Business Coaching Series: Kursus kilat bagi calon eksportir/importir Indonesia-Australia

Guna meningkatkan arus dagang Indonesia-Australia, selama bulan Juli dan Agustus KJRI Victoria dan Tasmania mengadakan seri webinar online ‘Business Coaching Series: How to Become an Importer of Indonesian Products to Australia.’ Webinar yang diadakan melalui zoom itu membahas topik-topik sekitar peluang perdagangan expor-impor, bagaimana cara memulai bisnis di Victoria dan Tasmania, dan bagaimana teknologi digital dapat mendukung bisnis perdagangan. Serial webinar ini dibawakan oleh para pebisnis dan industry leaders dimana mereka bergantian membagikan ilmu dan kiat bisnis kepada para calon pebisnis baik dari yang berada di Indonesia maupun Australia.

Tangkap peluang perdagangan expor-impor

Dengan diratifikasikannya perjanjian dagang IA-CEPA yang bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan antara Indonesia dan Australia, kini terbuka peluang bagi banyak produk-produk Indonesia untuk masuk ke pasar Australia dengan tarif nol atau bebas tarif. Diantaranya seperti produk pakaian, furnitur, otomotif, dan masih banyak lainnya. Professor Edward Buckingham dari Monash University juga menyinggung sisi lain dari IA-CEPA yakni kesempatan kolaborasi bagi perusahaan di kedua negara. Beliau juga memprediksi akan adanya kesempatan bagi sumber daya manusia dari Indonesia dan Australia untuk saling bertukar ilmu dan keterampilan di beberapa sektor.



Diana Pratiwi, presiden Indonesia Diaspora Network Victoria, salah satu organisasi masyarakat diaspora Indonesia terbesar di Victoria, juga menambahkan bahwa banyaknya populasi diaspora Indonesia di Australia akan membantu pebisnis Indonesia untuk memasuki pasar Australia. Komunitas diaspora dapat menjadi perantara antara pasar Australia dan pasar Indonesia dalam bertukar informasi mengenai kebutuhan dari masing-masing pasar dan memberikan koneksi penting dalam network bisnis Australia.

Pahami regulasi produk impor di Australia

Bebas tarif tidak berarti produk asli Indonesia akan otomatis lebih kompetitif dibanding produk lainnya di pasar Australia. William Ho, regional manager PT Indofood di Australia mengingatkan bahwa analisa pasar masih perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk mendatangkan suatu produk atau komoditas ke Australia. Penting untuk para importir untuk mencermati daya saing produk tersebut dengan mempertimbangkan harga, kualitas, pangsa pasar, dan lain sebagainya.

Beliau juga menegaskan pentingnya memahami dan menaati regulasi-regulasi keamanan bagi produk impor yang cenderung sangat ketat. Salah satunya adalah biosecurity yang berlaku untuk produk-produk hewani dan nabati. Regulasi keamanan produk juga berlaku di sebagian besar produk import lainnya seperti produk kecantikan dan kosmetik, alat-alat olahraga dan rekreasi, sepeda, produk rokok, bahkan bahan bangunan dan masih banyak lagi.



Selain regulasi keamaan, penting bagi para importir untuk mematuhi peraturan mengenai label dan informasi nutrisi dan allergen, terutama untuk produk-produk makanan. Kelalaian dalam mematuhi peraturan ini akan berisiko produk ditolak, dikembalikan, atau bahkan dilarang untuk masuk ke Australia. Dan pastikan juga untuk selalu melengkapi semua dokumen-dokumen dan perijinan (paperwork) yang dibutuhkan sebelum mengimpor suatu produk.

Gunakan strategi marketing dan model business yang tepat

Peter Craven, Ketua Australia-Indonesia Business Council menekankan bahwa strategi marketing sangat krusial dalam bisnis perdagangan, termasuk perdagangan ekspor impor. Menurut beliau, salah satu faktor kritis mengapa bisnis gagal adalah karena lemahnya permintaan pasar untuk produk atau servis yang ditawarkan. Sehingga penting bagi para calon importir maupun eksportir untuk memahami betul pangsa pasar yang dituju.

Disamping strategi marketing dan promosi, para calon pebisnis juga harus membangun model bisnis yang kuat sebelum terjun ke pasar. Managing director dari Accolade Coaching, Emmanuel Setyawan merekomendasikan Strategyzer, software khusus yang dirancang untuk membantu pengguna membangun model bisnis mereka. Dengan Strategyzer, pengguna dapat mengetes kemungkinan keberhasilan dari model bisnis tersebut.

