Wawancara dengan Konsul Jendral Spica Tutuhatunewa Kamis, 21 Mei 2020

0
205

Sejak munculnya COVID-19 di Victoria, KJRI Melbourne terus beroperasi setiap harinya dengan menetapkan penyesuaian sejalan dengan protokol kesehatan setempat yang berlaku. Pelayanan dan bantuan kepada diutamakan kepada WNI dengan kasus-kasus khusus serta dalam berbagai kondisi emergency, contohnya penerbitan paspor bagi yang sudah expired, dokumen lain bagi mereka yang akan segera pulang ke Indonesia, dan lain sebagainya. 

Bahkan selama masa restriksi, KJRI Melbourne telah memberikan kelonggaran ataupun pelayanan khusus kepada masyarakat agar tidak perlu kembali ke KJRI pada siang hari untuk mengambil dokumen, melainkan akan dikirim via pos. 

Khusus untuk layanan perpanjangan paspor yang masa berlakunya masih di atas Juli 2020, dapat memantau link booking appointment pada bulan Juni. Apabila paspor sudah habis masa berlakunya, tidak perlu khawatir karena tetap dapat diperpanjang dan tidak dikenakan denda. 

Sedangkan mengenai visa, hingga akhir Mei 2020 KJRI Melbourne masih belum melakukan penerbitan visa baru sambil terus memantau arahan dan kebijakan dari pemerintah Indonesia. 

Persiapan Kembali ke Indonesia

KJRI Melbourne terus memantau perkembangan situasi dan penanganan COVID-19 di Tanah Air. Dalam kondisi ini, harap dapat dipahami bahwa kondisi sangat dinamis dan perkembangan sangat cepat, yang juga dapat berdampak pada kebijakan dan prosedur di perbatasan. 

Dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentu berdampak pada prosedur ketibaan di Indonesia sehingga dihimbau agar setiap masyarakat dapat terus memantau kebijakan yang diambil Gugus Tugas maupun dari Kementrian Kesehatan RI. 

Salah satu yang harus dipersiapkan adalah Surat Keterangan Sehat yang termasuk Health Certificate (HC) dalam Bahasa Inggris yang berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan di negara asal. Harap dapat menjadi catatan bahwa meskipun telah memiliki surat sehat dari dokter atau bukti tes COVID-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dapat melakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku di perbatasan. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kesehatan bersama dan tentunya dalam rangka upaya mengurangi resiko transmisi COVID-19 yang lebih luas kepada masyarakat secara umum. 

Selain itu, bagi WNI dengan tujuan akhir di luar Jabodetabek, perlu memiliki Surat Keterjangan Jalan. Surat ini dapat diperoleh dari KJRI Melbourne sebelum keberangkatan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan No. HK.0201/Menkes/332/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri.

Pada kondisi normal, penetapan biaya Surat Keterangan Jalan yang diterbitkan Perwakilan RI masuk dalam kategori ‘Surat Keterangan Lainnya’ dengan biaya sebesar AUD 30 (sesuai SK Dubes RI Canberra No 1058/A/OT/KEPPRI/VI/2019 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku di Perwakilan RI di Australia).

Namun, sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional, maka penerbitan Surat Keterangan Jalan tersebut tidak dikenakan biaya. 

Bantuan WNI

KJRI Melbourne telah merilis dua kali survei (periode 15-24 April dan 8-13 Mei) untuk pemetaan tantangan yang dihadapi WNI di wilayah kerja, termasuk mendata bantuan yang dibutuhkan.

Hasil survei tersebut menjadi basis dalam melakukan aksi dan upaya bantuan bagi teman-teman WNI. Tantangan WNI didominasi oleh kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sulitnya fokus belajar (karena kekhawatiran dengan kondisi saat ini dan keluarga di Indonesia).

Menindaklanjuti hal tersebut, ada beberapa hal yang dilakukan KJRI Melbourne. Pertama, melalui kolaborasi bersama dengan elemen masyarakat Indonesia di Victoria dan Tasmania, memberikan bantuan logistik kepada WNI yang membutuhkan, khususnya mereka yang tidak memperoleh coverage atau support systemdari pemerintah setempat (contohnya pemegang WHV dan pelajar). Sampai saat ini KJRI telah menyalurkan hampir 500 paket bantuan logistik di Victoria dan 45 bantuan logistik di Tasmania. 

Kedua, melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan universitas serta kalangan dosen dan akademisi di Victoria mengenai kondisi psikologis teman-teman pelajar. Harapannya adalah agar dosen dan universitas dapat melakukan penyesuaian dalam proses belajar mengajar (yang mayoritas dilakukan secara online saat ini) dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi psikis pelajar. 

Ketiga, mendistribusikan informasi kepada kalangan pelajar mengenai pihak-pihak yang dapat dihubungi (termasuk counseling kampus dan pihak asuransi kesehatan) untuk memastikan mereka baik-baik saja secara mental. Dalam kondisi saat ini, kesehatan mental adalah salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian besar, khususnya bagi teman-teman pelajar yang hidup sendiri di sini dan jauh dari keluarga di Indonesia.   

Rencana Pemulihan Aktivitas

Kondisi restrictions di Australia secara bertahap mulai dilonggarkan. Namun kita harus tetap bisa menjaga kesehatan. Untuk itu, KJRI menghimbau agar WNI tetap menerapkan protokol dan prosedur kesehatan yang berlaku seperti social distancing, mencuci tangan dan menjaga kebersihan, dan lainnya. 

Selain itu, terus lah memantau informasi terbaru dari Pemerintah Victoria. Kondisi masih sangat cair dan dinamis, sehingga perkembangan dapat saja terus terjadi.

***

Bagi yang memiliki kasus khusus/emergency, dapat menghubungi hotline KJRI Melbourne yang siap siaga 24 jam sehari: 0477 007 075 dan email konsuler.melbourne@kemlu.go.id