nan lezat yang dibuat oleh Lorene Flo, pemilik bisnis kue Florencia Sugar Art. Kali ini, IndOzfood berkolaborasi dengan BUSET mengundang Florencia Sugar Art untuk hadir dalam talkshow kuliner mingguan Bakul IndOzfood. Yuk, lebih mengenal kisah menarik dibalik kue-kue cantik ini.

Berawal dari dapur sang Grandma

Lorene Flo atau yang akrab dipanggil sebagai Flo dari kecil sudah menyukai baking berkat pengaruh neneknya. Grandma Flo memang tak banyak memanggang kue, namun hobi baking telah sukses tertanam dalam diri Flo. Saat ia pindah ke Melbourne dan bekerja sebagai akuntan pun, baking tak pernah lepas dari kehidupannya.

Berawal dari bisnis cupcakes kecil-kecilan, Flo sempat mensuplai cupcakes dan custom cupcakes buatannya ke beberapa kafe disamping bekerja sebagai akuntan. Pada akhirnya, ia tak lagi bisa memungkiri dimana passionnya berada dan memutuskan untuk menjadi full-time baker.

Being an accountant took lot from me and I felt burnt out. So I decided to quit and started baking. Then I got introduced to cake decorating, and I love it even more,” ujar wanita asal Bandung itu. Dari situlah Florencia Sugar Art lahir.

Pertahankan cita rasa Indonesia dalam kreasi

Keterampilan dan work ethics Flo terus membawa dirinya dari satu kesuksesan ke kesuksesan yang lain. Kini, Florencia Sugar Art tak hanya dikenal di kalangan orang-orang Indonesia saja. Komunitas lokal Australia, India, Malaysia, Singapura, Tiongkok, bahkan Yunani di Melbourne pun menjadi pelanggan setia Flo.

They love the chocolate cake,” jawab Flo ketika ditanya apa selera komunitas non-Indonesia saat memesan kue. Walau pilihan rasa-rasa kue Florencia Sugar Art cenderung ke arah western seperti red velvet, oreo dan chocolate nutella, sebagai orang Indonesia, Flo stays true to her root. Dengan menggunakan bakery Nyonya Liem di Bandung sebagai benchmark untuk kualitas dan rasa dari kue-kue kreasinya, Flo memperkenalkan lapis Surabaya, bolu pandan keju, dan nastar cake yang tentunya terinspirasi dari kue nastar ke komunitas non-Indonesia. Tanpa disangka, kue-kue Indonesia ini, terutama nastar cake yang menggunakan selai nanas homemade bikinan Flo sendiri, justru menjadi best seller dari Florencia Sugar Art.

My customers deserve the best

Selalu belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan adalah prinsip yang dipegang teguh oleh Flo. Terbukti dari usahanya yang telah bertahan lebih dari 10 tahun dan terus berkembang hingga mencapai customer base di luar komunitas Indonesia.

Sebagai seorang yang perfectionist, Flo sempat mengaku terkadang dirinya dapat terjebak dalam satu karya hingga lupa akan tenggat waktu karena terlalu terobsesi untuk mendekor kue yang sempurna. Alhasil, manajemen waktu kerap menjadi tantangan tersendiri bagi mantan akuntan itu.

Nobody else can see it (the flaw in the cake), but I can,” katanya. Meski demikian, bagi seorang Flo, adalah suatu kepuasan tersendiri ketika ia berhasil membuat kue cantik yang memuaskan pelanggannya.

The pure joy when people see the cake and said “oh that’s so pretty”, that’s what confirms me that I made the right career choice,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

RAIH CITA-CITA

Info lebih lanjut klik disini

BERJUANG BERSAMA MENJADI MANUSIA SEHAT MENTAL

Mental Health Week 2015 Tanggal 10 Oktober merupakan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diselenggarakan WHO tiap tahunnya. Hal ini dirasa perlu melihat kurangnya perhatian dan...

DIPLOMASI SENI KONTEMPORER: TUJUH PERTUNJUKAN SENI INDONESIA MERIAHKAN FESTIVAL ASIA PACIFIC TRIENNIAL OF PERFORMING ARTS (ASIA TOPA) 2020

Selama lebih dari seminggu berturut-turut (20 Februari – 1 Maret 2020), para pelaku seni dan industri kreatif Indonesia menampilkan karyanya pada Festival Pacific Triennial of Performing Arts...

Dear Buset, Kenangan Perjalanan yang Tak’kan Kemana

PERJALANAN TAK BERENCANA KE ULURU Cerita ini berawal dari saya yang baru menyadari bahwa 4 bulan lagi saya akan meninggalkan Australia dan saya belum pernah melihat...

DATA SENSUS BUKTIKAN MULTIKULTURALISME AUSTRALIA

Hasil dari sensus yang dilangsungkan sekitar akhir 2016 kemarin di Benua Kangguru ini akhirnya sudah dirilis secara resmi. Menurut Badan Statistik Australia, masyarakat negeri...