Wonderful Indonesia, itulah slogan yang menjadi napas dari Industri Pariwisata di Indonesia. Wonderful yang berartikan pesona mencurahkan kepermaian Ibu Pertiwi, bak harta karun menyimpan keindahan yang luar biasa. Terpampang dari Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sungai Kampar di Riau, hingga Pulau Biak di Papua, negeri rempah-rempah ini begitu kaya akan tempat-tempat yang jarang dijelajahi maupun oleh rakyat Indonesia sendiri. Keberadaan mereka telah dibayangi oleh ketenaran pulau Bali yang kini mendunia. Berkaitan dengan kemalangan ini, Australia Indonesia Youth Association (AIYA) mengundang Buset untuk menghadiri sesi panel discussion, Basa Basi mereka yang bertema ’10 New Bali and Ther Relation to Australia’.

Basa Basi AIYA yang kedua kalinya untuk tahun ini berkisar pada rencana Presiden Joko Widodo yang ia sebut, ’10 New Bali’. Sebuah kunci kemakmuran masa depan industri pariwisata di Indonesia.

Dr. Madalene Blaer

Para pembicara yang hadir dalam acara diskusi pada malam tersebut adalah Dr. Madalene Blaer, seorang dosen Monash University di departemen pariwisata yang turut berkontribusi besar dalam banyak penelitian dalam bidang pariwisata, media, sustainable tourism dan digital tourism economy; Siam P. Nugraha yang merupakan Executive dari Visit Indonesia Tourism Office untuk Australia; dan juga Fahman Toriki selaku mantan kepala Tourism Destinations and Attractions Lombok Utara. Terlebih lagi, sesi Basa Basi kali ini dipandu oleh Monitta Mary, mahasiswa Monash University yang berkecimbung di dunia International Sustainable Tourism Management.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam ini dipersembahkan untuk membuka pengetahuan para generasi muda tentang program ’10 New Bali’ juga akan keanekaragaman tujuan wisata di Indonesia. Emily Heng, Presiden AIYA di Victoria menjelaskan bahwa acara ini juga diadakan untuk memanfaatkan keahlian yang dimiliki salah seorang anggota AIYA, Monitta.

“Monitta sedang memepelajari gelar Master-nya di bidang pariwisata, maka dari itu topik malam ini termasuk dalam lingkup keahliannya. Terlebih lagi, dengan menggunakan pengetahuan yang ia miliki, Monitta dapat menganalisa proyek dengan lebih mendalam. Tidak hanya itu, sesi Basa Basi kami sebelumnya mencakup pembicaraan mengenai pemilihan umum di Indonesia. Jadi, sejak Presiden Jokowi memperkenalkan dan menerapkan strategi ’10 New Bali’ ini, kami merasa bahwa akan menjadi sebuah kontinuitas yang baik untuk diskusi,” ujar Emily.

Sebagai pembukaan, Siam Nugraha berharap bahwa pembicaraannya pada malam itu dimaksudkan untuk mengundang para hadirin untuk ikut berkontribusi dalam membuat keindahan Indonesia untuk mendunia.

Bapak Siam menerangkan bahwa kekayaan Indonesia akan rempah-rempah eksotis, minyak, tembaga, timah, bahkan emas yang dahulu kala melimpah kini mengempis. Namun, satu-satunya asset yang sejauh ini terus dengan kuat menopang ekonomi Indonesia adalah lanskap geografisnya. Indonesia telah dikaruniai hutan-hutan rimbun, pegunungan tinggi, flora dan fauna nan unik juga beribu keragaman budaya. Kepariwisataan Indonesia yang memamerkan semua ini menjadi kunci akan kesejahteraan ekonomi bangsa untuk tetap masyhur.

Jumlah pendapatan yang diterima Indonesia dari sektor ini pada 2018 meningkat hingga mencapai sekitar 15.8 juta dolar Amerika dari tahun sebelumnya. Karena alasan inilah Joko Widodo menjadikan perkembangan pariwisata Indonesia sebagai fokus utama pendukung pertumbuhan ekonomi negara. Memimpikan pendapatan kepariwisataan Indonesia untuk mewakili 8% GDP Indonesia dan menaikkan pendapatan pertukaran asing hingga 18 milyar dolar Amerika.

“Dari situlah proyek ’10 New Bali’ lahir menjadi solusi akan dilemma ini. Indonesia akan membangun 10 pusat wisata baru yang memiliki kesuksesan dan dampak ekonomi sebesar Bali. Tetapi pemerintah pada saat ini memusatkan fokus hanya pada empat tempat yaitu, Mandalika, Danau Toba, Labuan Bajo, dan Candi Borobudur,” ujar Siam.

Fahman Toriki

Fahman Toriki melanjutkan diskusi dengan mempersembahkan kepada para hadirin sebuah masterplan yang direncanakan untuk memperelok Mandalika menjadi Bali yang baru. Lombok yang berkedudukan sebagai tetangga Bali tak kuasa mengalahkan ketenaran Bali. Maka dari itu, proyek Mandalika Resort ini diharapkan untuk menjadi gerbang menuju ketenaran Pulau Lombok secara keseluruhan. Mandalika sekarang sedang dikembangkan menjadi tujuan wisata kelas dunia dan dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah Motogp 2021.

“Kami juga tidak akan lupa menyoroti keberagaman budaya Lombok yang tiada duanya. Mulai dari desa-desa tradisional yang menarik dan juga dengan mengikuti trenkepariwisataan dunia yang bertemakan storytelling, kita juga akan mencoba untuk menjadikan legenda Putri Mandalika sebagai narasi pulau ini dalam menarik para turis. Sebagai pemerintah daerah, kami juga percaya bahwa kesejahteraan masyarakat setempat adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan. Kami banyak mendidik masyarakat untuk memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi lokal yang diinginkan. Tidak hanya itu, kami juga melibatkan mereka dalam setiap proses pengembangan yang kita laksanakan,” lanjut Fahman.

