Indonesia semakin menjadi destinasi hot yang diincar oleh para pelaku bisnis Australia, terbukti dari banyaknya anggota Australia Indonesia Business Council (AIBC) yang menghadiri acara tutup tahun yang diadakan di Konsulat Jendral Republik Indonesia. Acara ini merayakan akhir tahun 2019, sekaligus menjadi forum bagi para anggota AIBC untuk bersosialisasi, memperluas jaringan bisnis dan mengupdate satu sama lain dengan informasi dan peluang bisnis terkini.

Ekonomi Kreatif Menjadi Fokus 2019-2020

Acara dibuka dengan pidato hangat dari Konsul Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania, Spica Tutuhatunewa. Beliau memulai dengan memberikan daftar 30 restoran Indonesia yang wajib dikunjungi di Melbourne dan sekitarnya dan menyebutkan 11th Space, co-working space untuk business startups sebagai pembuka untuk topik creative economy atau ekonomi kreatif. Beliau pula menekankan bahwa tahun ini dan kedepannya, pertumbuhan ekonomi kreatif akan menjadi fokus utama pemerintah Indonesia, khususnya Departemen Kementerian Luar Negeri, hal ini dapat dilihat dari rangkaian acara yang didukung oleh KJRI bersama dengan AIBC Victoria seperti Fashion Industry Talk, West Java Coffee Cupping, economic expo, investment forum dan travel industry forum.

Selain menyebutkan program kolaborasi dengan AIBC Tasmania seperti networking dinner di Launceston, Konjen Spica juga memperkenalkan dua provinsi penting di Indonesia yakni Yogjakarta dan Jawa Barat, khususnya Bandung, yang akan menjadi target prioritas untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Australia di ranah ekonomi kreatif. Rencana tersebut dimulai dengan diadakannya kompetisi startup antara Bandung dan Melbourne yang menitikberatkan pada dunia digitalserta didominasi oleh generasi muda. Program ini berambisi untuk menbangun sekaligus mempererat hubungan ekonomi dari kedua pihak dan juga menarik berbagai bisnis dan pelaku bisnis dari Bandung, Melbourne dan sekitarnya untuk berpartisipasi dengan rencana pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan digital. Beliau menutup pidatonya dengan memberikan salam perpisahan kepada Zaenal Arifin, Konsul Ekonomi untuk KJRI yang telah selesai masa tugasnya di akhir tahun 2019 kemarin.

Ketua AIBC Jared Heath (kiri) dan Konsul Ekonomi Zaenal Arifin

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua AIBC, Jared Heath, yang juga menduduki posisi partner di salah satu firma hukum terbesar di Australia, Corrs, Chambers, Westgarth. Dalam kesempatan tersebut, Jared mengucapkan terimakasihnya terhadap dukungan positif dan kesediaan KJRI untuk berkolaborasi dengan AIBC dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif bagi bisnis Australia, seperti Indonesian Business Night yang terfokus pada Jakarta Trade Expo dan terutama Creative Economy Forum.

Creative Economy Forum adalah acara terbesar AIBC di tahun 2019 dimana acara tersebut dihadiri oleh tamu istimewa dari Tanah Air, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Jared berharap acara ini dapat mempererat hubungan bisnis antara Yogyakarta dan Melbourne.

Jared lanjut menyebutkan berbagai acara penting lain yang diadakan AIBC, seperti bincang bisnis dengan AusTrade yang dihadiri oleh delegasi AusTrade dari Jakarta, acara networking dengan Indonesian Trade Promotion Centre, dan berbagai acara seputar perkembangan IA-CEPA, yang merupakan perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Australia untuk menjalin hubungan ekonomi antar kedua negara.

Jared turut menyinggung fokus lain yang tak kalah pentingnya yaitu pengembangan komunitas profesional muda AIBC. Beliau berharap melalui acara-acara networking yang diadakan oleh AIBC, seperti Career Night, para muda-mudi ini dapat mengembangkan karir profesional mereka sekaligus membuka wawasan mereka terhadap kesempatan karir yang tersedia di Australia dan Indonesia.

Selain itu, turut disampaikan apresiasi terhadap komite AIBC dan KJRI atas upaya mendukung partisipasi AIBC dalam International Mining And Resources Conference dimana Indonesia dapat diwakilkan dan dipromosikan sebagai negara yang benefisial untuk industri pertambangan. Beliau menekankan keberhasilan konferensi tersebut dalam membuahkan Memorandum of Understanding antara AIBC dan Australian Institute of Mining and Metallurgy (AUSIMM).

