Home OPINI BUSET DR. LILY JULIANTI FARID (16 Juli 1971 – 10 Maret 2023)

DR. LILY JULIANTI FARID (16 Juli 1971 – 10 Maret 2023)

0
DR. LILY JULIANTI FARID (16 Juli 1971 – 10 Maret 2023)

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah wafat pagi ini (Jumat 10 Maret 2023)  Ibu Lily Yulianti Farid, istri Bapak Farid Ma’ruf Ibrahim (wartawan radio ABC Melbourne), di rumah sakit Peter MacCallum Cancer Centre, Melbourne.

Pagi itu penulis sudah di stasiun kereta api tiba-tiba ada terlihat sekilas berita di WA kalimat ‘Inna lillahi……dari istri dan ternyata sosok lembut seorang ibu, penulis fiksi tujuh buku, Bu Lily Yulianti Farid, yang juga dikenal seorang akademisi dan seorang aktivis budaya telah tiada…..

Lily Yulianti Farid dalam acara KAM (KOMUNITAS ANGIN MAMIRI), FEB 23

Beliau menganut ‘ilmu padi’ yaitu ‘semakin berisi semakin menunduk ke bumi’. Tidak pernah bicara berlebihan tentang dirinya dan tidak pernah bicara tentang apa apa yang telah diperbuatnya atau apa yang telah dicapainya. Sepertinya beliau lebih berfalsafah ‘lebih banyak berbuat dan tidak banyak bicara!

Baru dua seminggu sebelumnya bertemu di acara Komunitas Angin Mamiri (KAM) di tempat kediaman beliau di Southbank dan beliau juga sudah bersedia untuk wawancara bersama Good Morning Indonesia with Poetry tanggal 5/3/23 dan pertanyaan sudah dikirim kepada beliau seperti tertera di bawah ini:

  1. Kenapa Australia yang menjadi pilihan untuk belajar dan tinggal, masih ada 4 benua lainnya.
  2. Bagaimana ceritanya sampai menjadi seorang penulis fiksi dan sudah menerbitkan 7 buku (6 bahasa Indonesia & 1 dalam bhs Inggris).
  3. Siapa pengarang kesayangan dan dengan alasan apa?
  4. Jurnalis Indonesia pertama 1/7/2006 meluncurkan situs ‘Makkunrai Proyek’ (kesadaran gender), tolong ceritakan sedikitttg situs ini?
  5. Dengan latar belakang ‘insinyur pertanian’ bagaimana ceritanya sampai kemudian aktif di dunia ‘gender, women & politik’
  6. Ada kesan di masyarakat bahwa ada beberapa Wanita Indonesia/masyarakat Timur setelah mereka belajar/tinggal di Barat berubah menjadi aktifis militant gender. Apa betul?
  7. Dulu pernah mengadakan seminar tentang ‘The Fifth Gender’ di Konjen RI, tolong ceritakan sedikit tentang hal ini.
  8. Bagaimana ceritanya sampai bekerja sebagai radio program spesialis/produser Radio Jepang NHK
  9. Baru2 ini kami membaca bahwa Bu Lily mendapat penghargaan dari Universitas Melbourne, penghargaan apa itu dan kenapa?
  10. Pesan2 apa untuk penulis2 muda Indonesia?
  11. Silakan baca puisi/pantun/syair.

Ternyata memang pepatah yang berbunyi ‘Manusia hanya bisa merencanakan Tuhan memutuskan’, berlaku dan wawancara dibatalkan, berikut ini komunikasi terakhir melalui WA:

‘Maaf Bang Anton.  Karena kondisi saya pagi ini sehabis kemoterapi belum stabil, boleh ga dijadwal ulang lagi?

‘ Ya tentu saja, kapan bisanya?’

‘Belum tahu Bang. Semoga Minggu depan kalau sudah membaik saya berkabar lagi. Semoga dapat dipahami’ (5.26pm)

‘Ya tentu saja. Semoga cepat sembuh seperti sedia kala’ (5.28pm).

Itulah komunikasi kami terakhir dengan sosok Bu Lily Yulianti Farid (3-4 Maret 2023). Beliau meninggalkan hasil karya yang cemerlang dan merupakan penggagas Makassar International  Writer Festival dan Pendiri Rumata Artspace di Makassar. Meninggalkan seorang putra Fawwaz Naufal dan suami Farid Ma’ruf Ibrahim. Semoga keluarga yang ditinggal kuat menghadapi cobaan ini, amiin.

Seperti kita ketahui ada tiga (3) hal di mana Tuhan enggan berbagi ilmuNya kepada manusia yaitu: kelahiran, jodoh dan kematian.  Dengan alasan apa Tuhan enggan berbagi tentang tiga hal tersebut diatas kita manusia hanya bisa menerka dan meraba-raba kenapa Tuhan enggan berbagi terutama ilmu kematian………

RUMI ON DEATH

“Die happily and look forward

to taking up a new and better form.

Like the sun, only when you set in

the west can you rise in the east.”

Selamat jalan Bu Lily……..

Anton Alimin