CAROLINE SUHARLI | KETUA PPIA LA TROBE UNIVERSITY

0
478

 

Merupakan suatu kerinduan bagi mahasiswi La Trobe University bernama lengkap Caroline Suharli untuk mempererat ikatan kekeluargaan antar anggota PPIA universitasnya usai terpilih menjadi pemimpin baru pada pertengahan 2017.

Visi dan misi Caroline sebagai ketua terangkum ke dalam satu patah kalimat, yaitu: fokus ke mendekatkan hubungan antara sesama anggota PPIA La Trobe.

“Saya berharap ke depannya anggota PPIA La Trobe bisa jadi seperti keluarga sendiri di Melbourne,” ujarnya.

Melihat jumlah anggota yang sedikit, Caroline berharap agar di masa kepemimpinannya, mahasiswa/i Indonesia maupun luar negeri di La Trobe University semakin mengenal PPIA La Trobe untuk kemudian ikut bergabung.

Tidak pernah terpikir akan jadi seorang ketua PPIA La Trobe, ia merasa senang bisa menerima dukungan dan memenangkan pencalonan. “Perasaan saya senang, sih. Tapi merasa punya tanggungjawab lebih juga. Tidak mau mengecewakan teman-teman yang sudah support aku dari awal dan mau benar-benar menjalani visi misiku dengan baik.”

Dukungan dari teman-teman di PPIA universitasnya tersebut berhasil membuat Caroline melupakan ketakutannya untuk maju. “Keraguan paling besar adalah saya tidak merasa cocok jadi ketua PPIA La Trobe. Karena hampir sebagian dari anggota PPIA adalah anak Phd and Master, saya merasa terlalu muda dan kurang pengalaman untuk jadi ketua.”

Telah menjalankan organisasi tersebut lima bulan lebih lama dari ketua PPIA lainnya yang baru dilantik di bulan Oktober, Caroline merasa percaya diri dengan performanya sejauh ini. “So far so good, sih. Mungkin ada beberapa kendala tapi semuanya sudah terselesaikan dengan baik. Saya juga punya executives yang selalu dukung saya dalam hal apapun. Kita juga sudah adakan beberapa internal events yang hasilnya juga tidak mengecewakan.”

Meneruskan tanggungjawab memimpin menggantikan Nugroho Harry Susanto, mahasiswi Bachelor of Business dengan mayor Tourism and Hospitality ini ingin mengadakan lebih banyak acara bagi para anggota. “Dari kepemimpinan lalu, kalau ada yang harus saya ubah, mungkin adalah untuk menambahkan event-event untuk internal PPIA sendiri. Tidak harus event besar, mungkin hanya nonton bareng atau makan-makan, tujuannya untuk mendekatkan satu dengan yang lain,” tutup Caroline.

 

 

 

Nasa