Semua orang sudah tahu bahwa hidup penuh dengan berlapis-lapis rahasia. Setiap hari sebagai manusia harus memecahkan misteri di balik kesuksesan dalam aspek-aspek kehidupan kita. Banyak juga yang telah berhasil mencari tahu jalan mereka dalam menggapai tujuan hidup mereka. Itulah mengapa pada Oktober lalu Raditya Dika, Kristo Immanuel, Keenan Pearce, David Soong, Michi Momo, bahkan Skinny Indonesian 24 diundang oleh PPIA RMIT untuk berbagi kisah perjalanan kehidupan mereka pada acara DeTalks.

David Soong

Karl Lagerfeld mengutip suatu kali bahwa ia menyukai gambar-gambar fotografi karena mereka menyimpan momen-momen berharga yang tidak akan pernah bisa diulang kembali. Itulah juga alasan di balik hobi David Soong, pendiri perusahaan fotografi Sweet Escape. Baik untuk acara pernikahan, ulang tahun, atau liburan biasa di Bali, Melbourne, bahkan Fiji Sweet Escape hadir untuk menangkap setiap dari memori nan penting tersebut.

Dahulu fotografi hanyalah sebuah kesenangan belaka bagi David hingga akhirnya teman-temannya mulai mengapresiasi pekerjaannya dengan bayaran uang. Sebagai seseorang yang memiliki sebuah pekerjaan yang non-konvensional David turut bercerita bahwa pada awalnya memang orangtuanya tidak menyetujui dirinya untuk mengambil pekerjaan sebagai seorang fotografer.

Foodie satu ini juga bercerita bahwa pekerjaanya bukan hanya tinggal mengambil foto dengan kamera canggihnya tetapi dipenuhi dengan begitu banyak tantangan – model foto yang telat, cuaca yang memburuk secara tiba-tiba, dan kesulitan-kesulitan lainnya.

Tips David dalam mengembangkan sebuah karir yang berawal dari sebuah hobi adalah ketika kita, “-are bloody good at what we are doing. Semua orang suka Youtube tapi apakah kalian pintar dalam memanipulasi algoritme dalam mendapatkan lebih banyak subscribers. Hampir seluruh populasi dunia gemar bermain Instagram tetapi hanya beberapalah yang mengerti cara yang tepat dalam memasarkan akun mereka. Jadi sebelum kalian memulai karir Anda yang berdasar dari hobi kalian, you have to make sure that you are bloody good in doing whatever your hobbies are dan memastikan bahwa pendapatan yang kalian dapatkan dari pekerjaan tersebut cukup untuk hidup.”

Keenan Pearce

Siapa yang tidak mengenal Keenan Pearce? Saudara tampan dari Pevita Pearce yang dahulu menjadi perhatian publik ketika ia menjalin hubungan cinta dengan Raisa kini adalah pendiri perusahaan yang berdiri dalam industri kreatif, Stoik Trisula. Nama tersebut ia ciptakan dengan menggabungkan dua hal yang ia sukai. Pertama adalah filosofi hellenistik, stoicism yang beranalogi bahwa kita harus hidup bagaikan akar yang tumbuh begitu mendalam ke tanah hingga tidak goyah dan berubah walau bunga dan daun kita kian berganti.

Jadi, walaupun dunia berkembang menjadi semakin progresif dan high-tech kita tetap tidak boleh berhenti menjunjung nilai-nilai kemanusiaan yang dihargai tinggi di Indonesia. Hal kedua yang ia cantumkan dalam nama perusahaannya adalah trisula, senjata yang dalam banyak kerajaan di Indonesia zaman dahulu dianggap sebagai senjata terkuat. Ayah dari dua putra indah ini menjelaskan bahwa kesenian adalah sebuah bentuk ekspresi diri dan desain adalah alat yang mengubah seni sebagai sebuah alat untuk memecah sebuah masalah di Bumi.

