Are you angry or sad? Anger is often not the primary emotion

Bayangkan sebuah momen saat kamu sedang marah. Apa yang sebetulnya kamu rasakan pada saat itu? Apakah kamu sedih, kecewa, atau malu? Tahukah kamu, bahwa ternyata saat marah, seringkali kita sedang menutupi emosi lain yang sebenarnya kita rasakan.

Menurut Paul Ekman, seorang pakar emosi manusia, amarah merupakan satu dari enam emosi dasar yang dirasakan manusia pada umumnya. Walaupun mengekspresikan amarah merupakan hal yang wajar, seringkali perasaan marah tidak muncul begitu saja – biasanya ada emosi atau perasaan lain yang memicu kemarahan tersebut.

Apa saja emosi yang memicu amarah? Perasaan-perasaan yang biasanya dianggap lemah oleh masyarakat pada umumnya, seperti rasa takut, sedih, cemburu, atau malu, biasanya mengiringi amarah kita. Kita mengekspresikan amarah untuk melindungi perasaan-perasaan yang lebih rentan itu, umumnya karena pandangan bahwa mengungkapkan amarah lebih dapat diterima di masyarakat daripada mengungkapkan kesedihan maupun kekecewaan.

Apa yang bisa kamu lakukan saat dilanda amarah?

Pause and think. Atur napasmu yang mungkin tidak karuan karena sedang marah.

Tanyakan pada diri sendiri, “apa yang sebetulnya sedang kurasakan saat ini?” Mungkin jauh dilubuk hatimu, kamu merasa sedih, malu, cemburu, atau takut.

Pikirkan apa yang sebetulnya kamu inginkan dari situasi yang sedang kamu hadapi dan apa cara terbaik untuk mencapai keinginan tersebut. Tanpa disadari, saat kamu sedang meluangkan waktu untuk memikirkan semua ini, amarahmu akan reda dengan sendirinya. Sekarang, kamu bisa lebih fokus menangani perasaan utama yang kamu rasakan.  

Bagaimana menangani orang yang sedang marah?

Kita tahu bahwa api tidak akan padam jika dilawan dengan api, lalu bagaimana caranya menghadapi situasi penuh amarah?

1. Don’t take it personally

Jika seseorang sedang marah kepadamu, biasanya mereka hanya melampiaskan amarah itu dan tidak benar-benar marah kepadamu. Mereka sedang menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya.

Daripada membalasnya dengan amarah juga, cobalah dengan bertanya “Ada apa denganmu? Mengapa kamu bisa semarah ini?” Dengan begini, kita bisa lebih melihat apa sebetulnya emosi yang sedang disembunyikan dan hal ini justru akan meredakan situasi dan membuat kalian semakin dekat.

2. Don’t EVER tell your partner to “calm down”

Mengapa menyuruh mereka untuk tenang saat sedang marah malah jadi kontraproduktif? Karena dengan begitu, lawan bicaramu yang sedang marah malah akan merasa bahwa perasaannya tidak valid, tidak penting dan tidak bisa diterima. Padahal, emosi marah ini merupakan satu dari enam emosi universal yang umum dirasakan semua orang di belahan dunia, loh.

Tujuan dari semua ini bukan untuk megubah atau memperbaiki emosi lawan bicaramu, melainkan untuk duduk bersamanya agar ia bisa memproses amarahnya. Dengan begitu, amarah mereka akan reda dengan sendirinya dan emosi yang sebenarnya ia sembunyikan akan naik ke permukaan.

Mencoba memahami amarah sebagai emosi yang wajar dan pelindung emosi-emosi lain yang lebih rentan merupakan kunci untuk memahami satu sama lain dengan lebih baik lagi. Siapa sih yang tidak mau memiliki hubungan yang lebih harmonis dengan orang-orang terdekat kita? Yuk, mulai kenali apa yang sebetulnya kamu dan orang terdekatmu rasakan dibalik amarah itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Natal BKS | Alami dan Jadilah Terang untuk Sesama

“Sewaktu kecil, saya dibuatkan baju baru oleh orangtua saya dan itu terang bagi saya. Beranjak dewasa, saya merasakan terang lebih dari sekadar mendapat baju...

Ronny Sompie

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dari berbagai komunitas di Melbourne berkumpul di South Melbourne Community Centre untuk menghadiri acara malam bakudapa yang diadakan oleh Kawanua Melbourne, komunitas Manado...

BERKOMUNIKASI LEWAT BAYANGAN

Dalam edisi kali ini ada beberapa artikel mengenai Bundengan - sebuah alat musik langka dari Wonosobo yang menjadi bintang utama dan inspirasi terselenggaranya pagelaran...

Memilih Struktur Bisnis

Untuk memulai suatu bisnis, kita harus mempertimbangkan banyak hal, salah satu hal yang paling penting adalah memilih dan menentukan struktur bisnis yang paling cocok...

Persetujuan Kondisional

Persetujuan kondisional bisa jadi merupakan tahapan pertama dalam mendapatkan pinjaman rumah. Ini akan membawa kita ke dalam perjalanan lebih lanjut untuk menemukan properti yang tepat untuk kita...