Bom KBBI dalam Berperang dengan Kaum Hawa Indonesia

Kaum hawa tengah berperang memperjuangkan diri maupun raga yang jauh lebih berharga dari segenap buah di antara dada dan lengan kaki mereka selama beribu-ribu tahun lamanya. Tentu perjuangan ini masih berlangsung terutama di atas tanah Republik Indonesia yang menganut sistem patriarki bak religi dalam kehidupan sehari-harinya. Isu terkini yang tengah diperjuangkan adalah pengertian kata ‘perempuan’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang tidak memiliki konotasi positif sama sekali.

Masalah ini pertama kali diangkat oleh Ika Vantiani dan Yolando Siahaya pada bulan Agustus 2018 ketika keduanya memamerkan instalasi seni di Galeri Nasional Indonesia yang berikatan mengenai arti di balik kata ‘perempuan’ dalam KBBI berjudul ‘Perempuan dalam Kamus Bahasa Indonesia’. Instalasi ini berisikan kamus-kamus KBBI dari edisi pertama hingga kelima terpampang lebar pada halaman yang menguraikan kata ‘perempuan’ dan makna-makna jelek dari kata tersebut – perempuan dideskripsikan sebagai seorang subjek bahkan benda yang semata-mata dilihat dari seks dan dogma masyarakat Indonesia dalam menangani sistem reproduksinya. Menguatkan suaranya akan hal ini Vantiani membuat kaus yang dengan tulisan besar terpampang jelas di atas kain putih tersebut, “Ganti penjelasan kata ‘perempuan’ dalam KBBI!” yang ia lalu pakai pada tanggal 8 Maret 2020, tepat pada perayaan International Women’s Day sesuai liputan Tempo pada hari tersebut.

Ia dengan begitu kerasnya mempertanyakan, “Bagaimana negara mendefinisikan perempuan dalam KBBI seperti ini? Kenapa perempuan hanya berkisar genital saja? Karena misalnya ada kata pelacur dalam definisi itu (perempuan geladak).”

Tidak hanya itu, tetapi kata ‘keperempuanan’ tercantum dengan jelas dalam kamus tersebut yang berarti ‘banyak tantara pendudukan yang melanggar keprempuanan wanita desa’ yang mengonotasikan sifat kekerasan. Melalui Instagram, ia tak henti berkoar akan protesnya mengenai isu ini. Bangkangannya begitu meluas terutama ketika Vantiani dan Yolanda pada Maret 2020 kembali memproduksi untuk yang kedua kalinya kaos yang menyerukan “Ganti penjelasan kata ‘perempuan’ dalam KBBI!”. Beribu tanggapan positif akan kaos tersebut mengisi laman media sosial Instagram. Tanpa disadari begitu banyaknya tangan merangkul dan membantu penyebaran kesadaran akan masalah ini. Sehingga vokalis dari band BARASUARA, Asteriska Widiantini ikut membagikan suaranya kepada dunia akan masalah ini yang meluncurkan isu ini ke atas permukaan muka masyarakat Indonesia.

Sesuai liputan CNN pada tanggal 3 Februari 2021, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjawab bahwa KBBI adalah kamus umum yang telah lama mengakar sejak bertahun-tahun lamanya dan merupakan kamus yang hidup, yang berarti kamus ini bernapas akan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Maka dari itu semua hal yang mewarnai hidup masyarakat Indonesia turut mewarnai KBBI dengan setiap pengertian dari kata-kata yang tercantum dalam kamus tersebut. Badan Bahasa turut menguraikan, “Konotasi dan stigma perempuan yang negatif dapat diubah bukan dengan cara mengubah penjelasan entri tersebut di KBBI, melainkan dengan mengubah konotasi dan stigma masyarakat terhadap perempuan di tataran yang lebih tinggi.”

Bagaimanakah menurut kawan-kawan BUSET akan progress pertarungan akan wanita melawan masyarakat patriarkal di Indonesia?

bintanghttps://benedictabintangz.carrd.co/
A born and raised half Bataknese and Javenese who can never live her life without doing anything art related!

Discover

Sponsor

Latest

LESTARIKAN BUDAYA PENDUDUK ASLI DUNIA

Tanggal 9 Agustus merupakan hari spesial bagi dunia dimana masyarakat merayakan International Day of the World’s Indigenous People. Yang dimaksudkan dengan Indigenous People adalah...

Program Professional Year

Pada artikel sebelumnya kita membahas bahwa lulusan dari Accounting, Engineering dan IT bisa  mendapatkan 5 poin tambahan melalui Program Professional Year. Pada artikel ini...

Berasyik Ria bersama ASYIK Melbourne

Setelah 3 tahun absen dari panggung pertunjukan Melbourne, ASYIK Melbourne kembali hadir pada bulan Juli lalu. Bertempat di Carlton Uniting Church, sebuah malam pagelaran...

Australia Indonesia Business Forum 2014

Australia Indonesia Business Forum proudly and jointly organised by PPIA Monash and Australia Indonesia Centre Don't miss this GOLDEN OPPORTUNITY to STEP FURTHER INTO A BRIGHTER...

PEMBELIAN RUMAH PERTAMA

Apa yang perlu diketahui? Apakah Anda sudah melihat begitu banyaknya properti dan sudah pergi ke sekian banyaknya pameran rumah? Sekarang Anda telah menemukan rumah yang sangat...