Home INFO BUSET Aspirasi, Kerja Keras dan Inspirasi dari Mereka yang Bersekolah dan Bekerja di Negeri Kangguru

Aspirasi, Kerja Keras dan Inspirasi dari Mereka yang Bersekolah dan Bekerja di Negeri Kangguru

0
Aspirasi, Kerja Keras dan Inspirasi  dari Mereka yang Bersekolah dan Bekerja di Negeri Kangguru

Bekerja di Australia adalah harapan kebanyakan siswa Indonesia yang saat ini duduk di bangku universitas di Australia. Namun, kita semua memahami bahwa bisa terus tinggal di negeri ini dan mendapatkan pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Berbagai proses harus dijalani, dari bersaing dengan warga lokal dan mengasah skill tertentu. Kabar baiknya, banyak warga Indonesia juga yang berhasil melakukan hal tersebut. Bukan hanya sekedar mendapat pekerjaan, anak-anak bangsa ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi sekitarnya.

Buat mereka bekerja bukan hanya persoalan mendapat uang atau bisa tinggal di negara seperti Australia. Ada nilai-nilai lebih yang dihasilkan dari perjuangan mereka. Harapan dan kerja keras mereka adalah sebuah inspirasi yang bisa kita pelajari ketika kita memutuskan untuk mencari pekerjaan di sini. Mari kita simak wawancara dari 3 orang yang sukses berkarir di sini.

Teguh
Founder & Managing Director Consulting Agency

Hi Teguh, bisa diceritakan sekarang kerja di bidang apa dan apa peran spesifik yang dilakukan?

Saya bekerja di sektor Disability. Peran saya adalah sebagai Founder dan Managing Director dari Bright Plan Management Pty Ltd, sebuah Consulting Agency yang bekerjasama dengan National Disability Insurance Agency (NDIA) dengan fokus untuk empowering people with disability.

Sebelumnya kalau boleh tahu, dulu kuliah di jurusan apa dan universitas apa?

Saya kuliah di Monash University (Clayton Campus), Bachelor of Commerce (Accounting and Finance).

Bisa ceritakan kenapa bekerja pada tempat dan menggeluti bidang tersebut saat ini?

Saya bekerja di sebuah perusahaan non-profit sebagai salah satu key finance staff di sana. Setelah bekerja lebih dari 5 tahun dan berinteraksi dengan berbagai macam stakeholders, saya melihat betapa pentingnya financial management assistance bagi orang-orang yang menyandang disabilitas. Pada tahun 2018, di tengah-tengah reformasi sektor disabilitas di Australia, saya memberanikan diri untuk membangun perusahaan yang bekerjasama dengan NDIA untuk memberikan financial management service bagi para penyandang disabilitas.

Apakah pada saat lulus kemaren memang bercita-cita untuk terus tinggal dan bekerja di Australia?

Saat lulus memang berencana bekerja di Australia untuk membangun pengalaman dan skill di marketplace. Dulu sih tidak terpikir akan tinggal menetap dan bekerja, bahkan merintis sebuah perusahaan asing.

Bagaimana proses mencari pekerjaan setelah lulus kuliah? Bisa diceritakan? Termasuk bagaimana bisa sampai pada pekerjaan sekarang?

Sebagai fresh graduate, banyak sekali kompetisi dengan graduates lainnya, terutama local graduates yang biasanya sudah mengemban banyak pengalaman bekerja sambil kuliah. Karena waktu itu sulit, saya menawarkan diri untuk bekerja sebagai unpaid intern di Accor Group. Karena saya bekerja lebih keras dibandingkan karyawan lain yang dibayar, maka pada akhir masa internship saya direkrut dan dimasukkan sebagai salah 1 dari 3 graduate untuk mengikuti Accor Graduate Finance Management Program. Dari situlah saya terus membangun karir di bidang accounting dan finance sampai akhirnya merintis bisinis sendiri.

Apa tantangan terbesar pada saat proses mencari pekerjaan full time di sini?

Menurut saya, tantangan terbesar adalah kita sendiri, apakah kita mau menanggalkan ego dan mempunyai ethos kerja yang tinggi.

Apa pelajaran yang bisa di ambil dari semua ini?

“Kerja, kerja, kerja,” kata Presiden RI. Hardwork dan growth-mindset adalah kunci untuk bisa menjadi seseorang yang kompetitif di era global.

Kalau menurut Teguh, perbedaan besar dalam mencari kerja di Indonesia dan di Australia terletak di mana?

Waduh saya tidak pernah mengalami bagaimana rasanya mencari pekerjaan di Indonesia. Kalo boleh menebak, mungkin di Indonesia lebih kompetitif dibanding Australia karena jumlah orang yang lebih banyak.

Bagaimana rasanya bekerja di luar negeri seperti di Australia ini? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Menurut saya kelebihan utama bekerja di Australia adalah kompensasi yang lebih besar disertai great work-life balance. Kekurangannya adalah, terkadang itu bisa membuat seseorang sangat nyaman dan enggan untuk mendorong dirinya untuk lebih maju lagi.

