‘Defect’ – Debut Melka Stansah di Ranah Theater Melbourne

Melka Stansah

Melka Stansah mengawali debutnya sebagai penulis novel trilogi Raven di tahun 2016 silam. Kini, penulis berdarah Indonesia-Chinese itu memasuki dunia theater dengan produksi perdananya yang berjudul Defect. Bertemakan science-fiction, Defect mengangkat tema seputar isu cloning dan moralitas, legalitas, serta kode etik dalam teknologi cloning.

Produksi theater Defect ini mengisahkan kehidupan di tahun 2040 dimana Hank, seorang programer robot yang harus memilih antara hidup dengan tunangannya Carla atau menjaga ayahnya, Thomas, seorang ilmuwan genius yang menderita dementia. Kisah Hank beranjak kompleks dengan terkuaknya rahasia-rahasia Thomas dan penemuannya dalam teknologi cloning yang kontroversial.

Scene defect 1

Cikal Bakal Melka di Panggung Theater

“Theater udah mulai dari tahun 2017, dengan projek monologue, ‘Intoxicated’ salah satu dari seri monologue ‘Love Kills’ yang diselanggarakan di Melbourne Fringe Festival 2017, disutradarai oleh Noel Anderson dan diperankan oleh Graham Murray. Dari ikut itu aku jadi suka juga dengan theater dan mulai sering dateng ke theater,” tutur Melka saat di wawancarai kru BUSET seusai pertunjukan. Dirinya mendapat ide mengenai cerita cloning berkat kegemarannya terhadap genre sci-fi. Berawal dari menulis cerita pendek yang bertemakan cloning, Melka lantas memiliki dorongan untuk menulis cerita serupa mengenai sisi gelap dari cloning yang akhirnya melahirkan Defect di tahun 2018.

Di tahun yang sama, Melka bertemu dengan Wolf Heidecker, seorang produser dan sutradara di salah satu pertunjukan theater yang diproduksi olehnya. Perempuan asal Jakarta itu kemudian memberanikan diri berbincang-bincang dengan Wolf mengenai naskahnya dan menerima respon positif dari pemilik production company WHAM itu.

Theater Sebagai Wadah untuk Mengkritik Isu Sosial dan Politik

Melka bersama para pemain theater Defect

Pertemuan Melka dengan Wolf seperti sudah digariskan oleh takdir. Wolf yang kerap menggunakan theater sebagai sarana untuk mengkritik isu-isu sosial, politik dan keadilan dengan cepat melihat potensi dari naskah Defect yang ditunjukkan oleh Melka. Selain topik yang menarik, Wolf juga memuji keterampilan Melka dalam menulis tokoh-tokoh dalam kisahnya.

It was so well written, the characters already have personalities. The whole story was not so obvious, not so predictable, it’s a new view on Frankenstein story, so it was just intriguing,” komentar pria asal German itu.

Theater dan Representasi Orang Asia

Debut Melka di dunia theater juga membukakan matanya terhadap perkembangan di industri tersebut. Walau masih tak banyak orang-orang keturunan Asia di Australia yang mendalami dunia akting dan theater, namun Melka mengaku ia mulai melihat para aktor Asia di panggung theater. Salah satu diantaranya adalah Sharon Karina, pemeran Carla di cerita Defect.

Sharon yang juga lahir dan besar di Jakarta sebelum hijrah ke Australia di tahun 1998 itu sudah mendalami dunia akting dan perfilman selama lebih dari 15 tahun lamanya.

“Kalau aku si memang akting udah lama, more than 15 years. Tadinya aku mulai dari dancing terus ke musik theater, abis itu screen, tv, sempet break when I had my son. Yea, so I mostly do short films and commercials,” papar artis keturunan Indonesia-Chinese itu. Sebagai artis veteran, Sharon sudah sering beredar di dunia akting dan theater dimana ia terlebih dahulu mengenal Wolf yang kemudian mengenalkannya dengan Melka.

Defect dapat ditonton di Club Voltaire 14 Raglan Street, North Melbourne dari 26 Juni hingga 3 Juli 2022.

Tentang Defect

Cast: David Lih, Luke Roche, Phil Roberts, Sharon Karina

Director: Wolf Heidecker

Naskah: Melka Stansah

Lighting/Sound/Graphics dan Visual Design: Richard Lyford-Pike

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

WARGA MELBOURNE TERHANYUT DALAM ‘CERITA ANAK’

Sebuah kapal dengan puluhan penumpang mengarungi samudera yang seakan tiada berujung. Para awak kapal sibuk mengerahkan seluruh tenaga agar selamat sampai tujuan. Terombang-ambing di...

Mengenal Pajak Australia

Pajak memang hal yang rumit, terutama untuk warga asing yang menetap di Australia. Untuk itu Women's Association South Eastern Melbourne Australia (WASEMA) bekerja...

Naikkan Standar untuk Menggapai Hasil yang Diinginkan

“Pikirkan, dan kamu akan memiliki kekuatan itu.” ~ Ralph Waldo Emerson ~Menurut Tony Robbins, “ketika Anda memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri, itu adalah saat...

MELUKIS JEJAK KARIER DENGAN MEMBACA | ANDREAS HARSONO

Di sisi kanan panggung di dalam ruangan bercahaya minim, tampak seorang pria mengenakan batik coklat dan kacamata berbingkai hitam duduk dalam diskusi bertema “The Fifth Estate: The...

MENGGAPAI IMPIAN LEWAT TEKAD | LUDMILLA DHANI WULANDARI

“ is part of me, it’s like breathing, especially breathing out. It’s a release in my own bubble.”  Ketertarikan pada dunia tari sejak SMA...