‘Ande-Ande Lumut’ Dengan Sempurna Tampilkan Bakat Diaspora Indonesia

Cerita rakyat dari jawa timur berjudul Ande-ande lumut kini bisa disaksikan di atas panggung. Penonton dari semua usia telah datang untuk menyaksikan adaptasi cerita ini sabtu lalu di The Capitol.

Kisah imajinatif ini menceritakan tentang Panji Asmarabangun, pangeran dari kerajaan Kediri yang harus pergi untuk mencari calon istrinya Dewi Sekartaji dari kerajaan Jenggala, yang hilang saat melarikan diri dari perang. Untuk mencegah orang lain tahu bahwa mereka berdarah bangsawan, keduanya menyamar menjadi orang lain dan berharap bisa bertemu kembali. Cerita perjalanan reuni mereka pun begitu romantis dan menghibur. 

Aktris Australia-Indonesia Florensia Andarini siap untuk mengadaptasi kisah legendaris tersebut. Memiliki latar belakang teater, akting, dan directing, ia berhasil menghidupkan drama tersebut dengan sentuhan kontemporer agar dapat dipahami oleh berbagai jenis penonton. 

Florensia memutuskan untuk memasukkan referensi pop culture untuk terlihat modern. Selain itu, narasi dan dialog yang digunakan karakter juga menggunakan campuran bahasa indonesia dan inggris agar tidak hanya bikin penonton nostalgia tapi juga relate dengan karakternya.

“…I don’t want the play to be for a certain type of audience. I want it to be all ages. Right now, how can we bring people back to watching theater shows, especially about traditional heritage, so I want to incorporate that [pop culture] more” jelas Florensia. 

Hal yang menarik perhatian penonton salah satunya adalah desain kostum yang terkait dengan identitas Jawa. Kostum desainer Ande-ande lumut patut diapresiasi atas upaya mereka dalam merepresentasikan budaya Indonesia melalui kostumnya. Kostum yang memukau itu terlihat dari kebaya gaun biru, hijau dan merah yang dipakai oleh kakak tiri Dewi Sekartaji (dilengkapi dengan headpiece & backpiece yang mewah), kostum kepiting hijau keemasan Yuyukangkang, gaun batik berwarna violet yang dikenakan oleh Mbok Rondho terlihat sangat elegan, dan baju tradisional pernikahan Dewi Sekartaji dan Panji Asmarabangun. 

Ande-ande lumut tidak banyak menggunakan properti selain animasi visual yang menunjukkan suasana adegan – seperti daerah sungai dimana Dewi dan ketiga saudara tirinya bertemu Yuyukangkang. Tetapi visual animasi itu sangat membantu dalam melihatkan suasana istana kerajaan, hutan tempat Dewi tersesat, dan momen dimana Dewi mengeringkan sungai untuk mengancam Yuyukangkang. 

Drama teater ini tidak hanya menampilkan cerita legenda saja tetapi pertunjukan ini adalah sebuah perayaan budaya Indonesia yang ditampilkan melalui tarian tradisional, seni bela diri, dan nyanyian lagu. Orang yang tampil juga direkrut dari sekelompok komunitas yang memang sudah ahli dibidangnya. 

Ande-ande lumut hanya memiliki dua pertunjukan di The Capitol. Meskipun pertunjukannya singkat, seni pertunjukkan ini telah memikat para penonton. Konsul Jenderal Kuncoro Waseso mengatakan bahwa pementasan ini merupakan salah satu cara untuk menampilkan bakat diaspora Indonesia di Australia dan hasilnya kelihatan dari reaksi positif penonton sabtu kemarin. Drama ini bisa menjadi awal dari dikenalkannya warisan budaya Indonesia ke Australia dalam bentuk acara teater dan juga untuk menyatukan diaspora Indonesia dengan budaya asal mereka.

Melihat Indonesia memiliki banyak cerita rakyat, produser eksekutif Pia Buksh dan manajer produksi Darlina Firstama bersama-sama menulis draf pertama Ande-ande lumut sebelum merekrut Florensia untuk menyutradarai drama tersebut. Kedepannya, Florensia berharap bisa mengembangkan cerita rakyat lagi dan bereksperimen dengan alat peraga yang melibatkan wayang.

“I don’t have a specific one in mind yet, but i would like to try to incorporate maybe not just one story but multiple stories coming together and then also use like puppeteer or Wayang because that’s really good for theater as well” ujar Florensia.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

TANGGA HARUS PUNYA FENG SHUI BAIK

Dengan semakin terbatasnya lahan, terutama di kota-kota besar, maka tren membangun properti bukan lagi ke samping tetapi ke atas alias lebih dari satu tingkat. Tidak dapat...

BARLI ASMARA – SEMUA HARUS DIPERJUANGKAN DENGAN TEKAD DAN KARYA

Tak terasa sudah 15 tahun seorang Barli Asmara meniti karir menjadi perancang busana. Tumbuh dan besar di lingkungan dimana semua keluarga sangat menjunjung tinggi...

Komunitas Indonesia Solid di Tengah Pandemi

Siapa yang mengira bahwa Pandemi COVID-19 justru membawa dampak positif pada masyarakat Indonesia, salah satunya adalah industri kuliner Indonesia di Victoria, khususnya di Melbourne....

MENUMPANG KERETA UAP PUFFING BILLY

Merupakan salah satu top 25 landmark di Pasifik Selatan berdasarkan TripAdvisor Travellers’ Choice awards di tahun 2013, Puffing Billy merupakan tujuan wisata Melbourne yang...

AIBF: TINGKATKAN EKONOMI BANGSA LEWAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN

Di awal Oktober kemarin Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) ranting Monash University menyelenggarakan acara Australia Indonesia Business Forum (AIBF) sekaligus Career Festival (CAFE)...