Kenyataan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir membuat berbagai negara harus menyesuaikan diri termasuk Indonesia dan Australia. Keadaan menyesuaikan diri yang sering disebut-sebut sebagai ‘New Normal’ ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena itu berbagai instansi terus menggaungkan berbagai macam kiat-kiat menjalani ‘New Normal’.

Baru-baru ini tim BUSET menghadiri undangan webinar yang diselenggarakan oleh KJRI Melbourne dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Melbourne dengan tema: Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19. Webinar ini merupakan salah satu upaya KJRI Melbourne untuk terus mengedukasi WNI di Melbourne agar tetap memperhatikan pola hidup dan kesehatan di masa ‘New Normal’. 

Webinar yang berlangsung melalui platform Zoom ini menggunakan konsep talkshow dengan moderator Santi Whiteside  yang merupakan multikultural ambasador KJRI Melbourne. Adapun yang menjadi nara sumber untuk tema ini adalah dr. Cely Goeltom dan Gracia Irene Gloria Sinaga.

Webinar diawali dengan sapaan dan salam pembukaan dari penyelenggara yang diteruskan dengan kata sambutan dari Spica A. Tutuhatunewa selaku Konsul Jendral KJRI Melbourne dan Ketua DWP KJRI Melbourne Indah Mekawati.

Moderator yang akrab disapa Santi mengawali talkshow dengan memperkenalkan masing-masing narasumber dan mempersilahkan dr. Cely untuk menyampaikan materi pada sesi 1 terkait Covid-19 dan upaya menanganinya.

Mengenal Covid-19 dan Menghadapinya

Sebagai seorang dokter, dr. Cely mengaku tidak akan bosan membicarakan dan memperkenalkan Covid-19 kepada siapapun. Berikut adalah penyampaian dr. Cely: “Virus Corona ini adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit terkenal yang seperti MERS atau SARS. Corona berarti mahkota, hal ini bersesuaian dengan bentuk virus tersebut yang memang memiliki banyak mahkota”.

Selanjutnya, dokter yang merupakan medical team di Eastern Medical Center Australia ini menerangkan bahwa seluruh keluarga virus flu ini pasti akan menyerang dan bersarang di paru-paru. Virus-virus ini sering kali menyebabkan kematian pada penderita jika tidak segera diobati atau jika kekebalan tubuh penderita tergolong lemah.

Namun dokter dari Jean Hailes Women’s Clinic ini memberi penekanan pada Covid-19 “berbeda dengan virus lainnya, Corona menjadi lebih ganas dari varian dalam keluarganya sebab ia tidak hanya menyerang paru-paru tetapi juga hati, lambung, saluran kerongkongan, mata bahkan belakangan dilaporkan bahwa Corona juga menyerang kulit”. Cara mencuci tangan dan menggunakan serta melepas masker yang sering kali masih diabaikan oleh kebanyakan orang kemudian mengemukakan beberapa gejala klinis Covid-19 dan cara pencegahannya juga didemokan:

 Gejala Klinik Virus Corona

  • Demam
  • Batuk dan Pilek
  • Gangguan Pernafasan
  • Sakit tenggorokan
  • Letih dan Lesu

 Cara Pencegahan Virus Corona

  • Self distancing/ Self quarantine (jika bergejala)/social distancing selama di tempat umum
  • Rajin cuci tangan pakai sabun/ selalu mengantongi hand sanitizer
  • Selalu menggunakan masker saat berada di tempat umum, tempat kerja, sekolah dan apabila mengalami gejala batuk atau pilek.
  • Konsumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayur, buah, dan konsumsi suplemen Vitamin bila perlu
  • Rajin olahraga dan istirahat yang cukup
  • Bila batuk, pilek, sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan
  • Mendisinfektan tempat atau benda-benda yang sering digunakan

Tata cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO:

  1. Basahi tangan dengan air.
  2. Tuang sabun pada tangan secukupnya untuk menutupi semua permukaan tangan.
  3. Gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya.
  4. Gosok punggung tangan dan sela jari.
  5. Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan.
  6. Genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar.
  7. Gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun.
  8. Gosok tangan yang bersabun dengan air mengalir.
  9. Lamanya mencuci tangan ±20 detik
Sumber Gambar: https://www.abc.net.au/news/science/2020-04-09/face-masks-coronavirus-should-i-wear-one-in-public-covid-19/12130070

Cara pemakaian masker yang benar:

  1. Biasakan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan masker, dengan menggunakan air mengalir dengan sabun atau menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol (±70%).
  2. Mengaitkan masker ke kedua telingga tanpa menyentuh bagian depan/tengahnya.
  3. Pastikan hidung, mulut, dan dagu tertutup seluruhnya, bagian berwarna berada di depan, dan bagian berwarna putih yang menempel di wajah (Medikal masker).
  4. Tekan bagian atas masker yang ada kawatnya agar sesuai bentuk hidung sehingga tertahan pada satu posisi.
  5. Tarik sisi bawah masker yang masih berlipat-lipat sampai menutupi mulut dan dagu.
  6. Jangan menurunkan masker ke bawah dagu hingga ke leher saat hendak makan atau minum sebab bakteri atau virus pada leher akan menempel ke masker. Sebaiknya melepas salah satu tali kait masker dari telinga jika ingin makan atau minum.