Proyek Mandalika Resort direncanakan menjadi sebuah destinasi ekotourismedengan menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti kereta gantung dan tenaga surya. Fahman lanjut menjelaskan bahwa hal ini merupakan sebuah upaya penerapan sustaianable tourism development.

Hal di atas kemudian diterangkan lebih lanjut oleh Dr. Madalene mengenai bagaimana dunia akademik mendefinisikan istilah sustainable tourism. Definisi sustainable tourism yang dia ambil dari United Nation World Tourism Organisation (UNWTO) ini berarti sebuah bentuk pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan pada saat ini dan masa depan dalam menangani kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat. Terkait dengan hal tersebut, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Moyle yang mengidentifikasikan sebuah pergeseran persepsi dunia tentang istilah ini. Dunia melihat sustainable tourism lebih ke arah krisis global seperti perubahan iklim, sedangkan sebuah konsep yang berbasis alam, sosial dan kerangka triple bottome line yaitu people, planet, dan property. Digitalisasi juga memainkan peran besar dalam perubahan dalam pemahaman istilah ini.

Monitta (kiri) terlibat aktif pada diskusi Basa Basi AIYA

“Penggunaan Instagram telah benar-benar terbukti membuka peluang bagi tempat-tempat wisata yang jarang dikunjungi untuk terkspos terhadap publik. Namun, sampai batas tertentu, digitalisasi dapat menyebabkan masalah etika terutama ketika influencer menunjukkan perilaku yang tidak pantas. Influencer harus mempertimbangkan bagaimana tindakan dan perilaku mereka memiliki pengaruh terhadap para audiens dapat menginspirasi mereka untuk terlibat dalam perilaku yang sama,” tambah Dr. Madalene.

Dr. Madalene mengatakan bahwa ia percaya Gerakan 10 New Bali ini telah membuka pasar baru untuk sustainable tourism. Terdapat lebih banyak makna dan tingkat pemahaman mengenai sustainable tourism dari proyek ini dengan adanya proses penyebaran jumlah wisatawan ke 10 daerah lain dan tidak macet di satu tempat tertentu. Tetapi, Dr. Madalene percaya bahwa proyek ini telah berjalan selaras dengan three pillars framework.

“Semua bergantung pada bagaimana kita mendidik semua orang terutama para generasi muda yang berpotensi untuk menjadi wisatawan pada negara kita untuk menghargai budaya dan etika. Sehingga uang yang mereka gunakan dalam destinasi-destinasi ini juga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ujar Dr. Madalene.


Apa Kata Mereka?

Muhamad Rifki, mahasiswa Monash University

Saat mendengar keberadaan proyek ini, yang pertama kali aku rasakan adalah excited. Karena untuk mendapatkan bahwa akan ada tempat-tempat destinasi lain yang sekompetitif dan sesanggup Bali dalam menampung turis-turis mancanegara itu keren. Aku yakin bahwa rencana ini akan berhasil dari bagaimana setiap tahap direncanakan secara baik dan bagaimana mereka tidak mereplika Bali secara sepenuhnya tetapi dengan melihat kearifan daerah masing-masing mereka mencoba untuk menonjolkan karakter-karakter setiap daerah.

Aku sebagai generasi muda Indonesia akan berkontribusi dengan menyebar pesan kepada semua orang terutama teman-teman milenial Indonesia lainnya untuk menjadi responsible travelers. Bertamasya ke suatu tempat bukan hanya untuk Instagram, untuk konten tetapi memang untuk menikmati kebudayaan, alam dan momen-momen yang aku alami di tempat itu.

Inneke Kusumah, Finance Analyst

kiri

Saya pikir proyek ini merupakan rencana yang bagus. Saya tahu Indonesia masih belum berkembang dan menggunakan segala potensi yang negara ini miliki tetapi setelah mendengar rencana Indonesia untuk benar-benar berusaha mengembangkan indsutri pariwisata nasional saya percaya Indonesia akan menjadi negara yang hebat.

Saya melihat bahwa untuk mewujudkan mimpi ini, Indonesia sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur. Saya sendiri benar-benar ingin pergi ke tempat-tempat dari 10 New Bali ini tetapi jujur saja hal itu sangatlah sulit. Saya pikir bahwa hal ini bisa berhasil dicapai tetapi memakan waktu yang lama terutama dengan beberapa tantangan yang akan dihadapai sepanjang jalan. Yang paling khusus, saya pikir akan sulit bagi masyarakat setempat untuk dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang 10 New Bali rencanakan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengubah pola pikir mereka tentang seberapa baik perubahan ini bagi mereka. Karena biasanya orang-orang cenderung menolak perubahan jadi saya pikir ini akan menjadi tantangan yang besar.

Luke Elson, mahasiswa Melbourne University

kanan

Menurut saya 10 New Bali itu solusi yang baik bagi Indonesia dengan bagaimana mereka ingin menyebarkan pertumbuhan Indonesia lebih dari sekedar Pulau Jawa. Terlebih lagi memberikan tempat-tempat lain kesempatan untuk mendapatkan kemakmuran yang sama seperti apa yang telah dialami Bali seperti Sumatera, Nusa Tenggara atau tempat-tempat indah lainnya yang sangat membutuhkan investasi seperti ini. Saya merasa bahwa proyek ini sangatlah menarik dan ambisius tetapi satu pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah; apakah ini yang orang-orang setempat inginkan?

Bintang