Apa sih sebenarnya attachment style itu?

Attachment style adalah cara tertentu dimana seseorang berhubungan dengan orang lain, dan dari attachment styles, kita tahu bahwa ternyata setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam menjaga kedekatan dalam hubungan romantis.

Everyone has a need for intimacy; however, they are not born with the same capacity for giving and receiving intimacy, and that is where attachment styles come in.

3 jenis attachment style

Secure, attachment style yang paling ideal

Memberikan kasih sayang dan perhatian penuh dalam suatu hubungan adalah sifat alamiah orang-orang yang secure. Mereka menikmati kedekatan dalam suatu hubungan tanpa merasa cemas akan hubungan itu sendiri. Mereka juga tidak gampang marah karena masalah hubungan. Hal ini karena orang-orang yang secure bisa mengkomunikasikan kebutuhannya dengan efektif dan sebaliknya, dapat membaca dan menanggapi isyarat emosional yang ditunjukkan pasangan mereka. Terbuka tentang masalah maupun kesuksesan mereka adalah hal yang selalu dilakukan orang-orang secure.

Anxious, ingin dekat tapi takut ditinggal pasangan

Mereka sangat menyukai kedekatan dengan pasangannya dan karena ini, mereka berpotensi untuk mempunyai hubungan yang dekat dengan pasangannya. Namun, seringkali orang dengan attachment style anxious memiliki ketakutan bahwa pasangannya tidak ingin dekat dengannya seperti apa yang dia inginkan. Hubungan percintaan cenderung menguras sebagian besar energi mereka. Selain itu, mereka juga cenderung sangat sensitif dengan perilaku dan mood pasangannya. Seringkali, mereka mengalami banyak emosi negatif dalam hubungannya, sehingga mereka cenderung bertindak atau mengatakan hal-hal yang kemudian disesali. Namun, jika pasangannya memberikan keamanan dan kepastian dalam hubungan mereka, orang-orang dengan anxious attachment style ini dapat merasa puas dengan hubungan yang mereka jalani.

Avoidant, cenderung menahan keinginan mereka untuk menjalin kedekatan dalam suatu hubungan karena keinginan untuk bebas

Bagi orang-orang dengan avoidant attachment style, merasa independent, self-sufficient, dan bebas adalah hal yang sangat amat penting dan dijunjung tinggi. Mereka cenderung memilih kebebasan daripada hubungan yang intim. Walaupun mereka ingin menjalin kedekatan dengan orang lain, mereka merasa tidak nyaman jika terlalu dekat dan cenderung menjaga jarak dengan pasangannya. Mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan hubungan romantisnya dan cenderung tidak terbuka dengan pasangan mereka. Dalam suatu hubungan, orang-orang dengan avoidant attachment style sangat was-was ketika ia mulai merasa pasangannya memiliki kontrol terhadap hidup mereka.

Kenapa ya kita memiliki attachment style yang berbeda-beda?

Tentunya hal ini didasari oleh berbagai faktor. Bagaimana orang tua merawat dan responsif terhadap kebutuhan kita saat kecil, genetik kita, pengalaman romantis kita sebagai orang dewasa, dan hal-hal lainnya mendasari terbentuknya attachment style ini.

Lalu, apa hubungan attachment styles dengan dinamika dalam hubungan romantis kita?

Tentunya, orang yang secure lebih merasa puas dalam hubungan romantis mereka daripada orang-orang yang anxious atau avoidant.

Bayangkan kamu seorang anxious yang sedang mengencani seorang avoidant atau sebaliknya, kira-kira dinamika hubungan kalian akan seperti ini:

The anxious-avoidant trap

Si anxious: Kamu butuh kedekatan dalam suatu hubungan

Si avoidant: Mereka butuh ruang dan jarak baik secara fisik atau emosi

Si anxious: Kamu sangat sensitif dengan tanda-tanda penolakan

Si avoidant: Mereka mengirim mixed signals yang sering dianggap sebagai penolakan

Si anxious: Kamu kesusahan untuk terus terang akan kebutuhanmu dan apa yang menganggumu, alih-alih malah bertingkah daripada mengkomunikasikan kebutuhanmu dengan efektif

Si avoidant: Mereka kesulitan membaca sinyal implisit yang kamu ungkapkan baik secara verbal maupun non-verbal, dan merasa tidak bertanggung jawab untuk hal tersebut

Hal-hal ini terjadi karena kalian mempunyai kebutuhan dasar yang berbeda dalam hal kedekatan dalam hubungan romantis. Tanpa berupaya mengubah attachment style kalian menjadi lebih secure, akan sulit bagi kalian untuk menjalin suatu hubungan yang harmonis.  

