Dinamika Hubungan Australia-Indonesia di Era Kristiarto Legowo

Diratifikasikannya perjanjian dagang komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership Agreement (IA-CEPA), kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Canberra, dan diluncurkannya Blueprint for Trade and Investment with Indonesia merupakan cuplikan dari sepak terjang Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Y. Kristiarto Legowo selama 4,5 tahun ini. Di akhir masa jabatan beliau, BUSET menerima kehormatan untuk mewawancarai Dubes Kristiarto secara esklusif seputar masa penugasan beliau di Australia. Yuk baca!

Pelantikan Y. Kristiarto S. Legowo sebagai Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu oleh Presiden RI di Istana Merdeka, 13 Maret 2017.

1. Program-program promosi apa saja yang telah dilaksanakan KBRI di Australia selama penugasan Bapak Kristiarto sebagai Dubes Australia?

KBRI Canberra memiliki beberapa program rutin tahunan serta pelaksanaan program dalam rangka promosi hubungan bilateral Indonesia dengan Australia. Beberapa program tahunan yang khusus diadakan KBRI Canberra yaitu:

  • Australia Update yang baru dimulai kali pertama pada tahun 2019, kedua pada tahun 2020, dan telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada tanggal 12-13 Oktober 2021 lalu. Australia Update bekerja sama dengan universitas di Indonesia untuk memberikan informasi terkini mengenai perkembangan politis, ekonomi, dan isu terkini di Australia. Karakteristik utama dari Australia Update adalah untuk menyebarkan positivitas dan meningkatkan people-to-people connection antara kedua negara.
  • Indonesia-Australia Business Summit (IABS), yaitu pertemuan bisnis tahunan yang diselenggarakan KBRI Canberra bersama Perwakilan RI di Australia lainnya (KJRI Sydney, KJRI Melbourne, KJRI Perth, dan KRI Darwin) serta IIPC Sydney dan ITPC Sydney sejak tahun 2014. IABS mengundang pembicara dari perwakilan Pemerintah Indonesia maupun Australia, asosiasi bisnis, serta pengusaha kedua negara dengan mengangkat topik terkait sektor bisnis yang memiliki potensi untuk ditingkatkan. Sebelum pandemi, IABS juga disertai pameran produk Indonesia, promosi potensi daerah Indonesia, serta one-on-one business matching secara langsung.
  • Festival Indonesia, yaitu acara tahunan besar di KBRI Canberra untuk merayakan dan mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia. Festival Indonesia biasanya mengundang perwakilan Pemda langsung dari Indonesia untuk mempromosikan budaya daerahnya secara langsung di Canberra. Acara ini biasanya menarik sebesar 3.000 pengunjung namun sejak tahun 2020 telah ditunda pelaksanaannya akibat pandemi COVID-19.
  • Indonesian Cultural Circle (ICC), yaitu kegiatan rutin yang diselenggarakan tiga kali per tahun untuk mempromosikan berbagai potensi Indonesia hasil kerja sama KBRI Canberra dengan Dharma Wanita Persatuan, meliputi seni budaya, wisata hingga produk. ICC merupakan bagian dari kegiatan soft diplomacy dan menjadi forum yang sangat efektif dalam meningkatkan awareness pasar Australia terutama kelompok sosialita yang juga anggota Women International Club in Canberra.

Selain program di atas, tentunya KBRI Canberra juga terlibat aktif dalam berbagai forum bilateral, regional, dan multilateral, seperti Annual Leaders’ Meeting, 2+2 Meeting antara Menlu dan Menhan Indonesia dan Australia, High-Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation, Senior Officials’ Meeting antara Kemlu RI dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, Indonesia-Australia Consular Consultation, pertemuan negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turki, Australia), kelompok OIC (Organisation of Islamic Conference), G20, East Asia Summit, IORA (Indian Ocean Rim Association), ASEAN Regional Forum, dan Bali Democracy Forum.

Duta Besar Y. Kristiarto S. Legowo membuka Indonesia – Australia Business Summit 2019, di Sydney, 18-19 September 2019.