Berhubungan dengan Indonesia yang mulai dipaparkan dengan nilai-nilai dari Dunia Barat, Keenan dengan kementerian sosial Indonesia pada saat ini tengah mengumpulkan riset akan norma-norma yang dihargai tinggi di setiap penjuru Negara Indonesia melalui laman nenilai.id. Dengan begitu, ketika Indonesia akan mengedukasikan masyarakatnya akan hukum-hukum atau prinsip-prinsip baru tidak bertentangan dengan norma apapun yang dihargai oleh budaya manapun di Indonesia. Sebagai seorang seniman, suami dari si jelita Gianni Fajri ini bernasihat bahwa ia sebagai seorang manusia tidak memiliki wewenang untuk menyarankan jalan manakah yang terbaik untuk diambil ketika ingin menjadi seorang creator kreatif – semua orang memiliki caranya masing-masing.

Tetapi, siapa pun yang ingin bisa memulai dengan mencari sebuah masalah yang kira-kira dapat mereka selesaikan secara kreatif. Selain itu, ia juga menyarankan untuk mencari banyak inspirasi dengan bertemu lebih banyak orang karena mereka adalah sumber ide yang tak terbatas.

Michi Momo

Michelle Hendra atau yang banyak orang lebih kenal sebagai Michi Momo adalah seorang fashion blogger. Pertanyaan akan asal usul nama Michi Momo pun terlontar dari banyaknya orang yang turut penasaran. Michelle menjelaskan bahwa nama pena-nya tersebut ia ciptakan secara random dan berasal dari kegemerannya akan hal-hal yang berbau Jepang yang ternyata juga dikarenakan pengaruh ayahnya.

“Dulu ayahku memotivasi kami anak-anaknya untuk membaca banyak novel, buku komik, bahkan bermain video games sejak kecil. Karena pada zaman itu Jepang sangatlah terkenal dengan hal-hal tersebut aku lebih banyak mengeksplorasi kultur negara Jepang. Dari situ aku mulai jatuh hati dan mendapatkan ide untuk nama panggungku,” ujar penggemar Korea satu ini.

TV Host Daebak di Trans 7 ini juga ternyata adalah seorang mantan pelajar di Melbourne yang hingga kini sangat rindu akan suasana Melbourne beserta makanan-makanannya yang bervariasi. Michelle memulai karirnya sebagai seorang blogger dengan blog-nya yang ia jadikan sebagai online diary untuk dirinya pribadi. Di dalam itu ia banyak bercerita drama-drama dirinya sebagai seorang anak SMA sebagai bentuk terapi untuk dirinya terutama ketika ia sedang kesal atau sedih dan membutuhkan tempat untuk curhat.

Tetapi ketika blog yang ia sebut sebagai tempat amannya untuk bercerita tersebut pada suatu ketika diketahui oleh teman-temannya, ia lalu hapus. Ia pun mulai meniru gaya tulis para blogger luar negeri yang menulis untuk industri fashion terutama karena itu merupakan salah satu kesenangan Michelle. Lambat laun dengan bantuan dan dukungan ayahnya yang turut membelikannya sebuah kamera hingga kini ia menjadi seorang fashion blogger ternama di Indonesia!

Sebagai pemilik restoran Korea Bamsae, Michelle juga berbagi tips berbisnis di ruang lingkup media online seperti bagaimana dalam menjual produk atau servis yang ditawarkan, exposure di sosial media menjadi hal yang sangat dipentingkan! Bukan hanya itu tetapi merupakan hal yang penting dalam menjalani sebuah bisnis untuk beroperasi dengan dasar kepercayaan baik dengan klien juga di antara pekerja.  

Kristo Immanuel

Kristo Immanuel adalah seorang impersonator muda yang saat ini adalah topik pembicaraan banyak orang. Apabila sahabat-sahabat BUSET masih belum click, Kristo adalah sosok di balik tren TikTok viral dimana ia berbicara seperti Bapak Widodo dan menjadi bahan prank call orang lain yang berpura-pura tengah telfonan dengan si presiden.

Kristo mulai tertarik dengan peniruan suara sejak dahulu kala ketika ibunya mengenalkannya akan seri-seri tv kabel untuk membantunya belajar Bahasa Inggris. Lambat laun bukan hanya tertarik dengan acara-acara tv tersebut tetapi mulai tertarik dengan bagaimana setiap karakter dibuat hidup oleh para aktor suara – bagaimana cara berbicara dan tertawa sebuah karakter seperti Spongebob Squarepants berbeda dengan Mickey Mouse, Donald Duck, atau bahkan Joker.