Sebagai penutup, Jared menuturkan rencana AIBC di tahun 2020 untuk memperbanyak program networking dengan mengadakan serangkaian acara jumpa temu informal dimana para anggota dapat berdiskusi dan berbagi informasi tentang bisnis mereka. AIBC juga menyatakan akan terlibat langsung melalui acara-acara seputar IA-CEPA dan AIBC National Conference yang akan diselengarakan di Darwin pada Oktober 2020 mendatang.

Latar Belakang Peserta

Selaras dengan visi pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan digital, sebagian besar dari anggota AIBC yang hadir di acara tutup tahun 2019 bergerak di bidang bisnis tersebut. Di antaranya adalah Raphael Alla, managing director M+Software, perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Melbourne dan beroperasi di Jakarta. Ia berpendapat bahwa bisnis di Indonesia mempunyai keunggulan ekonomi dalam segi gaji karyawan yang masih relatif rendah. Namun, ia juga mengungkapkan keluhannya terhadap rumitnya sistem birokrasi di Indonesia yang sering menghambat operasi bisnis yang dikelolanya.

Hasan Panetta, pemilik Wilh-ma, bisnis yang menyediakan modem wifi portable untuk wisatawan Australia yang hendak melancong ke luar negeri juga optimis dengan keberhasilannya dalam bisnis wifi portable yang walaupun mempunyai kompetisi cukup ketat, tetapi memiliki pangsa pasar yang kuat.

Selain itu, hadir juga Julius Rachman, pendiri PT Kruppindo yang walau bisnis utamanya bergerak di bidang persewaan alat-alat pertambangan juga memiliki berbagai bisnis kedai kopi di Indonesia. Saat ini ia satu-satunya di Indonesia yang memegang franchise Illy Coffee dari Italia dan berencana untuk membuka kedai kopi di Melbourne tahun depan dimana dia akan menyajikan kopi khusus dari Indonesia. Julius optimis dengan kegemaran kota Melbourne terhadap kopi dan yakin kopi asal Indonesia akan menerima sambutan hangat dari masyarakat kota ini.


Apa Kata Mereka

Lawrence Christoffelsz, Ethical Trade Alliance

I believe AIBC provides great opportunities to get to know people as well as identify current and emerging business opportunities between Indonesia and Australia.

I’ve been involved in international for over 25+ years and see enormous potential for increased bi-lateral trade – especially with the upcoming ratification of the IE-CEPA.

I’m also just about to launch the Ethical Trade Alliance – a unique organisation which assists exporters with demonstrating their modern slavery compliance, sustainability credentials and overall corporate values – all integrated into a global blockchain platform, which provides complete, end-to-end product traceability, authenticity and provenance by using a free consumer smartphone app. (www.ethicaltradealliance.com). 

As Indonesia continues to increase in global trade, I believe that there are wonderful possibilities to highlight and support their organisations with strong corporate social responsibility value.

Sulfianda Soeleiman, Indonesia Growth Partners

Having only joined the AIBC earlier this year in Feb 2019, it was great to reflect upon the positive collaboration between the AIBC and the Indonesian Consulate General to jointly promote business and trade opportunities with businesses and Government between Australia and Indonesia, especially with the signing of the Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), which is soon to be ratified. In my Management Consulting business, Indonesia Growth Partners, focussed on helping businesses grow in the Indonesian market, my membership and active participation in AIBC is critical. Some other valuable AIBC networking events I attended this year included the AIBC luncheon for an informative update on market developments and opportunities in Central & East Java, Indonesia from Chris Barnes, Australian Consulate-General Surabaya, meeting with the delegation of Members of Parliament from North Sumatra, Indonesia who were visiting Melbourne to explore trade and business collaboration opportunities between North Sumatra and Australia, and IA-CEPA: A New Platform to Deepen Economic Ties in Digital Economy event organised by the Australia-Indonesia Centre.

Julius Rachman, PT Kruppindo

Senang bisa datang ke acara ini. Saya sudah jadi member AIBC sejak 2 tahun lalu dan menurut saya banyak keuntungan yang bisa saya dapatkan dari komunitas ini. Bisa networking, ketemu orang Indonesia lain yang juga bisnis di sini. Bisnis saya mainly menyewakan mining equipment, tadi baru saja saya bertemu dengan calon klien yang mau buka tambang di Banyuwangi, di acara ini juga. Langsung dapat klien.

Phoebe