Tips apa yang bisa diberikan pada pembaca Buset khususnya mereka yang mencoba terus tinggal dan mencari pekerjaan di sini?

Work hard, expand your network, keep improving yourself and never give up =)

Andrew
Senior Tax Accountant di Public Accountant

Sekarang kerja di bidang apa dan apa peran spesifik yang dilakukan Andrew?

Kerja sebagai akuntan publik, posisi: senior tax accountant.

Sebelumnya kalau boleh tahu, dulu kuliah di jurusan apa dan universitas apa?

Kuliah di Monash University, jurusan Accounting & Finance

Bisa ceritakan kenapa bekerja pada tempat dan menggeluti bidang tersebut saat ini?

Saya dari SMA memang suka pelajaran akuntansi, dan saya bersyukur karena tidak banyak orang yang bisa bilang kalau mereka “suka” akuntansi. Bidang akuntansi itu cukup luas dan sewaktu kuliah saya mendapat kesempatan untuk belajar tentang hukum pajak di Australia yang menurut saya sangat menarik. Dari situ saya putuskan untuk meniti karir di bidang akuntan pajak. Saya senang bisa membantu orang yang butuh pertolongan tentang pajak dan juga memberikan edukasi tentang pajak secara simpel dan mudah dimengerti.

Apakah pada saat lulus kemaren memang bercita-cita untuk terus tinggal dan bekerja di Australia? Kalau iya ceritakan alasannya

Memang dari awal saya pindah ke Australia untuk kuliah, saya sudah memutuskan untuk bekerja dan menetap di sini. Asalannya utamanya adalah kualitas hidup yang lebih tinggi dan seimbang.

Bagaimana proses mencari pekerjaan setelah lulus kuliah? Bisa diceritakan? Termasuk bagaimana bisa sampai pada pekerjaan sekarang?

Saya membutuhkan waktu kira-kira 7 bulan sebelum saya mendapatkan perkerjaan full time. Hampir semua aplikasi di 4 bulan pertama tidak mendapat jawaban. Akhirnya, saya mendapatkan satu wawancara pekerjaan di salahsatu kantor akuntan publik. Kantornya tidak besar tetapi mereka sedang melakukan ekspansi sehingga mereka membutuhkan beberapa karyawan baru. Saya mulai bekerja sebagai Graduate Accountant dan dari situ dipromosikan menjadi Senior Accountant setelah kurang lebih 5 tahun.

Apa tantangan terbesar pada saat proses mencari pekerjaan full time di sini?

Tantangan terbesarnya adalah menjaga tekad agar tidak menyerah dan terus berjuang meskipun hampir semua lamaran kerja tidak ada balasannya. Dari begitu banyaknya lamaran kerja yang ditolak, saya belajar bahwa sebagai pelamar kerja kita harus menunjukkan kalau kita lah kandidat terbaik untuk pekerjaan itu. Dari situ saya mengurangi jumlah lamaran kerja per hari. Saya hanya melamar 2-3 pekerjaan per hari, itu pun kalau ada lowongan. Namun, saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk meriset perusahaan tersebut dan menulis cover letter yang hanya satu halaman. Dari situ saya belajar untuk menulis cover letter yang lebih tajam dan relevan untuk pekerjaan yang dilamar.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari semua ini?

Gunakanlah kesempatan sebaik-baiknya selama ada. Ketekunan dan kerja keras pasti membuahkan hasil. Saya sama sekali tidak pernah berpikir bahwa saya bisa bekerja dan tinggal di Australia, namun satu per satu pintu terbuka ketika kita memberikan yang terbaik. Jikalau waktu itu saya gagal mendapatkan pekerjaan, saya tidak akan menyesal karena saya tahu saya sudah berjuang dengan sepenuh hati.

Kalau menurut Andrew, perbedaan besar dalam mencari kerja di Indonesia dan di Australia terletak dimana?

Saya belum pernah bekerja di Indonesia jadi saya hanya bisa menjawab ini berdasarkan cerita-cerita yang saya dengar dari teman-teman yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Menurut saya, perbedaan yang utama adalah perbedaan budaya. Tidak ada budaya yang lebih baik atau lebih buruk, hanya berbeda. Kita harus mampu beradaptasi dengan situasi sekeliling untuk meraih sukses.

Bagaimana rasanya bekerja full time di luar negeri seperti di Australia ini? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Saya merasa kalau bekerja di Australia kita bisa memiliki hidup yang seimbang. Banyak teman-teman saya yang bekerja di Indonesia yang jam kerjanya lebih banyak sehingga mereka sulit menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan. Namun, banyak juga teman-teman saya yang lebih suka bekerja di Indonesia karena tantangan dan peluang di negara berkembang pasti lebih besar daripada di negara maju. Menurut saya tidak ada yang mutlak lebih baik atau lebih jelek, setiap orang memiliki impian dan ambisi masing-masing.