Tidak hanya karakter-karakter tertentu tetapi Kristo tetapi juga tokoh-tokoh seperti Morgan Freeman atau Arnold Schwarzenegger pun mampu ia tiru.

Kendati demikian, Kristo tak luput dari kritikan para netizen. “Kita harus bisa membedakan mana kritik yang membangun dan mana yang hanya diutarakan karena kebencian belaka. Bagimana cara menanggapi komen yang tidak membangun? Caranya sangatlah mudah, yakni dengan sikap tidak peduli! Memang jauh lebih susah untuk dilakukan terutama ketika gue dahulu adalah seseorang yang sangatlah sensitif. Tetapi entah dimana gue menemukan postingan yang berkata bahwa kita tidak bisa membuat senang semua orang di dalam hidup kita,” jelas si Pisces satu ini.

Kristo lalu membawa topik tren zaman sekarang yang mengatakan bahwa kita harus menyukai pekerjaan kita. Menurut dia hal itu sangatlah salah. Kita tidak harus mencintai pekerjaan kita untuk melakukan sesuatu dalam hidup kita, terutama ketika hal itu membawakan kita rezeki. Seperti halnya menanggapi kritikan orang lain kita juga tidak boleh terbawa oleh arus emosi ketika menghadapi pekerjaan kita. Seperti setiap hal di dunia ini pasti ada titik naik dan turunnya.

Andovi Da dan Jovial Da Lopez

Jovial

Tentu banyak dari kalian banyak yang mengenal kedua figur gokil yang tidak pernah berhenti menghibur publik dengan gerak-gerik mereka. Kini Skinny Indonesian 24 hadir untuk berbagi kisah kesuksesan mereka sebagai duo content creator. Karir Andovi Da dan Jovial Da Lopez dimulai ketika mereka mulai membentuk sebuah channel YouTube bersama-sama. Dari nama belakang saja semua orang pasti bisa menebak bahwa kedua lelaki ini adalah kakak beradik. Tetapi, sebuah bisnis yang diciptakan bersama-sama dengan saudara kandung tentu tidak akan selalu berjalan dengan sempurna. Hal itu sangatlah disetujui oleh pasangan Andovi Da dan Jovial Da! Keduanya mengakui perlu memupuk rasa saling menghormati baik ide yang diberikan, kekurangan, bahkan kelebihan masing-masing agar tetap akur dan terus bekerja sama dengan baik.

Gak mungkin gak berantem, tetapi jangan menyimpan dendam dan keep swimming aja,” ucap si kakak Jovial.

Andovi

Tidak bisa diungkiri bahwa kedua fans berat NBA ini memiliki brand image yang kuat dan unik. Pertanyaan pun terlontar dari salah satu peserta mengenai apakah beradaptasi dengan perubahan dunia dapat semakin mendorong kita untuk mengikuti arus global. Andovi Da yang pada hari itu berpenampilan dari ujung rambut hingga kaki dengan tema ungu kuning bersama jersey Lakers pun angkat bicara, “Lihat gue! Tim basket favorit gue menang dan inilah cara gue dengan bahagia merayakan kemenangan itu. Kita harus bisa mengekspresikan diri kita sendiri dan tidak mengikuti tren hanya untuk menunjukkan bahwa kita termasuk bagian dari geng viral non keren. Jadilah dirimu apa adanya tetapi juga tidak secara berlebihan lalu ke mana-mana nanti jadi sok edgy!”

Jovial menambahkan bahwa perubahan tentu tidak dapat dihindari ketika harus beradaptasi dengan YouTube seperti keputusan mereka untuk menurunkan laman-laman YouTube mereka. Mereka akui itu bukanlah sebuah tanda kekalahan melawan dunia tetapi dikarenakan perubahan dunia mendorong mereka untuk berkreasi di platform-platform lainnya. Ia menitikberatkan untuk tidak mengubah jati diri tetapi hanya mengubah cara kita berkreasi.

