Bali United: Kalah di Tanah Melbourne, Hidup di Hati Pendukung

0
227
Pertandingan Bali United vs Melbourne Victory berakhir dengan skor 0-5

Stadium AAMI Park diwarnai warna merah, putih dan biru seragam dan bendera para pendukung Bali United F.C. dan Melbourne Victory pada hari Selasa, 21 Januari 2020.

Masyarakat Indonesia yang ada di Melbourne menyambut dengan antusias kedatangan tim sepak bola yang bermarkas di provinsi Bali ini dan berbondong-bondong bersama anggota keluarga maupun kerabat memenuhi tempat duduk di section 10 dan 11.

Sehari sebelum perlombaan, Buset berkesempatan untuk berbincang dengan pelatih Stefano Cugurra Teco, atau yang akrab disapa Coach Teco yang ditemui di Hotel Pullman usai makan malam bersama tim Bali United.

Dengan Bahasa Indonesia yang fasih, Coach Teco mengatakan bahwa Bali United memiliki pemain unggul yang juga berhasil mengalahkan tim Singapura bernama Tampines Rovers di pertandingan minggu sebelumnya.

“Kita punya mayoritas pemain dari tim dari liga kemarin, di mana kita bisa juara dia Indonesia sama tim ini. Kita punya beberapa pemain baru dalam tim.” kata pelatih yang karier sepak bolanya dimulai 16 tahun lalu ini.

Walau demikian, ia mengatakan bahwa pertandingan dengan tim Australia yang bermarkas di Melbourne yaitu Melbourne Victory sesungguhnya cukup menantang melihat persiapan dari tim itu yang tampak lebih matang.

“Setelah libur kita mulai latihan tanggal 5 Januari, dan kita sudah menang sekali lawan Singapura, yang beda cuma liga dari tim Australia sudah jalan. Mereka sudah 14 pertandingan, sedangkan kita tahun ini cuma main sekali saja.”

Mengetahui bahwa kompetisi tersebut tidaklah mudah, masih ada api optimisme di dalam diri Coach Teco akan kemenangan Bali United Selasa malam.

“Kita harus bekerja keras di pertandingan besok supaya bisa lolos. Yang pasti kalau kita menang, penonton yang lihat senang juga.”

Bali United sayangnya diungguli 5 poin oleh Melbourne Victory.

Penyesuaian Diri dengan Melbourne

Bali United berterima kasih kepada para pendukungnya

Bertanding di negara lain berarti harus menyesuaikan diri dengan cuaca dan lapangan tempat bertanding. Inilah menurut Coach Teco mengapa Bali United tiba dua hari sebelum pertandingan, tepatnya di Minggu pagi, 20 Januari 2020.

“Saya pikir kita sudah datang dua hari sebelum tanding, kita merasakan dingin, dan latihan di tengah hujan juga. Tapi saya rasa pemain sudah merasakan dingin dua hari jadi cukup untuk besok.”

Sementara itu, Coach Teco juga memuji keteraturan kota Melbourne dan tertawa ketika bercerita tentang tram nomor 70 yang ia lihat di tengah kota.

“Melbourne adalah kota yang kelihatan bagus, sangat bersih. Pengaturan letak dalam kota kelihatan bagus. Terus saya lihat ada tram. Saya orang Brazil, dulu tram nomor 70 itu dipakai di kota saya,” katanya sambil bernostalgia.

“Mereka masih ada sampai sekarang di Melbourne. Saya cuma lihat dari foto papa dan mama saya.”

Tentang Sepak Bola Indonesia

Kata “fasilitas” dan “penjadwalan” muncul dalam wawancara Buset bersama Coach Teco tentang kelemahan sepak bola Indonesia Senin malam itu. Pelatih berusia 45 tahun ini mengatakan bahwa fasilitas lapangan di Indonesia belum memuaskan.

“Saya sering bicara soal fasilitas buat latihan. Saya pikir di Indonesia harus diperbaiki.”

Menurutnya, Indonesia seharusnya dapat mengambil contoh perawatan stadion dari negara lain.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco (Foto: Denis Limanta)

“Mungkin contoh dari negara lain, harus ikut. Kenapa harus ikut? Karena fasilitas latihan lebih bagus, kita bisa membuat pemain bagus juga. Saya pikir fasilitas di Indonesia masih di bawah. Harus ditingkatkan.”

Sementara itu, penjadwalan juga menjadi masalah di dunia sepak bola Indonesia. Coach Teco mengatakan bahwa jadwal pertandingan di Indonesia masih sering lambat keluar.

“Kita bisa lihat negara lain, ada beberapa yang mulai latihan Januari seperti kita, tapi sudah punya jadwal dari pertandingan mulai sampai berakhir. Ketika sudah ada jadwal, pelatih bisa bikin program sehingga tahu kapan main dan kapan istirahat,” katanya.

“Tapi kita tahu juga masalah di Indonesia adalah sering tunggu sponsor utama.”

Lepas dari kekalahan, Coach Teco tetap memiliki impian besar bagi Bali United. Layaknya Pulau Bali yang terkenal di seluruh dunia, ia juga ingin nama tim tersebut dikenal dunia.

“Waktu saya datang ke Pulau Bali saya bilang kita harus buat Bali United yang adalah klub bisa terkenal dulu di Indonesia sebagai lokal terus sekarang kita mulai main di Indonesia, lalu juga bisa dikenal dengan negara-negara lain.”

Nasa