Cermati kontrak dan hukum bisnis

Hal yang sering luput dari perhatian para pebisnis Indonesia adalah kontrak dan hukum bisnis di Australia. Berbeda dengan Indonesia, kontrak dijunjung tinggi di Australia dan perbuatan-perbuatan yang melanggar kontrak akan mengakibatkan konsekuensi berat seperti denda dan proses pengadilan. Untuk itu, Konfir Kabo, managing partner di Kabo Lawyers menghimbau para calon pebisnis untuk selalu mencari nasihat hukum sebelum memasuki perjanjian dagang atau kerjasama apapun. Pastikan seluruh klausa, syarat dan ketentuan, serta hak dan kewajiban semua pihak jelas dan dimengerti oleh kedua pihak.


Jikalau terjadi pertikaian atau sengketa antara pihak dalam bisnis, Konfir menyarankan agar para pihak mempertimbangkan terlebih dahulu cara penyelesaian secara kekeluargaan, mediasi dan arbitrasi sebelum memutuskan untuk memperkarakan di pengadilan. Menurut beliau, pengadilan harus menjadi solusi terakhir lantaran proses tersebut cendurung lama dan memakan biaya besar.

Pahami cara pengiriminan barang dari Indonesia ke Australia

Proses logistik, pengiriman barang, dan penyimpanan dalam gudang (warehouse) merupakan proses penting yang harus diperhatikan oleh eksportir dan importir. Michael Pan dari Grand Eastern Group, salah satu perusahaan importir di Victoria menyampaikan bahwa para importir dan eksportir harus memperhitungkan kuantitas produk sebelum memilih perusahaan logistik untuk mengangkut produk tersebut. Biaya logistik akan tergantung dengan jumlah produk yang dikirim dalam satu kontainer kargo dan penting untuk mengingat 2 tipe pengiriman yakni Full Container Load (FCL) atau Less than Container Load (LCL). Umumnya untuk pengiriminan LCL, berbagai produk akan digabungkan jadi satu dalam satu kontainer pengiriman dan dikirim bersamaan. Michael menyarankan untuk menggunakan LCL bagi barang-barang yang berkuantitas kecil guna menghemat biaya. Tentunya sebelum produk dapat dikirim, semua dokumentasi, syarat dan perizinan juga harus dilengkapi terlebih dahulu agar tidak terjadi hambatan saat produk akan masuk ke Australia.

Ketika produk sudah tiba di Australia, importir harus memilih cara paling tepat untuk menyimpan produk mereka dan ini berkaitan dengan cara pengiriman. Ada dua pilihan penyimpanan, yaitu general trade dan under bonded. Untuk produk-produk yang dikirim secar FCL, mereka akan disimpan secara general trade dan dikirim dari gudang langsung ke tempat yang dituju. Sedangkan untuk produk-produk yang dikirim lewat LCL akan disimpan secara under bonded dimana produk-produk tersebut akan digabungkan dengan produk-produk lain dan semua proses pengiriman dan penyimpanan ditangani oleh broker.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

VISA UNTUK PASANGAN

Tanya: Hi, Saya lihat di Facebook BUSET ada informasi mengenai kepengurusan visa. Pertanyaan saya, apa yang harus dipersiapkan untuk partner visa? Saya ada pasangan yang tinggal...

PPIA SWINBURNE NGAJAK ANGGOTANYA ‘NGASO’

Pertengahan Oktober kemarin PPIA ranting Swinburne University periode 2014-2015 yang baru saja terbentuk mengadakan acara yang bertujuan untuk menyambut para siswa baru sekaligus meningkatkan...

HARI PEREMPUAN SEDUNIA BERSAMA WASEMA

Setiap 8 Maret, selama satu hari penuh rakyat dunia merayakan segala pencapaian sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik yang telah diraih oleh para perempuan. Selama sekitar seabad...

ACICIS BUKA PELUANG MEMPELAJARI INDONESIA

Tentu kita banyak mendengar tentang berbagai lembaga pendidikan yang membantu masyarakat Indonesia menempuh pendidikan di Australia. Namun, tahukah Anda tentang lembaga pendidikan yang turut...

Gereja BEST Melbourne

Gereja BEST (BlEssing in the SpiriT) adalah gereja multi daerah dengan jangkauan global. Dengan berpusat pada pengajaran “back to Jesus teaching”, gereja BEST telah terbukti berdampak...