Jeff Malaihollo memiliki mimpi; meningkatkan sumber daya manusia rakyat Maluku melalui jalur pendidikan. Dari situlah, Bahasa Basudara lahir. Sebuah program kelas Bahasa Inggris cuma-cuma secara online bagi masyrakat Maluku.

Berawal Dari Kerinduan Untuk Menolong Sesama

Gagasan untuk menciptakan program Bahasa Basudara ini muncul dari kesadaran Jeff akan realita Maluku sebagai salah satu provinsi termiskin dan paling terbelakang dalam segi pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia. Sebagai mantan anak Maluku sendiri yang berhasil berkuliah dan bekerja di luar negeri, Jeff tergerak untuk membantu para saudara saudari dari pulau asalnya.

Alhasil, di bulan Maret, ia dan beberapa diaspora Maluku yang lain bersepakat untuk membuat program pelatihan Bahasa Inggris gratis via online bagi orang-orang Maluku. Bahasa Basudara pun secara resmi dimulai pada bulan Mei dan berlangsung selama 12 minggu dan berfokus pada pengajaran percakapan Bahasa Inggris.

Dalam pelaksaan program ini, Bahasa Basudara bekerja sama dengan beberapa universitas dan yayasan di Maluku. Diantaranya adalah Pusat Studi Bahasa di Universitas Pattimura, Institut Agama Islam Negeri, Institut Agama Kristen Negeri, Universitas Kristen Indonesia Maluku, dan Politeknik Ambon. Adapun jumlah kelas yang tersedia mencapai 75 kelas online dan diajar oleh para sukarelawan yang fasih berbicara dalam Bahasa Inggris dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Timur Tengah, Jerman, Indonesia dan juga Australia dan New Zealand.

Bukan Sekadar Program Pendidikan Bahasa Inggris

Bagi Jeff yang akrab dipanggil Bung Jeff itu, Bahasa Basudara bukanlah sekadar program pelatihan dan pendidikan Bahasa Inggris biasa. Meski program ini diterima dengan sangat baik oleh para siswa dan akan berlanjut di gelombang kedua bulan September ini, hal terpenting yang dicapai Jeff adalah meningkatnya rasa percaya diri para murid Bahasa Basudara.

“Masukan dari siswa yang membuat saya senang luar biasa adalah bukan hanya Bahasa Inggris mereka naik, tapi yang banyak mereka sebutkan adalah rasa confidence mereka naik. Dan mereka mulai berani bermimpi hal-hal yang mereka belum pernah berani mimpikan sebelumnya. Jadi mereka mulai bermimpi untuk bekerja di negeri bagus dan bermimpi bersekolah di luar negeri. Menurut saya ini hal yang sangat positif,” komentar pria bergelar PhD dari University of London itu.

“Juga mereka karena tiba-tiba berada di kelas dengan orang-orang yang mereka tidak kenal, mereka merasa network mereka mulai terbuka. Mereka merasa memiliki mentor di luar negeri yang mereka bisa bicara dengan. Jadi ini hal-hal positif yang tidak kita sangka,” ujarnya lagi mengenai efek dari program Bahasa Basudara.

Non-executive chairman Edenville Energy itu juga mengaku dirinya belajar banyak dari para murid-murid tersebut. Memang semangat para murid untuk menghadiri dan berpartisipasi di kelas meski kerap mengalami halangan seperti koneksi internet yang buruk dan keterbatasan teknologi patut diacungi jempol.

“Kalau boleh saya cerita, ada satu murid yang internetnya terputus dia lari sampai ke gunung untuk mencari koneksi. Kita yang punya warnet sering males-malesan, ini orang ingin belajar sampai naik ke gunung untuk cari signal,” kenangnya. 

Kembangkan Kurikulum Bahasa Basudara

Kini, Bahasa Basudara memiliki 84 guru terdaftar yang sebagaian besar merupakan para diaspora Indonesia yang berasal dari Maluku atau individu-individu yang pernah tinggal atau bekerja di Maluku. Salah satunya adalah Marthin Nanere, professor di universitas La Trobe di Melbourne.

Sebagai seorang pengajar profesional, Marthin memilki cara yang unik dalam mengajar Bahasa Inggris. Setiap sesinya, ia berusaha mendatangkan satu native speaker kenalannya dari berbagai negara dengan aksen Bahasa Inggris yang berbeda-beda, termasuk Phoebe Wu, kru BUSET yang besar di Amerika dan memiliki aksen Amerika. Harapannya adalah agar para murid dapat terbiasa dengan aksen Bahasa Inggris yang beragam.

Selain mendatangkan berbagai native speakers, Marthin juga mengajarkan pendengaran (listening) dan pemahaman membaca (reading comprehension) bagi para muridnya.

“Kalau di kelas saya yang hari Minggu itu fokusnya ke IELTS dan TOEFL. Jadi yang kita lakukan berbeda, kalau waktu listening misalnya saya membuat mereka mendengar lagu dan saya copot kata-kata dari lagu itu dan membuat mereka mengisi apa isi lagu itu,” jelasnya.

Kedepannya, Bung Jeff beserta tim pengajar di Bahasa Basudara juga sudah berencana untuk mengadakan special classes, atau kelas-kelas khusus seperti business English dan grammar. Adapun kelas-kelas tersebut akan lebih condong ke kelas tradisional dimana guru mengajar dan siswa mendengar.

Apa Kata Murid Bahasa Basudara

Lita Lenderthsz, karyawan tambang emas

“Saya pertama mengenal program Bahasa Basudara ini dari teman dan kakak bagi saya, Usi Sali yang merupakan dosen di Politeknik Ambon. Jadi saya bergabung di grup Usi Sali yang semuanya merupakan dosen politeknik. Puji Tuhan meski saya bukan dosen saya diijinkan untuk bergabung. Saya merasa program ini memang program perdana. Dan belum ada program yang sejenis dan memang dicreate untuk anak-anak daerah dan orang-orang Maluku dari berbagai latar belakang, pekerjaan, gender, dan usia bisa mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi.

Bahasa Inggris ini memang sesuatu yang agak sulit untuk kita belajar ketika kita tidak memiliki teman untuk berkomunikasi. Jadi bahasanya hanya berkembang seputar teori, tapi untuk praktek mungkin Bahasa Basudara ini bukan hanya cukup tapi sangat membantu. Karena selama 12 minggu perjalanan program ini, saya dapat banyak manfaat yang positif. Awalnya kita berpikir berbicara dalam Bahasa Inggris itu hal yang cukup menakutkan, karena pertama ini bukan bahasa ibu. Apalagi dalam keterbatasan kita dalam lingkungan dimana orang-orang tidak berbicara dalam bahasa ini. Dalam Bahasa Inggris juga ada structure, tenses, grammar, itu sangat menakutkan. Tetapi dalam Bahasa Basudara ini yang saya apresiasi, para native speakers itu salah satunya Phoebe, mungkin merasa dalam hati ada yang kurang atau tidak sesuai tapi dengan halus menerangkan.”

Klik disini untuk menjadi tutor Bahasa Basudara atau daftar menjadi murid sekarang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here