2. Peristiwa penting dan pencapaian apa yang telah dicapai mendekati akhir masa tugas Bapak?

Selama 4,5 tahun penugasan saya sebagai Duta Besar RI untuk Australia, Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, telah melakukan kunjungan ke Indonesia hanya seminggu setelah pemilihannya sebagai PM pada bulan Agustus 2018. Kunjungan tersebut merupakan saat penting dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia karena kedua negara telah meningkatkan hubungan bilateralnya menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership).

Kemudian pada tanggal 4 Maret 2019, Menteri Perdagangan kedua negara juga telah menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang mulai berlaku efektif pada tanggal 5 Juli 2020. IA-CEPA menjadi kerangka kerja sama penting untuk peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, tidak hanya di sektor perdagangan dan investasi, namun juga peningkatan kapasitas SDM Indonesia, pemanfaatan industri unggulan kedua negara, serta peningkatan hubungan pengusaha dan jaringan pengusaha Indonesia dan Australia.

Peristiwa yang sangat berarti dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia juga terjadi pada saat Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Canberra pada tanggal 9-10 Februari 2020. Pada kesempatan tersebut, Presiden RI telah bertemu dengan Gubernur Jenderal Australia, PM Australia, serta diberi kesempatan untuk berpidato di Parlemen Australia yang tidak diberikan kepada semua Kepala Negara yang berkunjung ke Australia. Di samping itu, telah disepakati pula Plan of Action (PoA) dari CSP yang menjadi peta kerja sama yang konkrit kedua negara untuk periode 2020-2024.

Salah satu aspek penting dalam PoA CSP adalah komitmen untuk menyelenggarakan Senior Economic Officials’ Meeting dan Economic, Trade, and Investment Ministers’ Meeting secara perdana, masing-masing pada tanggal 7 September 2020 dan 6 Juli 2021. Selama pandemi COVID-19, saya bersama tim di KBRI Canberra juga telah berkoordinasi erat dengan Pemerintah Australia untuk penyediaan dukungan bantuan penanggulangan pandemi di Indonesia. Pada tanggal 7 Juli 2021, Menlu Australia mengumumkan pemberian “package of support” kepada Indonesia berupa vaksin dan sejumlah peralatan medis. Sejauh ini telah disampaikan 1 juta dosis vaksin AstraZeneca, 1.000 ventilator, 100 oxygen concentrator, 170 oxygen cylinder dan sejumlah rapid antigen test. Pemerintah Australia juga telah memberikan komitmen lebih untuk menyediakan AUD 12 juta bekerja sama dengan LSM dan badan PBB untuk membantu kebutuhan masyarakat Indonesia dan menjamin akses kesehatan di tengah pandemi.

Dubes Kristiarto Legowo menyambut Presiden RI pada saat Kunjungan Kenegaraan ke Canberra, Feb 2020.

3. Perubahan apa saja yang terjadi pada hubungan bilateral Indonesia-Australia jika dibandingkan pada masa awal jabatan Bapak dengan masa akhir jabatan Bapak?

Hubungan Indonesia dengan Australia cukup dinamis, namun selama empat tahun terakhir sejak saya ditugaskan sebagai Duta Besar RI untuk Australia, dapat dikatakan bahwa hubungan bilateral kita berkembang cukup positif. Dengan adanya peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, berarti Australia telah menjadi mitra yang sangat strategis bagi Indonesia dengan lingkup kerja sama yang sangat komprehensif. Diharapkan bahwa PoA CSP akan memandu upaya peningkatan kerja sama kedua negara hingga tahun 2024.

Berlakunya IA-CEPA juga menandakan keseriusan kedua negara dalam meningkatkan intensitas kerja sama di sektor perekenomian. Meskipun pandemi telah menunda beberapa pelaksanaan program dalam kerangka IA-CEPA, namun kedua negara tetap mendorong upaya peningkatan perdagangan dan investasi dua arah.