Tetapi, seorang anxious atau avoidant yang mempunyai pasangan secure bisa terbawa menjadi secure dan memiliki hubungan harmonis dalam jangka panjang.

Jika kamu mengencani orang yang secure, mereka:

  • Memiliki kemampuan yang baik untuk berkomunikasi secara efektif
  • Nyaman dengan kedekatan
  • Konsisten dan tidak akan memberi sinyal-sinyal cinta yang rancu / membingungkan
  • Ketika kamu tertekan, mereka tahu bagaimana meyakinkanmu
  • Terbuka dengan kamu akan perasaan dan kebutuhannya
  • Melihat well-being mu sebagai suatu prioritas dan maka dari itu mereka sensitif akan kebutuhan kamu
  • Merasa nyaman dengan komitmen

Apapun attachment style kita, begini caranya memiliki hubungan romantis yang lebih harmonis dan memuaskan

Kabar baiknya, walau attachment style cenderung stabil dan konsisten, mereka juga dapat berubah loh! Dan semuanya tentu tergantung keinginan dan usaha dari masing-masing individu.

Untuk kamu dengan anxious atau avoidant attachment styles, mulailah untuk mengadopsi mindset yang dimiliki orang-orang secure saat menjalani hubungan romantis.

Salah satu hal terpenting yang kita mainkan dalam kehidupan pasangan kita adalah menyediakan pasangan kita tempat yang aman untuk dia tumbuh dan berkembang sebagai individu. Menciptakan tempat yang aman untuk mereka dapat dicapai dengan perilaku-perilaku dibawah ini:

  • Be available: Tanggapi perasaan-perasaan negatif mereka, biarkan mereka bergantung padamu saat mereka merasa perlu, tanyakan kabar mereka dari waktu ke waktu, dan berikan rasa aman dan nyaman ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
  • Don’t interfere: Berikan dukungan di balik layar untuk upaya pasanganmu. Bantulah mereka tanpa membuat mereka merasa dikontrol atau diatur olehmu. Biarkan mereka melakukan hal yang mereka inginkan tanpa mencoba mengambil alih situasi, mengatur, atau merusak kepercayaan diri dan kemampuan mereka.
  • Encourage: Berikan dorongan dan akui kemajuan dan pertumbuhan mereka.

Terus, gimana caranya menerapkan mindset secure?

  • Cari role model dengan attachment style secure

Amati hal-hal yang mereka katakan, bagaimana mereka bertindak dalam situasi yang bebeda, apa yang mereka abaikan dan tanggapi, serta cara mereka berperilaku ketika pasangannya merasa sedih. Kamu juga bisa mengamati pandangan umum mereka pada kehidupan dan hubungan. Setelah diamati, cobalah menerapkannya pada hubunganmu sendiri.

  • Hubungan kita dengan binatang peliharaan juga merupakan contoh hubungan secure loh!

Kita cenderung melihat hewan peliharaan kita dengan penuh kasih sayang terlepas dari hal-hal menjengkelkan yang mereka lakukan. Faktanya, hubungan kita dengan hewan peliharaan adalah contoh yang sangat baik dari suatu hubungan yang secure. Cobalah untuk mengamati perilakumu terhadap hewan peliharaanmu dan bagaimana perilaku-perilaku tersebut dapat diterapkan dalam hubunganmu dan pasanganmu.

  • Buatlah relationship inventory

Upaya yang satu ini membutuhkan lebih banyak usaha, tapi patut dicoba! Kamu bisa juga menuliskan kebiasaan-kebiasaanmu dalam hubungan romantis yang terus berulang dan ingin kamu ubah ke cara yang lebih secure. Dengan begitu, kamu lebih tersadarkan akan pola-pola yang kurang efektif dan mengubahnya ke pola secure yang lebih baik.