Home PROFIL BUSET Albert Setjadiningrat dan Seni Memotret Pesawat

Albert Setjadiningrat dan Seni Memotret Pesawat

0
Albert Setjadiningrat dan Seni Memotret Pesawat

Albert Setjadiningrat tidak pernah menyangka kegemarannya melihat pesawat saat masih balita menjadititik awal kesuksesannya sebagai penekun aviation photography (seni memotret pesawat) yang kini memiliki 77.000 pengikutdi Instagram.

Keisengan yang Berbuah Keseriusan

Reaksi positif yang ia terima dari para pengikutnyadi akun sosial media usai iseng mengunggah sebuah foto pesawat pada tahun 2014 membuatnya giat menyempatkan waktu untuk menjalankan hobi tersebut hingga detik ini. “Waktu itu saya sedang menunggu anak saya mengerjakan VCE Bahasa Indonesia di Brunswick. Sambil menunggu, saya pergi ke bandara untuk foto-foto, lalu mengunggahnyake Instagram. Saya bingung kok banyak yang memberi like dan mengapresiasi dengan meninggalkan comment. Sedangkan jika dibandingkan, seperti misalnya gambar pemandanganyang saya unggah,peminatnya tidak banyak,” telaah pria kelahiran Yogyakarta tersebut.

Dengan perlengkapan potret yang masih terbatas dan secara otodidak, Albert lalu bertekun menyerapilmu dari akun-akun dengan followers yang lebih banyak. “Pada tahun 2014 di Australia, tidak lebih dari 10 orang yang punya akun foto pesawat. Waktu itu, dari akun yang followers-nya sudah 10.000 – 20.000, saya belajar tentang apa yang orang suka dari foto pesawat. Apakah ketika pesawat itu tengah beradadi udara atau sedang take off, atau maskapai apa yang mereka gemari. Dan waktu itu saya tidak tahu apa-apa karena tidak ada petunjuk, jadi sepenuhnya merupakan proses trial dan error.”

Bangun Subuh Hingga Rela Memanjat Pohon

Keinginan untuk berbagi dan menginspirasi menjadi alasan di balik semangat membara pria berusia 46 tahun ini dalam memelihara keindahan feed akun Instagram @albertsetjadiningrat tersebut. Waktu, biaya, dan tenaga yang harus ia korbankan demi menghasilkan beberapa jumlah foto berkualitas tidak menjadi beban karena terbayar dengan reaksi menyenangkan dari para pengikut.

“Kadang pagi-pagi buta ketika semua orang masih tidur, saya dan teman-teman komunitas Aviation Geek sudah ada di bandara. Kadang juga jam 10 malam pun bila ada pesawat yang ingin saya ambil gambarnya, saya datang,” ujarnya antusias.

Berkat hobinya, pria yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan rental Amerika di Melbourne ini juga mendapatkan beragam pengalaman unik. Salah satu yang cukup menegangkan adalah ketika ia mendapat tepukan di pundak oleh anggota Australian Federation Police(AFP) saat hendak mengambil gambar di sebuah terminal yang belum resmi dibuka.

Pengalaman lain yang tak lepas dari benaknya adalah ketika ia menerima sambutan ramah dari komunitas fotografer pesawat di Indonesia yang membawanya dalam sebuah petualanganseru. “Ketika di Indonesia, saya diajak naik ojek dan memanjat pohon bersamakomunitas di sana demi mengambil foto pesawat. Senang sekali karena cara mereka sederhana namun kreatif,” ungkapnya sambil tertawa.

Kerja keras dan passion dari pria lulusan Master of Engineering Construction Managementdi Swinburne University pada tahun 1997 ini tidaklah sia-sia. Selain dibekali jumlah pengikut aktif dalam jumlah relatif besar, akunnya juga mendapat perhatian perusahaan-perusahaanmaskapaipenerbanganbesar seperti Thai Airways, Cathay Pacific, Singapore Airlines, Virgin Australia, dan lain-lain.

Highlight terbesar saya sebagai seorang aviation photographer adalah ketika akun air bus manufacturer mulai mengikuti akun saya dan ketika foto-foto saya juga diunggah di Instagram mereka.”

Bapak dari dua anak ini bahkan pernah secara resmi diundang untuk menghadiri Dubai Air Show sebagai ungkapan terima kasih sekaligus untuk mengapresiasi karyanya. Dubai Air Show notabene merupakan pameran kedirgantaraan terbesar yang mendapat dukungan dari Perdana Menteri Uni Emirat Arab Mohammad bin Rasyid al-Maktoum. Sayang, undangan yang diberikan melalui perusahaan public relations maskapai Emirates di Australia itu terpaksa ditolak karena berhalangan.

Berbagi Kebahagiaan Lewat Hobi

Ungkapan terima kasih Albert layangkan pada sang ayah yang telah memperkenalkannya dan membuatnya kepincut pada dunia fotografi juga pesawat sejak ia masih belia. “Ayah saya adalah inspirasi di balik hobi ini. Beliau kebetulan juga hobi fotografi dan akhirnya mengajari saya. I’d like to say thank you to him for introducing me to photography.”

Ia berharap agar karyanya terus menjadi sumber inspirasi bagi mata-mata yang melihat. “Harapan saya adalah untuk terus melakukan aktivitas memotret pesawat terbang karena ini merupakan suatu hobi dan passion. Saya berusaha memperlihatkan dan berbagi karya agar siapa tahu mereka yang suka dengan fotografi bisa terjun ke bidang ini. Karena it’s fun!”

Menurutnya, sangatlah penting bagi orang-orang untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka dan orang-orang sekitar merasa bahagia. “As long as you are happy doing your hobby, keep doing it. If people can appreciate whatever your hobby is, that is even better. Don’t forget to give back to the community as well because if you can make people happy and brighten up their lives, it’s also special.”

Meneropong ambisinyake depan, Albert berharap dapat membentuk sebuah komunitas penggemar aviation photography bagi masyarakat Indonesia di Melbourne. Semoga saja segera terwujud.

 

***

Tips dan Trik Sukses Fotografi Pesawat ala Albert

  • Ambil foto saat golden hour, yaitu pagi hari saat matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam sekitar pukul 4 atau 5. Jangan sampai backlighting (foto melawan matahari).
  • Hindari mengambil gambar di atas jam 9 pagi saat musim panas. Foto akan menjadi tidak fokus karena terkena heat haze.
  • Gunakan kamera berkualitas dan fast lensyang masih dapat menangkap gambar saat minimum lighting serta memiliki autofocus yang cepat.
  • Ketika ingin mengunggah gambar, pelajari dahulu prime time audiens Anda di Instagram untuk tahu kapan sebaiknya mengunggah foto. Pilih waktu dimana mayoritas pengikut memiliki kemungkinan terbesar untuk melihat post Anda. Jangan lupa untuk memperhatikan dari negara mana mereka berasal karena ada perbedaan waktu.

***

 

Bila ingin mengetahui lebih soal aviation photography, Albert bersedia menjawab pertanyaan sahabat Buset,lho! Yuk tengok Instagramnya! @albertsetjadiningrat

 

 

 

 

Nasa