AGA 2014: INDONESIA HARUS PUAS DI NO. 3

ASEAN Games Australia (AGA) 2014 berlangsung dari tanggal 12 – 14 September 2014 yang lalu. Acara ini merupakan pertandingan olah raga antar negara-negara anggota ASEAN yang berada di Australia. Ini merupakan tahun ke tiga AGA diadakan, dimana pihak Malaysian Students’ Council of Australia (MASCA) – Victorian Chapter yang memprakarsai dan mengorganisir serta turut dibantu oleh asosiasi pelajar dari negara-negara anggota lainnya.

Tahun ini ada sembilan cabang olah raga yang dipertandingkan, antara lain Bulutangkis, Basket, Futsal, Netball, Squash, Tenis Meja, Tenis, Frisbee dan Voli. Terdapat sepuluh negara berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Laos, Brunei Darusalam, Kambodia dan Mianmar.

Malaysia keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 14 medali emas, 14 perak dan 13 perunggu yang disusul oleh Singapura. Indonesia berada di posisi ketiga dengan perolehan medali 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu.

Indonesia berhasil meraih medali emas dari cabang Basket Wanita, ini adalah kali kedua Indonesia menjuarainya. Di AGA 2013 yang lalu, cabang ini juga memberikan medali perak untuk Indonesia. Salah satu pemain inti basket Indonesia, Selvia Louw mengatakan “acara ini sudah bagus, namun keikutsertaan Indonesia harus lebih ditingkatkan.” Silvia merasa sosialisasi diantara pelajar dan masyarakat Indonesia di Victoria tentang acara tersebut sangat kurang. Hal ini turut diamini oleh Benny Tanur, salah seorang penonton yang hadir dalam acara penutupan AGA 2014.

Sheh Tyen Yeo selaku Project Manager AGA 2014 mengungkapkan secara keseluruhan AGA tahun ini berlangsung lancar. Selain itu terjadi peningkatan dalam jumlah tim dari Sydney, New South Wales yang ikut berkompetisi.



Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

ALUN-ALUN 2019: TEMPOE DOELE

Mungkin tidak asing lagi bagi teman-teman jika mendengar kata “Alun-Alun”, karena tidak ada acara lain yang dapat mengumpulkan para pencinta makanan dan budaya Indonesia,...

Banting Setir ke Farm: Perjuangan Para Pemegang WHV di Tengah Covid-19

Mayoritas pemegang Working Holiday Visa (WHV) yang mengadu nasib di Negeri Kangguru awalnya bekerja di sektor hospitality. Namun, sejak terjadinya pandemi Covid-19 dan hilangnya...

SI KANCIL HIDUP DI NEGERI KANGGURU

Baru-baru ini tim BUSET berkesempatan menjambangi acara bedah buku dongeng yang bertempatan di KJRI Melbourne. Tema buku yang dibedah dalam kesempatan kali ini adalah...

Feast Asia, a festival of food and culture

To Asia and back in a single day! Join the Chinese, Vietnamese, Taiwanese, Japanese, Indonesian, Thai and Filipino communities for Feast Asia, a festival of food...

Bahasa Ibu Jaman Now

Bahasa dengan segala kelimpahan yang terkandung di dalamnya menyimpan suatu identitas seseorang secara individu dan kolektif. Sayangnya, 43% dari 6000 bahasa di seluruh dunia terancam punah, karena...