Raditya Dika

Bang Raditya Dika alias Dika Angkasaputra Moerwani adalah seseorang yang memiliki begitu banyak gelar. Tetapi kebanyakan peserta DeTalks mengenal sosok Bang Dika melalui perjalanan karir Raditya Dika sebagai seorang penulis dari enam buku bestseller sensasional, sebut saja Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan Marmut Merah Jambu.

Banyak yang lalu bertanya motivasi di balik semua kesuksesan Bang Dika untuk menjadi pria yang memiliki begitu banyak kesuksesan di dunia entertainment. “Gue ini jujur aja orangnya mager. Kalau kata Pandi Pragiwaksono gue adalah seorang pemalas yang produktif. Ketika ingin mendaftar kuliah ke Australia pun gue meminta mbak-mbak agennya untuk mencari kota tersepi di seluruh Australia. Tetapi setelah gue jadi penulis 15 tahun lalu dan orang-orang pun tahu, teman-teman gue memberitahu gue kalau seorang penulis ketika tua akhirnya jadi miskin. Gue langsung sedih dan menjadi punya rasa takut mengenai karir gue. Setelah itu sejak rilis buku Kambing Jantan gue mulai mengumpulkan dana pension gue biar masa depan gue tidak seperti apa yang teman-teman gue sebutkan. Dengan dana pension gue yang sudah terkumpul gue pun mengerjakan sesuatu tidak didasari kebutuhan gue akan uang untuk masa depan gue,” jujur mantan pelajar bidang finance ini.

Dari situ si introvert satu ini pun mengakui sebagai seorang penulis ia tidak memiliki karir yang ia analogikan sebagai tangga ke atas yang dapat ia naiki. Tetapi dengan dirinya meniduri tangga tersebut ia lalu berkata bahwa ia bisa mempunyai perkembangan karir yang ke samping dan memiliki lebih dari satu revenue stream – dari yang hanya penulis menjadi penulis skrip, pembuat web series di YouTube, aktor, comedian stand-up, direktur film, bahkan sebuah social media personality.

Walaupun secara karakter suami dari Anissa Aziza ini memang lucu tetapi ia membocorkan bahwa dalam pekerjaannya ia tidak pernah memfokuskan segala hal untuk menjadi lucu. Kemampuan Raditya Dika untuk membuat suatu hal menjadi lucu adalah dikarenakan dirinya yang mengasah kemampuan untuk mencari tragedi-tragedi yang menggelisahkan. Karena baginya komedi lahir dari sebuah tragedi yang dihadirkan pada waktu yang tepat. Dari situlah ia bisa secara kreatif berkreasi dan menemukan sisi komedi dalam banyak situasi.

Apa Kata Mereka?

Janice Thewira, mahasiswa RMIT dan Vice President PPIA RMIT

“Kita biasanya sering menciptakan suatu acara seperti seminar yang membicarakan banyak mengenai career development. Tetapi dikarenakan COVID-19 yang tentunya merusak segala acara yang dijadwalkan di mana-mana.

Kami pun beradaptasi dan secara spontan menciptakan webinar ini. Pada awalnya kami berencana untuk acara ini berlangsung selama tiga hari dengan setiap harinya membawa narasumber-narasumber yang bekerja dalam lingkup industri tersebut. Tetapi setelah banyak berdiskusi kami akhirnya hanya memfokuskan webinar DeTalks pada industry content creation dan branding atau marketing. Hal ini terutama sangat berkorelasi dengan orang-orang Indonesia pada masa pandemi ini yang harus mencari alternatif lain dalam menghasilkan uang baik menjadi seorang YouTuber atau membuka toko online bahkan sebagai seorang TikToker.

Secara nama sendiri DeTalks kita ciptakan sebagai nama yang singkat dan catchy diambil dari kata talk show. Dari situlah lahir DeTalks.”

Nadya Nada, mahasiswa Monash University

“Menurut gue acaranya cukup seru karena kita dikasih kesempatan untuk bisa berinteraksi satu sama lain dengan para narasumber secara langsung. Lalu, MC yang memimpin interview-nya juga membawa suasana menjadi menyenangkan. Walaupun kalau gue bisa menambahkan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam dengan lebih banyak lagi riset akan setiap narasumber dalam bidang pekerjaannya.”