Tips apa yang bisa diberikan pada pembaca Buset, khususnya mereka yang mencoba tinggal dan mencari pekerjaan di sini?

Terus berjuang. Ketika kita berjuang, kita akan menemukan jalan. Masa depan tidak bisa ditebak tetapi bisa diperjuangkan selangkah demi selangkah. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena kita tidak berjuang sepenuh hati.

Leona
Perawat di Cancer Hospital

Sekarang kerja di bidang apa dan apa peran spesifik yang dilakukan Leona?

Saya bekerja sebagai cancer pain nurse in a cancer hospital in NSW (Chris O’Brien Lifehouse Cancer Hospital). Job description includes patient education, staff education, seeing patients in pain crisis, developing safety guidelines for the hospital.

Sebelumnya kalau boleh tahu dulu kuliah di jurusan apa dan universitas apa?

Kuliah di UTS for Bachelor of Nursing then University of Tasmania for graduate diploma in Nursing (anaesthetic/post anaesthetic specialist).

Bisa ceritakan kenapa bekerja pada tempat dan menggeluti bidang tersebut saat ini?

Waktu mulai nursing di operating theatre, I saw a pain specialist nurse and was very impressed and interested in this area. After 6 years in theatre, I had the opportunity to move into a Pain Management department in the same hospital. Did it for 2 years. Then this opportunity came up to establish a cancer pain service in the new cancer hospital so I took it.

The chance for surviving cancer is now improving and with longer longevity. This means people living longer in pain from their treatments.

Apakah pada saat lulus memang bercita-cita untuk terus tinggal dan bekerja di Australia? Kalau iya, ceritakan alasannya.

Iya pastinya karena nursing di Indonesia not a professional career. Di sini bisa jadi academic professor or nurse practitioner (bisa prescribe medication).

Bagaimana proses mencari pekerjaan setelah lulus kuliah? Bisa diceritakan? Termasuk bagaimana bisa sampai pada pekerjaan sekarang?

Before bachelor graduation, all hospitals across NSW do a synchronised interviewing. Students put a few preferences in their form, but only do 1 interview. Then close to graduation day, they will get confirmation of placement. Mirip-mirip sama melamar universitas gitu. After graduate, semua fresh nurses masuk ke “new graduates program”- hospital based education & work. Mirip sama doctor internship tapi dibayar penuh.

New graduate biasanya allow 2-3 rotations to different wards or specialties. Nanti kita bisa pilih mau stay dimana buat 2nd year. Some hospitals also offer a more specialised 2nd year training in ICU, ED or Theatre.

Apa tantangan terbesar pada saat proses mencari pekerjaan full time di sini?

None. Back then, 100% new graduates were guaranteed to have jobs. Maybe not at the hospital/specialty they want, but still won’t be jobless.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari semua ini?

I learn that the universe will guide you to your true destiny if you believe in your gut feeling. I didn’t get the hospital I wanted (dapat di rural area – Blue Mountains instead of major hospital di Sydney). I also didn’t get the rotation I wanted in Emergency Department (I got Theatre). But in the hindsight, it was the best beginning into this amazing career!

Apa perbedaan besar dalam mencari kerja di Indonesia dan Australia?

Kalau di Indonesia lebih mementingkan formal education, kalau di sini lebih utamain pengalaman.

Apa kelebihan dan kekurangannya?

Di Aussie nursing union itu powerful banget jadi wellbeing terjaga banget walau ganti-ganti hospital. Dibayar perjam, waktu istirahat between shifts juga ada lawnya. Dokter respect sama kita, ga bisa bullying juga. Culture medical di sini juga mengutamakan safety for the patients and the staff (di public hospital & cancer hospital). Kalau tempat kerja mau curangin staff, bisa lapor fairwork and ga bisa dipecat gitu saja.

Di Aussie kita bisa kerja “for the heart” – we know we are making a difference, a better world, ease people’s suffering while have a decent salary. And that brings much higher job satisfaction than money alone.

Tips apa yang bisa diberikan pada pembaca Buset, khususnya mereka yang mencoba terus tinggal dan mencari pekerjaan di sini?

Kalau boleh suggest, mainnya jangan sama orang Indonesia saja. Harus masuk circle-circle lain supaya eloquent in conversing with other cultures. Dulu aku main sama orang Thailand dapat kerjaan pertama kali jadi waitress di restaurant tempat dia kerja- I was the only non-Thai staff there, all because of my friendship with this person!

Kerja apa saja jangan malu-malu. Di sini banyak jenis karier yang mungkin belum pernah dengar di Indonesia tapi ternyata a good career eg tradies, phlebotomist, medical receptionist, occupational therapist, osteopath, naturopath etc.

Also, try to find a job that allows you to make the world a better place. It will bring you equal if not more joy and satisfaction than very high salary but you know you’re hurting people.

Informasi selebihnya tentang Leona dan cancer hospital tempat dia bekerja bisa dilihat di https://www.mylifehouse.org.au/introducing-leona-djajadi-clinical-nurse-specialist-for-pain/

Yuniar