Cara membuka dan membuang masker yang benar:

  1. Gantilah masker jika rusak, kotor, atau basah.
  2. Lepas kaitan masker dari telinga atau ikatan masker, pastikan tidak memegang bagian depan masker.
  3. Buanglah masker dengan benar ke dalam tempat sampah.
  4. Cucilah tangan pakai sabun atau bahan berbasis alkohol dengan baik dan benar.

Makan Sehat itu Susah! Benar/Nggak?

Sesi kedua disampaikan oleh Gracia Irene Gloria Sinaga yang merupakan Marketing Director di Naked Press yang telah berpengalaman ±4 tahun dalam mementoring dan mentraining klien terkait masalah nutrisi dan kesehatan. Perempuan yang akrab disapa Gloria ini membawakan sesi ke-2 dengan tajuk ‘Makan Sehat itu Susah! Benar/Nggak?’.

Diakui oleh Gloria bahwa istilah ‘makan sehat’ selalu terasa berat dan susah untuk diwujudkan baik dari segi fisik maupun mental. Hal ini terjadi sebab “kebanyakan orang berpikir bahwa istilah ‘makan sehat’ selalu berhubungan dengan makanan mentah, vegan, organik, mahal dan lain sebagainya. Ini merupakan salah paham, sebab ‘makan sehat’ yang sebenarnya selalu berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga sistem imun tetap produktif”. 

Perempuan yang pernah menjadi Assistant Commercial Manager di Coca-Cola Amatil Indonesia ini mengutarakan bahwa makan sehat adalah makan makanan yang mengandung nutrisi yaitu mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak dan serat. Adapun manfaat ‘makan sehat’ adalah untuk;

  1. Menjaga produktivitas sistem imun tubuh sehingga tetap memproduksi antibodi yang dibutuhkan untuk melawan berbagai radikal bebas, bakteri, kuman bahkan virus.
  2. Menjaga kesehatan mental sebab usus dan otak selalu terkoneksi selama 24 jam. Jika usus mengalami masalah maka sistem kerja otakpun akan bermasalah hingga menyebabkan ketidak-nyamanan yang disebabkan oleh gangguan hormonal.
  3. Dapat mengontrol tubuh: kebiasaan makan sehat akan memampukan pengontrolan pada nafsu makan atau mengontrol mana yang harus atau yang tidak harus dikonsumsi oleh tubuh.

Kemudian alumni The Australian National University ini menyampaikan kiat-kiat hidup sehat melalui ‘makan sehat’ berikut ini:

  1. Find out your ‘why’:  karena hidup sehat adalah keputusan masing-masing maka perlu mencari tahu “kenapa saya harus makan sehat/kenapa saya belum mau makan sehat?”. Jika telah menemukan ‘why’ seperti: ‘saya ingin hidup sehat demi kebahagian bersama keluarga” maka hal inilah yang akan terus memotivasi saat mengalami kesulitan atau kemalasan dan lain sebagainya. 
  2. Kenali Bahasa Tubuh: Tubuh sering kali mengirim pesan bahwa apa yang dikonsumsi telah memberikan pengaruh buruk baginya. Bahasa tubuh tersebut adalah MELEBAR yaitu: Mengantuk, Lemas, Begah, dan Cepat LapAr
  3. Start With What You Like: selalu memulai perubahan dengan apa yang disukai agar lebih mudah menyesuaikan diri. Misalnya jika sangat menyukai bubur ayam, bisa digantikan dengan oat meal rasa ayam dan lain sebagainya.
  4. Fokus pada sayuran dan lemak baik: secara perlahan meningkatkan konsumsi sayur dengan pengolahan yang sehat seperti dijus, dikukus, ataupun direbus sebentar. Lemak baik didapatkan dari buah-buahan dan kacang-kacangan dengan porsi yang tidak berlebihan. Lemak baik juga bisa didapatkan dari ikan yang dikukus, disup, dibakar dan tidak digoreng.
  5. Fasting, gate to the new you: tanpa disadari, semua orang berpuasa setiap harinya saat tidur di malam hari selama ±8 jam karena itu upayakan menghindari bergadang. Saat berpuasa tubuh mendapat kesempatan untuk mendetoksifikasi organ-organnya. Karena itu puasa yang teratur juga baik untuk menjaga kesehatan terutama dapat menjadi bagian dari pola ‘makan sehat’.

Kemudian Gloria mengakhiri sesinya dengan memaparkan beberapa model puasa yang dapat dipraktekkan dan dijamin berhasil menjadi sehat.

1. Intermittent Fasting: 

-16:8 = 16 hours of fasting; 8 hours to eat

-5:2 = 5 days eating normal; 2 days eating 500-700 Calories/day

-Every other day of eating 500-700 calories/day

2. Vegetable Fruit Juice fasting:

Make your own juice or buy cold pressed juice cleanse, misalnya karmic, green press, tankafinn, nutrition bar, dan lain sebagainya.

Talkshow diakhiri dengan kesimpulan dari moderator “materi-materi yang disampaikan oleh dr.Celyanda Goeltom dan Gracia Irene Gloria Sinaga hanya dapat diputuskan dan dilakukan oleh masing-masing kita dengan komitmen dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, penerapan new normal dan penyesuaian dengan segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia maupun Australia”. #salamSehat.

Untuk mengikuti berbagai kegiatan atau menjadi anggota DWP KJRI Melbourne dapat mengakses komunikasi melalui Instagram @DWP.Melbourne dan untuk menyaksikan webinar DWP KJRI Melbourne: Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 selengkapnya dapat diakses melalui link https://www.youtube.com/watch?v=TP4WUKyljK0