Dr Donny Mandrawa, DOKTER GIGI KITA!

Apakah di antara kalian ada yang sudah familiar dengan Dr. Donny Mandrawa, B.D.Sc.? Mungkin beberapa pernah melihat dari halaman iklan di BUSET atau merupakan pasien dari Dr. Donny.

Dr. Donny adalah seorang dokter gigi asal Indonesia yang praktek di Melbourne, lebih tepatnya di The Dental Suites, Balwyn. Suatu siang yang cerah BUSET berkesempatan bertemu pandang dengan Dr. Donny untuk mengetahui lebih lanjut perjalanan kesuksesannya di tanah rantauan ini.

Pertama kali Dr. Donny menginjakkan kaki di Melbourne adalah pada saat dia berumur 8 tahun.  Walaupun dibesarkan di Australia, dia fasih berbahasa Indonesia. Sekolah menengah atasnya dihabiskan di Xavier College, Kew yang kemudian ia lanjutkan menempuh ilmu jurusan kedokteran gigi di The  University of Melbourne.

Dr. Donny merupakan salah satu dari dua mahasiswa yang terpilih untuk program pertukaran pelajar dengan University of Minnesota, AS dimana dirinya memperdalam ilmu bedah mulut selama dua bulan sebelum akhirnya kembali ke Melbourne dan dinyatakan lulus pada tahun 1998.

Karirnya sebagai dokter gigi dimulai ketika salah seorang dosennya yang juga berprofesi sebagai prosthodontist mengundang Dr. Donny untuk dibimbing sebagai spesialis prosthodontics. Tetapi ia tidak meneruskan bimbingan itu dan memutuskan untuk menjadi dokter gigi umum.

Dr. Donny sempat bergabung dengan sebuah dental group terkenal yang juga merupakan praktek dokter gigi terbesar di Dingley Village, Victoria. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2004, Dr. Donny lalu mulai membuka praktek pertamanya bersama seorang ‘kawan sekelas’ di bilangan Point Cook. Kala itu Point Cook merupakan daerah baru dan belum banyak perumahan. Belakangan, Point Cook mengalami peningkatan infrastruktur yang terbilang cepat dan diketahui telah banyak masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah barat Melbourne ini. Dr. Donny mengklaim bahwa prakteknya di Point Cook merupakan yang terbesar di sana.

Lima tahun pertama sejak dirinya berpraktek di Point Cook Dr. Donny adalah satu-satunya dokter gigi. Sekarang, The Dental Suites sudah berkembang dan memiliki 4 dokter gigi dan 1 oral therapist. Tahun lalu Dr. Donny membuka cabang praktek The Dental Suites di Balwyn.

Menurut Dr. Donny, praktek kedokteran gigi itu tidak gampang karena menyangkut kesehatan manusia. Sayangnya, banyak orang, terutama warga Australia berpikir bahwa dokter gigi itu mahal dan hanya untuk menghasilkan uang. “Tapi semua orang tidak sadar betapa mahalnya [biaya yang dibutuhkan] untuk maintain practicenya ini,” jelasnya. Sebut saja dental chair yang dipatok sekitar $30,000, belum lagi alat-alat sterilisasi dan yang lainnya. Lebih lanjut Dr. Donny juga menjelaskan bahwa praktek kedokteran gigi itu seperti mini hospital. Setiap pengobatan satu pasien, tiap alat dan ruangan harus dibersihkan untuk infection control. “Bagi saya, kalau praktek yang paling pertama yaitu kesehatan pasien. Karena kalau daerah mulut tidak sehat itu banyak sekali problem yang bisa diteruskan di dalam seluruh tubuh.”

 

NAPAS ITU PAKAI HIDUNG

Dr. Donny sempat bercerita mengenai penelitian yang dilakukan terhadap cara kita bernapas. Kabarnya, kebanyakan orang Asia bernapas dengan hidung, sedangkan sudah umum bagi orang Australia untuk bernapas dengan mulut.

Hal ini terjadi karena, menurut Dr. Donny, jenis makanan orang barat rata-rata merupakan siap saji alias packed/instant food. Makanan siap saji biasanya terdapat bahan kimia tambahan yang apabila terlalu banyak dikonsumsi dapat menyebabkan penyumbatan di hidung, dan tanpa sadar orang akan bernapas menggunakan mulut.

Bila bernapas menggunakan mulut, secara tidak sadar mulut akan terbuka dan kepala secara otomatis akan maju ke depan, yang kemudian menyebabkan bengkoknya tulang belakang dan sakit kepala.

Selain itu mulut tidak mempunyai alat penyaring udara, tidak seperti hidung yang mempunyai bulu hidung sebagai ‘filter’. Udara kotor yang masuk dalam saluran darah dapat menyebabkan organ-organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini juga lah yang menyebabkan timbulnya asma dan alergi.

“Saya sebagai dokter gigi bukan melihat giginya sehat, atau mulutnya sehat, atau gusinya sehat saja, tetapi bagaimana pasien saya bernafas, apalagi kalau mereka masih anak kecil. Kalau masih anak kecil mereka sudah mulai bernapas dengan mulut dan bukan dengan hidung, itu nanti kesehatannya atau efeknya akan lebih parah,” ujar Dr. Donny. Solusinya adalah dengan mempelajari teknik buteyko breathing. Orthodontic juga dapat membantu untuk melebarkan mulut, karena orang yang bernapas dengan mulut rahangnya cenderung lebih kecil.

Dr. Donny juga menganjurkan agar makan makanan yang sehat dan segar, terutama sayur dan buah-buahan serta kurangi makanan yang sudah diproses.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Hasil Undangan SkillSelect Per 3 Pebruari 2016

Untuk bulan Pebruari 2016, periode undangan untuk SkillSelect dilakukan 2 kali, yakni pada tanggal 3 dan 17 Pebruari 2016. Untuk dua periode undangan di Pebruari...

Ibnurrais Nisfusyah | Presiden PPIA Victoria 2019-2020

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) cabang Victoria memiliki “wajah baru” setelah satu tahun dipimpin oleh Billa Aura Jelitha, mahasiswi S2 di RMIT University. Ibnu, begitulah ia disapa,...

MENKEU SAMBANGI MELBOURNE, AJAK MAHASISWA ASAH KREATIVITAS DALAM BERWIRAUSAHA

Setelah menjalani perjalanan jauh dari Frankfurt, Jerman dan Washington DC untuk mengikuti rangkaian economics meetings, Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro hadir untuk memberikan kuliah...

Kenangan Manis dibalik Kue-kue Cantik Florencia Sugar Art

"enjoy yourself, Just eat Cake and run tomorrow" - lorene flo (Florencia Sugar art) Kreatifitas, keterampilan dan keinginan untuk memberi orang-orang kenangan indah, itulah bahan-bahan...

Konsulat Jenderal RI Melbourne Diduduki Pasukan Perang Manado

Selama 5 jam ratusan warga Manado dan perwakilan ormas Indonesia menduduki ruangan Bhineka Graha KJRI. Pekikan I Yayat u Santi dari Cakalele mengawali acara penyambutan kehadiran Konsul...