Pinjaman konstruksi adalah suatu skema yang secara khusus dikembangkan oleh pihak bank untuk nasabah yang ingin membangun rumahnya sendiri, daripada membeli rumah yang telah dibangun.

Tidaklah mengejutkan apabila pihak perbankan menawarkan fleksibilitas yang cukup untuk  pinjaman jenis ini. Fleksibilitas ini cukup dapat membantu melancarkan hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembangunannya. Hal ini dikarenakan proses pembangunan cenderung lebih panjang tahapannya.

Pada umumnya, pinjaman konstruksi ini diperlukan oleh orang-orang yang membeli tanah di daerah yang baru dikembangkan, namun tidak menutup kemungkinan apabila Anda menyukai daerah yang sudah berkembang dan ingin membangun rumah baru. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui.

Pertama, akan kita bahas mengenai cara kerja pinjaman konstruksi ini. Pinjaman konstruksi biasanya menawarkan pencairan secara bertahap, dimana pihak perbankan akan memberikan Anda pinjaman secara bertahap (sesuai dengan tingkat penyelesaian kontruksi rumah anda), tidak dengan mencairkan pinjaman sekaligus di awal pada saat settlement atau proyek pembagunannya dimulai. Dapat dikatakan hampir seluruh pinjaman konstruksi menawatkan pinjaman dengan cukup membayarkan bunganya saja, setidaknya selama proses konstruksi ini berlangsung.

Keuntungan dari pengaturan jenis ini adalah meminimalisir pembayaran bulanan Anda terhadap pinjaman dari bank, karena Anda hanya membayarkan bunga berdasarkan besarnya pinjaman yang telah dicairkan oleh bank, bukan total komitmen pinjaman yang telah disepakati bank. Jadi, meskipun total komitmen pinjaman yang telah disetujui oleh bank $500,000, namun pencairan pinjaman Anda baru $100,000, besaran bunga yang dihitung oleh bank adalah $100,000 sampai dengan bank mencairkan pinjamannya lagi.

Apabila bank telah setuju untuk memberikan pinjaman konstruksi untuk Anda dan Anda sudah memenuhi berbagai syarat yang telah ditentukan oleh pihak perbankan, pihak bank akan mencairkan pinjaman berdasarkan 5 tahapan pembangunan:

  1. Base – ini adalah tahapan pertama dari pembanguan rumah anda dimana melibatkan pemasangan fondasi untuk properi Anda dan juga mencakup Concrete slab, footings, pad dan juga pemasangan awal batu bata.
  2. Framing – setelah fondasi selesai, pihak pembangun akan memulai dengan kerangka rumah Anda.
  3. Lock Up – pembayaran tahap ketiga ini adalah untuk pendirian dinding luar, pemasangan pintu dan jendela serta penyelesaian atap, eksterior dan juga insulasi.
  4. Fit Out – tahapan ini melibatkan penambahan fittings dan fixtures, dan juga termasuk di dalamnya dari plumbing sampai dengan instalasi listrik sampai dengan pemasangan lemari dapur dan juga benches.
  5. Completion – pembayaran tahap ini untuk hal-hal yang belum sempat dipasangkan oleh kontraktor dan juga pembersihan propertinya.

Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan pinjaman konstruksi ini? Untuk mendapatkan pinjaman konstruksi tidaklah sesimpel mendapatkan pinjaman perumahan biasa. Selain diperlukan penilaian mendasar seperti besaran pendapatan, biaya rutin bulanan serta kewajiban dan aset yang dimiliki, Anda juga perlu untuk menyediakan pihak bank berupa rencana pembangunan dan juga informasi mengenai siapa yang akan membangun rumah Anda.

Berdasarkan rencana pembangunan (dimana di dalamnya mencakup gambaran seperti apa hasil akhir rumah yang akan dibangun, bahan apa saja yang akan ada di rumah tersebut), pihak penilai bangunan akan menganalisa berapa kira-kira harga rumah tersebut ketika pembangunannya telah selesai (perlu dipahami bahwa penilaian ini bukan dari harga bangunan saja, namun juga harga tanah yang dijaminkan ke bank sebagai agunan). Setelah itu, pihak bank akan menentukan seberapa besar uang yang dapat mereka berikan pinjaman untuk dibayarkan ke builder yang telah anda tunjuk.

Apabila Anda melakukan sendiri pembangunan rumah Anda, biasanya Anda perlu untuk menyediakan dokumen-dokumen dan juga informasi berikut ke pihak bank:

  1. Kopi dari rencana bangun yang telah disetujui dan di-cap oleh pihak council (termasuk ukuran-ukurannya), spesifikasi bangunan (material dan juga apa yang termasuk dalam pembangunannya), ijin dan juga licence.
  2. Kopi dari laporan quantity surveyor yang menjabarkan mengenai perkiraan biaya konstruksi.
  3. Penjabaran yang mendetail mengenai keseluruhan biaya konstruksi, dikelompokkan berdasarkan tahapan-tahapan yang di syaratkan oleh pihak perbankan.
  4. Kopi untuk berbagai perkiraan yang relevan dengan pembangunan.
  5. Kopi dari hasil tes tanah dan juga komen dari quantity surveyor.
  6. Kopi dari polis asuransi.

Apabila Anda menggunakan builder terdaftar untuk membangun rumah Anda, kemungkinan Anda perlu untuk menyediakan hal-hal berikut:

  1. Kopi dari kontrak (standar yang diterima oleh industri) dengan harga tetap yang sudah ditandatangani yang juga mencakup jadwal dan besaran pembayaran setiap tahap sesuai dengan ketentuan perbankan.
  2. Kopi dari rencana pembangunan (termasuk ukuran-ukuran), spesifikasi (bahan dan juga apa saja yang termasuk dalam harga kontrak), dan juga ijin untuk melakukan pembangunan.
  3. Bukti pembayaran terhadap deposit yang telah kita bayarkan.
  4. Kopi dari ijin builder.
  5. Informasi mengenai rekening bank builder untuk pembayaran bertahap.
  6. Kopi dari polis asuransi

***

Hubungi broker-broker Top One Finance apabila Anda memerlukan bantuan untuk mengajukan pinjaman konstruksi ini.

Tim kami akan senantiasa membimbing Anda dari awal proses pengajuan aplikasi sampai dengan persetujuan dari pihak perbankan. Kami memiliki akses ke berbagai macam lender yang akan disesuaikan dengan kondisi Anda.