DARI MELBOURNE ALIM-PD BERSUARA UNTUK INDONESIA

RUU Pilkada yang disahkan melalui Sidang Paripurna DPR RI ke-9 September kemarin mengundang reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat. RUU ini disiapkan Kementerian Dalam Negeri yang secara garis besar isinya mengatur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) – gubernur/bupati/walikota –  tidak lagi dilakukan rakyat melainkan oleh DPRD Provinsi. Sedangkan para wakilnya ditunjuk dari lingkungan PNS. Pada pemungutan suara sidang paripurna 25 September yang lalu, 226 dari 361 suara setuju agar pilkada dilakukan DPRD sedangkan yang menyetujui pilkada langsung oleh rakyat hanya 135 suara.

UU Pilkada yang akan berlaku serentak mulai 2015 dinilai beberapa pihak tidak merefleksikan kehendak rakyat, termasuk oleh Presiden RI terpilih Joko Widodo. Para pakar politik memprediksi Jokowi akan sulit menjalankan program-programnya nanti, seolah beliau tidak memiliki kendali di daerah.

Tidak hanya di dalam negeri namun di luar negeri seperti di Melbourne, Victoria, hampir 50 masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Indonesia Melbourne Peduli Demokrasi (ALIM-PD), Komunitas Bhinneka Melbourne dan Kelompok Diskusi Indonesia mengadakan demonstrasi untuk menolak UU Pilkada tak langsung. Ketiga organisasi tersebut adalah anggota Diaspora Indonesia yang berasal dari berbagai macam latar belakang, sebut saja mahasiswa, dosen hingga profesional dan ibu rumah tangga. “Kami mengawasi apa yang sedang terjadi di Indonesia saat ini, terutama yang berhubungan dengan DPR. Kami merasa bahwa ada langkah-langkah yang ingin mengkhianati suara rakyat,” tutur Dosen Indonesian Studies di Monash University Yacinta Kurniasih.

 

Aksi damai ini diadakan di tengah Kota Melbourne, tepatnya di Federation Square. Aksi tersebut diawali dengan menyayikan lagu-lagu perjuangan, pembacaan puisi yang berisikan kritikan kepada para pejabat dan politikus serta pembacaan pernyataan sikap hingga aksi teatrikal yang menampilkan pemimpin-pemimpin parpol semisal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) antara lain Prabowo Subianto, Anis Matta, Amien Rais dan Aburizal Bakrie. Aksi tersebut mendapat banyak perhatian dari masyarakat lokal.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Imigrasi 2020-2021 Diperkirakan Berkurang 85%

Rencana Pemerintah Australia untuk menutup international border hingga 2021 mengakibatkan imigrasi menurun drastis, pasalnya tidak ada lagi orang asing yang dapat masuk ke Australia...

Melodi Malam Indonesia

Beberapa hari setelah peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, generasi muda yang tergabung dalam Indonesian Creative Community of Australia (ICCA) mengadakan pementasan musik berupa gabungan band...

Baru 19 Tahun Sudah Sandang Gelar Master

Sedang ada dimana Anda saat berusia 19 tahun? Apa yang Anda lakukan di usia tersebut? Nyaris semua orang akan menjawab, sedang duduk di bangku...

Membangun Iman Katolik Bersama KTM

  Dalam rangka menyambut Tahun Suci (Yubileum) Luar Biasa Kerahiman Allah, Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) akan mengadakan dua acara khusus, yaitu Misa Penyembuhan dan Retret...

Memetics Cerita Silat

Sebagai bentuk kolaborasi antara Monash Herb Feith Indonesian Engagement Centre dan Monash Library, acara Monash Indonesia Seminar Series kembali diadakan di Louise Matheson Library, Monash University Clayton...