Home KJRI MELBOURNE DIPLOMASI SENI KONTEMPORER: TUJUH PERTUNJUKAN SENI INDONESIA MERIAHKAN FESTIVAL ASIA PACIFIC TRIENNIAL OF PERFORMING ARTS (ASIA TOPA) 2020

DIPLOMASI SENI KONTEMPORER: TUJUH PERTUNJUKAN SENI INDONESIA MERIAHKAN FESTIVAL ASIA PACIFIC TRIENNIAL OF PERFORMING ARTS (ASIA TOPA) 2020

0
DIPLOMASI SENI KONTEMPORER:  TUJUH PERTUNJUKAN SENI INDONESIA MERIAHKAN FESTIVAL ASIA PACIFIC TRIENNIAL OF PERFORMING ARTS  (ASIA TOPA) 2020

Selama lebih dari seminggu berturut-turut (20 Februari – 1 Maret 2020), para pelaku seni dan industri kreatif Indonesia menampilkan karyanya pada Festival Pacific Triennial of Performing Arts (ASIA TOPA).

Seniman yang tampil antara lain Garin Nugroho yang menampilkan the Planet- A Lament, Kamila Andini dan Ida Ayu Wayan Arya Satyani yang menampilkan the Seen and Unseen, HuRu-HARa  (kolaborasi antara Thomas Henning, Terry and The Cuz dan kolaborator lainnya), Ibu-Ibu Belu oleh Eko Suprianto, Hades Fading oleh Mainteater dan Kath Papas Production, Mythologies oleh Komang Rosie Clevnes, serta METAL, hasil kolaborasi Ensemble Tikoro dan Lucy Guerin Inc.

Untuk merayakan kolaborasi seni Bandung-Melbourne, Ensemble Tikoro Heavy Metal dengan Lucy Guerin Inc-Australia, KJRI Melbourne dan City of Melbourne telah menyelenggarakan Business Networking Event pada tanggal 26 Februari 2020. Event tersebut mempertemukan para pelaku seni kontemporer, pelaku bisnis dan industri kreatif, dan pejabat Pemerintah dan menjadi wadah dalam membangun jejaring dan kolaborasi antara Indonesia dengan Victoria/Australia.

Konsul Jendral Spica bersama Lord Mayor Sally Capp, Komunitas Pasundan di Melbourne, dan Sanggar Lestari Melbourne

Business Networking Event dibuka secara bersama oleh Konsul Jendral RI Melbourne, Spica A. Tutuhatunewa dan Lord Mayor City of Melbourne, Lord Mayor Sally Capp. Dalam sambutannya, Lord Mayor Sally Capp menyampaikan bahwa penampilan bersama ini merupakan cerminan kuatnya tekad untuk kolaborasi antara pelaku industri kreatif dan seni Indonesia dan Australia di bidang pertunjukan seni kontemporer.

“Melbourne terkenal dengan seni kontemporer dan modernitas. Selama ini Indonesia sangat terkenal dengan seni tradisional. Kolaborasi antara Tikoro Heavy Metal dan Lucy Guerin inc merupakan pengakuan dan apresiasi atas seni kontemporer Indonesia.” Disampaikan oleh Konsul Jenderal RI, Spica A. Tutuhatunewa dalam sambutan pembukaannya.

Asia Topa merupakan festival tiga tahunan di bidang seni kontemporer se-Asia Pasifik yang diselenggarakan di Melbourne. Festival tahun ini dihadiri oleh 16 negara yang menampilkan  beragam seni diantaranya musik popular, kontemporer serta musik rok. Festival Asia Topa pertama dilaksanakan pada tahun 2017 dan dihadiri oleh 893.257 pengunjung.K