Australia bahkan telah meluncurkan Blueprint for Trade and Investment with Indonesia bulan ini untuk membantu pengusaha Australia yang hendak berbisnis dengan pengusaha Indonesia atau berinvestasi di Indonesia. Capaian nyata dari implementasi IA-CEPA tercermin melalui meningkatnya perdagangan dua arah Indonesia-Australia untuk periode Januari-Agustus 2021 menjadi sebesar USD 7,88 miliar, yaitu sebesar 73,39% dibanding periode yang sama pada tahun 2020 (senilai USD 4,55 miliar).

4. Bisakah Bapak menjelaskan hubungan bilateral antara Indonesia dan Vanuatu? Peristiwa penting apa sajakah yang terjadi selama masa penugasan Bapak?

Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Vanuatu di tahun 1980, namun hubungan diplomatik RI-Vanuatu baru terjalin setelah ditandatanganinya Komunike Bersama Pembukaan Hubungan Diplomatik (3 Juli 1995) oleh Menlu RI Ali Alatas dan PM merangkap Menlu Vanuatu Maxime Carlot Korman. Dalam perkembangannya, hubungan RI-Vanuatu kerap mengalami pasang-surut karena sikap beberapa unsur elit Vanuatu yang mengedepankan pemihakan terhadap gerakan separatisme di Indonesia, sehingga berdampak kontraproduktif terhadap hubungan kedua negara. Situasi politik domestik yang cukup bergejolak dan pergantian kepemimpinan di pemerintahan Vanuatu sering berdampak pada hubungan bilateral Indonesia dan Vanuatu.

Dubes Y. Kristiarto S. Legowo bersama Gubernur Jenderal Australia David Hurley pada Resepsi Diplomatik Kemerdekaan RI di Natonal Gallery of Australia (NGA) 2019.

5. Selama masa pandemi ini terobosan terbaru apa saja dari KBRI yang sudah dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat Indonesia? Kedepannya apakah akan ada layanan online yang memudahkan masyarakat untuk mengakses bantuan dari KBRI?

Sebagaimana amanat Konstitusi, pemberian pelayanan dan perlindungan WNI juga merupakan salah satu prioritas Polugri Indonesia. KBRI dan seluruh Perwakilan RI di Australia selalu memastikan kehadiran negara dalam situasi atau kondisi apa pun, terutama dalam masa sulit pandemi saat ini. KBRI terus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, tepat, accountable, dan senantiasa berupaya melakukan terobosan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia, yang termasuk di sini kalangan Diaspora Indonesia di Australia.

Metode layanan online juga menjadi salah satu inovasi fasilitas yang digunakan KBRI dalam masa pandemi antara lain dalam pengurusan surat keterangan jalan atau legalisasi dokumen, online booking dalam pendaftaran pembuatan paspor untuk menjamin kenyamanan pengunjung hingga pemberian fasilitasi bantuan/konsultasi kekonsuleran dalam kondisi darurat melalui hotline service KBRI 24/7. Pelayanan ini untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan bahkan efisien secara anggaran. 

Selama masa pandemi Covid-19 berbagai upaya KBRI yang telah dilakukan dalam membantu WNI antara lain memfasilitasi proses repatriasi atau pemulangan 1422 ABK PMI Kapal Pesiar di Australia ke Australia, membantu program repatriasi mandiri 526 mahasiswa Indonesia yang telah selesai studi di Australia bekerjasama dengan Garuda Indonesia, pendampingan WNI yang terinfeksi Covid-19 hingga pemberian bantuan paket sembako dan alat/bahan kesehatan kepada mahasiswa dan WNI yang terkena dampak pandemi, khususnya pada masa lockdown.

Selain pelayanan kekonsuleran, pelayanan informasi dan promosi juga berinovasi selama pandemi, di mana KBRI mendiseminasi informasi ke pemangku kepentingan dengan meluncurkan media e-newsletter yang berisi capaikan hubungan kerja sama bilateral meliputi politik, ekonomi, dan sosial budaya, dan e-magazine yang berisi potensi seni budaya, wisata, hingga produk the 10 New Bali. Keduanya dapat diakses melalui website resmi KBRI Canberra, yaitu www.kemlu.go.id/canberra.

