Dewasa ini semakin banyak populasi dunia yang berusaha untuk menjadi bilingual bahkan multilingual. Fenomena ini merupakan sebuah trend yang terbentuk karena arus globalisasi. Namun, mempelajari sebuah bahasa asing terkadang sangatlah menjemukan. Menyadari hal tersebut, pada tahun 2008 Australian Indonesian Association of Victoria mendirikan sebuah program pertukaran pelajar bernama IndoAustay.

Program ini menciptakan pengalaman baik bagi pelajar Indonesia maupun Australia di Victoria untuk mempelajari bahasa Inggris dan Indonesia dengan secara langsung terjun ke dalam kehidupan sehari-hari di kedua negara.

Belum lama ini, BUSET diundang untuk menghadiri acara pengarahan IndoAustay bertempat di Kathleen Syme Library & Community Centre, Carlton. Sisca Wijayanti yang merupakan Project Manager IndoAustay divisi Southbond memperkenalkan lebih dalam mengenai program Southbound Exchange kepada para orangtua asuh di Victoria. Tamu yang hadir diundang untuk turut menikmati makanan kecil khas Indonesia antara lain onde-onde, lemper, klepon dan risoles sebagai pengenalan mini akan kebudayaan Indonesia.

Southbond Exchange adalah sebuah rancangan proyek bagi murid-murid SMA kelas 10 hingga 11 Indonesia untuk mengunjungi Victoria selama 6 minggu. Selama kunjungan tersebut, mereka akan mengasah kemampuan Bahasa Inggris mereka sekaligus merasakan kehidupan dan budaya di Australia. Sebaliknya, program yang sama juga ditawarkan untuk pelajar Australia yang ingin belajar Bahasa Indonesia dan merasakan ‘Indonesia’ melalui program yang diberi nama Northbound Exchange.

Siswa-siswa dari Indonesia akan ikut serta melaksanakan kegiatan rumah tangga bersama keluarga asuh dan bersekolah ditemani oleh saudara asuh mereka selama mereka tinggal. Lester Levinson selaku Executive Director IndoAustay ikut menjelaskan kepada para orangtua asuh, “sebagai keluarga angkat, Anda tidak perlu ragu untuk menerapkan aturan rumah tangga seperti pekerjaan rumah tangga. Terutama karena beberapa dari anak-anak Indonesia ini berasal dari rumah tangga dimana terdapat pembantu yang mengurus tugas-tugas rumah tangga. Mungkin sedikit mengejutkan bagi mereka untuk datang ke Australia dan diberikan pekerjaan untuk dilakukan di sekitar rumah. Namun, Anda tidak boleh menahan diri dan mengatakan apa yang Anda ingin mereka lakukan seperti bagaimana Anda akan meminta anak-anak Anda melakukannya.”

Albert Abdi selaku perwakilan dari Konsulat Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania ikut serta menghadiri acara dan menyampaikan harapannya bagi program Southbond ini. “Lantaran perkembangan ekonomi yang pesat, aspirasi saya untuk proyek ini adalah untuk membangun hubungan yang kuat tidak hanya antara peserta dan keluarga angkat, melainkan sebagi dua negara yang bertetangga. Saya berharap bahwa dengan memperluas jaringan kita dapat memberikan manfaat yang besar di masa depan, terutama karena kita ditempatkan sangat dekat dengan satu sama lain.”

Acara berlanjut dalam memantapkan kesiapan para keluarga asuh yang akan menyambut para pelajar Indonesia ke Victoria. Nusy Febrica, rekan Sisca, ikut memberikan sedikit masukan akan perbedaan kebudayaan anak muda di Indonesia dan menyarankan para anggota keluarga asuh untuk selalu menemani, mendampingi dan mengikutsertakan mereka ke dalam agenda-agenda keluarga selama program berlangsung.

Perbedaan kebudayaan menimbulkan beberapa kekhawatiran dari salah satu orangtua angkat mengenai makanan halal bagi yang beragama Islam. Namun dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa ada beberapa cara untuk memasak makanan halal menurut tradisi dan aturan Islam, tetapi itu semata-mata tergantung pada fleksibilitas anak yang akan tinggal bersama mereka dan sumber daya yang dimiliki oleh orangtua angkat.

Lester juga menyebutkan mengenai kebiasaan para orangtua di Indonesia yang kerap mengkhawatirkan dan memeriksa kesejahteraan anak-anak mereka. “Hal ini terkadang dapat mengganggu keberlanjutan program, namun dapat juga menjadi peluang terbaik bagi anak-anak ini untuk berkembang menjadi mandiri dan membuktikan kedewasaan mereka dalam menjaga diri mereka sendiri ketika orang tua tidak ada bersama mereka,” ujar Lester.

Sehubungan Hari Kemerdekaan Indonesia yang kian mendekat, IndoAustay ikut serta menyiapkan aktivitas yang dapat diikuti tidak hanya oleh murid-murid Indonesia peserta IndoAustay, melainkan seluruh anggota keluarga asuh. Rebeka de Keijzer selaku mantan siswa pertukaran pelajar Northbound telah mengorganisir rangkaian kegiatan 17 Agustus. Upaya ini sekaligus bermaksud agar para pelajar Indonesia bisa menghargai Hari Kemerdekaan Indonesia dan memperingatinya dengan sepenuh hati dimanapun mereka berada.


Apa Kata Mereka

Camilla (vet), Poppy (pelajar high school)

Ini adalah pertama kalinya kami menjadi bagian dari program pertukaran pelajar. Kami berharap bahwa kami dapat belajar sedikit Bahasa Indonesia. Terlebih lagi, anak perempuan saya yang lebih tua telah belajar di sekolah Indonesia selama beberapa waktu. Jadi, saya berharap dia bisa berbicara dalam Bahasa Indonesia dengan siswa yang akan tinggal bersama kami. Meskipun demikian, kami juga berharap bahwa siswa tersebut akan dapat berbicara dalam Bahasa Inggris dengan lebih lancar. Kami juga menyukai makanan, jadi kami berharap dapat mencoba beberapa makanan kuliner Indonesia dan mungkin juga beberapa resep makanan Indonesia darinya. Kami berpikir bahwa program ini juga merupakan hal yang baik untuk membangun hubungan erat dengan Indonesia, karena kita adalah tetangga. Mungkin pada lain waktu kami bisa datang dan mengunjunginya di Indonesia.

Emily Woods (pelajar high school)

Saya adalah mantan siswa pertukaran pelajar IndoAustay Northbound Exchange dan saya sudah pernah bertemu dengan gadis yang akan tinggal bersama keluarga kami. Kami sudah memiliki landasan itu dan saya pikir hal itu sangat bermanfaat. Daripada sebagai program pertukaran pelajar, saya merasa kunjungannya lebih seperti sebuah get-together ramah. Saya berharap dapat membawanya keliling untuk melakukan banyak hal lokal yang kita miliki di sini seperti pabrik cokelat besar, sanctuaries dan hal-hal menyenangkan lainnya. Saya akan membawanya ke pantai, mungkin ke Geelong juga. Jadi, saya sangat tidak sabar!

Lester Levinson (Executive Director IndoAustay)

IndoAustay adalah salah satu dari sedikit organisasi pertukaran pelajar yang disetujui oleh Victorian Registration and Qualification Authority. Banyak kali saya telah mendengar dari mantan-mantan siswa pertukaran pelajar ini bahwa pengalaman yang mereka miliki melalui program ini sangatlah life-changing. Meskipun ada beberapa kesulitan dalam mengatur semuanya, tetapi hasil akhirnya selalu memuaskan!

Bintang