FESTIVAL FOOD & TRADE SEKALIGUS RAYAKAN HUT PERWIRA KE-33

Pada 19 oktober silam, PERWIRA (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) kembali mengadakan Indonesia Food and Trade Festival di Box Hill Town Hall. Bermacam-macam makanan dan minuman khas Indonesia telah tersedia untuk para pendatang sejak pukul 11 pagi sampai 5 sore.

Mulai dari daging rendang, ayam goreng, sate ayam, bakso Malang, sate Padang, hingga Pempek terlihat menghiasi stall-stall di dalam festival. Selain makanan dan minuman yang mewakili budaya Indonesia, tak ketinggalan berbagai penampilan di atas panggung juga ikut berkontribusi. Seperti aksi gerakan pencak silat, tari Saman dan nyanyian lagu Indonesia dilantunkan oleh para pengisi acara.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan seni dan budaya kita ke masyarakat multicultural, Indonesia maupun Australia,” ujar Nunung Bonser selaku Ketua PERWIRA.

Ia juga mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun yang ke-28 untuk Indonesia Food and Trade Festival. Pengunjung yang hadir di festival tahun ini pun cukup memuaskan, dan lebih kurang sama dengan jumlah pengunjung di tahun-tahun sebelumnya. “Prediksi-nya sih sekitar seribu-an orang. Biasanya kita baru tahu setelah tiketnya dihitung,” imbuhnya.

PERWIRA didirikan pada 1 Oktober 1981 di Melbourne, dan karena belum sempat dirayakan, maka acara ini sekaligus digunakan untuk memperingati ulang tahun yang ke-33. Dengan mengundang beberapa anggota PERWIRA ke atas panggung, lagu Selamat Ulang Tahun dan Potong Kue-nya ramai-ramai dinyanyikan untuk acara potong kue yang lalu dibagikan kepada para pengunjung.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan mulus dan menyenangkan. Terlihat bukan hanya warga Indonesia yang datang, tetapi juga pengunjung yang berasal dari negara lain. Hal ini memang tujuan yang diharapkan oleh penyelenggara acara. Kondisi cuaca yang hangat pula sangat mendukung kesuksesan acara.

sasha

 

** Apa Kata Mereka **

Acara ini bagus untuk gather all Indonesians. And maybe like my husband who does not really know much about Indonesia, this can educate him a little bit about Indonesia. Though it’s not easy for him to try the food, sometimes the spice is too strong.

Improvement:
So far its good, tapi tempat duduknya kurang ya, karena banyak yang masih berdiri. The price is not that expensive, tapi porsinya agak kurang.

 

I think it’s really interesting. I enjoy checking out the traditional dances and trying out all the foods. It’s really fun and entertaining.

Improvement:
Needs more seats definitely. The price for the food is what you get, its delicious and it’s really worth it.

 

** Galeri Foto **




Discover

Sponsor

Latest

SOUNDSEKERTA: Mosaic of The Nation

September pun berkunjung dan antisipasi besar dapat terlihat di wajah setiap orang Indonesia yang ada di Melbourne. Konser Indonesia termegah, Soundsekerta telah datang untuk...

ARUS KAS

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kelangsungan suatu bisnis. Salah satu diantaranya adalah arus kas perusahaan. Arus kas yang stabil...

Gamelan Sukses Bertengger di Hati Warga Australia

Di malam yang disertai hujan rintik, Melba Hall yang terletak di area Parkville terasa syahdu dengan hadirnya iringan musik gamelan. Ya, musik tradisional yang...

360 Pengusaha Australia Hadiri Misi Bisnis di Indonesia

Press Release KJRI Melbourne    Dalam rangka peningkatan kerjasama Indonesia – Australia, telah dilaksanakan pertemuan pada level government to government dan Business to Business di Yogyakarta dan...