6. Apa saja kesan-kesan Bapak selama bertugas sebagai Dubes?

Selama penugasan saya sebagai Duta Besar RI untuk Australia sejak tahun 2017, saya telah melihat hubungan bilateral Indonesia dengan Australia semakin berkembang dan menguat.

Bagi saya, misi diplomasi Indonesia di Australia telah terlaksanakan dengan baik selama beberapa tahun terakhir dengan berbagai milestones yang dicapai melalui, antara lain, CSP dan IA-CEPA. Tentunya banyak tantangan yang telah dihadapi, terutama dengan adanya pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir, namun saya bersama tim saya di KBRI Canberra terus beradaptasi dan mengupayakan agar roda diplomasi terus berputar demi kepentingan NKRI. Masih banyak potensi dan peluang yang dapat diambil untuk semakin meningkatkan hubungan Indonesia dengan Australia dalam tahun-tahun ke depan dengan memanfaatkan fondasi kuat yang telah terbentuk saat ini.

Duta Besar Y. Kristiarto S. Legowo di sela pertemuan dengan Pasukan Zeni TNI yang telah membantu mengatasi kebakaran hutan di wilayah, Australia, 3 Februari 2020.

7. Bagaimana tanggapan Bapak mengenai masyarakat/ormas Indonesia yang ada di Austalia selama bertugas?

Sebagai Duta Besar memang harus menjadi pengayom dari masyarakat dan diaspora Indonesia di Australia. Terdapat ratusan kelompok masyarakat di seluruh Australia yang semua cinta Indonesia.

Saya paham sering terdapat dinamika di kalangan masyarakat Indonesia di Australia. Oleh karena itu saya sering dan senantiasa menekankan pentingnya persatuan di kalangan masyarakat Indonesia dan pentingnya mereka menjunjung tinggi nama, harkat dan martabat bangsa Indonesia di Australia. Saya sangat beruntung bahwa diaspora Indonesia punya komitmen tinggi, bahkan banyak dari mereka mampu berkontribusi untuk memajukan diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia. 

Saya beruntung dapat melakukan kunjungan ke semua States dan Territory di Australia. Dalam setiap kunjungan ini, tujuan utamanya adalah untuk memperkuat hubungan RI-Australia termasuk setiap States yang ada, saya selalu melakukan silaturahmi dengan masyarakat, diaspora dan mahasiswa Indonesia dari semua golongan.  

8. Apa saja harapan Bapak bagi Dubes RI yang baru?

Saya meyakini bahwa penerus saya akan dapat melanjutkan kerja keras yang telah saya bersama tim saya di KBRI Canberra telah jalankan selama ini untuk memperkuat dan memajukan hubungan bilateral Indonesia dengan Australia. Saya juga meyakini bahwa penerus saya dapat semakin meningkatkan diplomasi Indonesia di Australia sebagai negara mitra dan tetangga dekat Indonesia, baik dari aspek politis, ekonomi, dan sosial budaya demi manfaat kedua negara.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Temu Lawak 2018: Solara dan Mimpi untuk Bangsa

Sehari setelah ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Victoria kembali lagi menggelar acara tahunan Temu Lawak yang...

Diguyur Hujan, Indonesia Street Festival Tetap Jalan

Diundur beberapa hari, ‘Indonesia Street Festival’ telah berlangsung dengan lancar awal Mei lalu di Queen Victoria Market. Kembali menghadirkan berbagai macam hidangan khas Asia...

Hep C cures available today for as low as $6.20 a prescription

Hepatitis C sufferers will today get access to publicly-subsidised breakthrough cures that could eradicate the deadly and debilitating disease within a generation, thanks to...

‘SATAN JAWA’ GARIN NUGROHO

Pertengahan Desember kemarin Melbourne berperan sebagai tuan rumah bagi seorang seniman besar Indonesia. Sebagai produser dan sutradara yang telah aktif di dunia perfilman Indonesia...

MUKTAMAR

Muktamar adalah konvensi pertama yang diadakan di Bell City, Preston, 23, 24, 25 September 2016, Australia. Mengambil tema 'Living in Harmony in a Western...